Sabtu, November 07, 2026

INU Tasikmalaya Gelar Yudisium 2026, Luluskan Ratusan Mahasiswa

TASIKMALAYA – ARTHA‑NEWS – Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya telah menyelenggarakan acara yudisium serta pengukuhan kelulusan wisudawan dan wisudawati pada Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung Kamis (06/11/2026). Sebanyak lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari jalur reguler maupun non‑reguler resmi dikukuhkan sebagai lulusan di lingkungan kampus hijau INU Tasikmalaya.
 
Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh capaian yang telah diraih para lulusan pada tahun ini. Berdasarkan hasil evaluasi bimbingan dan ujian skripsi dengan sistem silang yang telah dijalankan, ia menilai bahwa para mahasiswa memiliki tingkat pemahaman materi serta responsivitas yang sangat baik selama menempuh proses pendidikan di kampus.
 
“Saya menganalisa mereka yang telah lulus hari ini. Saya ikut membimbing skripsinya dan saya ikut menguji dengan sistem silang. Sebagian, satu kelompok lima orang dengan bimbingan saya, begitu cepat menerima apa yang saya sampaikan. Apa yang menjadi kemauan saya, mereka langsung cepat tanggap dan dapat mengerti. Itu berarti mereka sangat responsif,” ujar Dr. Pepep saat ditemui setelah acara yudisium berakhir.
 
Ia juga menambahkan bahwa para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ujian lainnya juga menunjukkan performa akademis yang sangat memuaskan. Kesiapan mental dan kekuatan intelektual yang sudah dimiliki para lulusan ini diharapkan menjadi modal besar untuk mereka dapat mengabdi secara mandiri ketika sudah berada di tengah‑tengah masyarakat nanti.
 
“Kedua, saya juga ikut menguji kelompok lain. Mereka bisa menjawab apa yang saya tanyakan dan apa yang mereka tulis, mereka memahami. Mereka dapat menjawab dengan sangat memuaskan. Nah, itulah salah satu argumen saya kenapa para lulusan ini mudah‑mudahan ilmunya bermanfaat dan dapat bertambah terus dengan menggali sendiri di luar sana. Insyaallah mereka lebih bermanfaat untuk dirinya sendiri dan untuk umat khususnya,” imbuh ia.
 
Selain membahas tentang capaian akademis yang telah diraih selama masa kuliah, Dr. Pepep juga memberikan penekanan khusus terkait tanggung jawab moral yang harus selalu diemban oleh setiap lulusan INU Tasikmalaya. Ia berharap gelar sarjana yang telah disandang bisa membentuk pribadi yang semakin rendah hati serta memiliki integritas yang tinggi di manapun berada.
 
“Pertama, orang yang berilmu itu lebih tawadhu. Orang yang berilmu itu lebih bertanggung jawab terhadap ilmunya. Mudah‑mudahan pesan saya ini dapat menjaga nama almamater dengan slogan Institut Nahdlatul Ulama. Dapat berkhidmat ke Nahdlatul Ulama dan dapat menjaga nama almamater Nahdlatul Ulama,” harap Dr. Pepep kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir saat itu.
 
Menutup seluruh keterangannya, Rektor INU Tasikmalaya menitipkan amanat yang sangat besar terkait penguatan fondasi iman serta akhlakul karimah sebagai bentuk kelanjutan atas cita‑cita para ulama yang telah mendirikan kampus INU Tasikmalaya dulu kala.
 
“Saya titipkan, orang yang berilmu tanpa akhlak, tanpa keimanan, artinya tidak sempurna. Saya titipkan semoga bertambah keimanannya dan menjaga akhlakul karimah. Apa yang menjadi cita‑cita ulama yang mendirikan Institut Nahdlatul Ulama, dipegang, dan akhlaknya dijaga. Jangan berharap ilmu bermanfaat andai kata tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia. Mudah‑mudahan para alumni dapat menjaga nama almamater dan dapat menjalankan akhlak yang mulia, akhlaknya Rasulullah SAW,” pungkas Dr. Pepep.
 
Keberhasilan akademis yang sejati tidak dapat diukur hanya dari selembar ijazah yang didapat saat kelulusan saja, melainkan dari bagaimana ilmu yang sudah didapat tersebut dapat diamalkan secara bijaksana di kehidupan sehari‑hari nanti.
 
“Ketinggian ilmu seorang sarjana tidak akan pernah sempurna tanpa balutan akhlak yang mulia. Esensi lulusan Nahdlatul Ulama adalah menjadi pribadi yang tawadhu, teguh menjaga cita‑cita luhur para pendiri almamater, serta mengedepankan akhlak Rasulullah SAW demi kemaslahatan umat.”
 
(Arya Siloka - Korwilnas)

Masjid At Taqwa Dobo Jadi Ruang Silaturahmi, Polres Banjar Hadir Menyapa Warga Lewat Subuh Keliling

KOTA BANJAR – Menjalin kedekatan dengan masyarakat tak selalu harus melalui pertemuan formal. Terkadang, kebersamaan justru tumbuh dari hal sederhana, seperti duduk bersama setelah salat berjamaah, berbincang, dan saling mendengarkan. Suasana itulah yang terlihat saat jajaran Polres Banjar menggelar Subuh Keliling di Masjid At Taqwa Dobo, Lingkungan Babakansari, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Sabtu (7/11/2026).

Sejak pukul 04.00 WIB, Wakapolres Banjar bersama pejabat utama, Kapolsek Pataruman dan sejumlah personel membaur dengan jamaah untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Seusai ibadah, kegiatan berlanjut dengan silaturahmi dan perbincangan bersama pengurus DKM serta warga setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres menyampaikan permohonan maaf Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., yang belum dapat hadir karena sedang mengikuti kegiatan serah terima jabatan di Polda Jawa Barat.

Ia menegaskan, kehadiran jajaran Polres Banjar bukan untuk menggurui masyarakat, terlebih Masjid At Taqwa Dobo selama ini dikenal sebagai tempat yang aktif dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kajian ilmu. Kedatangan mereka lebih diarahkan untuk menjalin komunikasi sekaligus mendengar langsung apa yang menjadi perhatian masyarakat.

Subuh Keliling sendiri menjadi salah satu kegiatan yang dijalankan Polres Banjar dalam membawa semangat program Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat. Melalui pertemuan dari masjid ke masjid, kepolisian ingin membangun hubungan yang lebih dekat, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan, kritik maupun berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya.

Tak hanya soal keamanan, Wakapolres juga mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas. Ia mengajak masyarakat menggunakan kendaraan sesuai standar, termasuk tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Warga juga diminta segera melapor melalui layanan 110 apabila mengetahui tindak pidana atau membutuhkan kehadiran petugas.

Menurutnya, menjaga lingkungan tetap aman bukan pekerjaan yang bisa dilakukan satu pihak saja. Kepolisian membutuhkan kepedulian masyarakat, termasuk keberanian menyampaikan informasi serta memberikan masukan agar pelayanan semakin baik.

Apresiasi disampaikan Ketua DKM Masjid At Taqwa Dobo atas kunjungan tersebut. Ia mengaku kehadiran jajaran kepolisian di tengah jamaah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama saat menjalankan ibadah. Masjid yang dibangun pada 1978 melalui dana APBN itu hingga kini tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan warga, mulai dari kajian hajat Subuh, kajian umum, kajian selepas Zuhur hingga pendidikan diniyah.

Bagi masyarakat Babakansari, pertemuan pagi itu bukan sekadar kunjungan aparat ke lingkungan masjid. Ada ruang perjumpaan yang mempertemukan dua sisi kehidupan masyarakat: kegiatan keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dari Masjid At Taqwa Dobo, pesan yang dibawa sederhana, hubungan baik harus terus dirawat, komunikasi jangan terputus, dan menjaga keamanan lingkungan akan lebih kuat ketika masyarakat dan kepolisian berjalan bersama.

Rena Yusnita Kabiro Artha-News

Penuh Haru, Kompol (Purn) Eduar Dilepas dengan Tradisi Gerbang Pora di Polres Samosir

Artha-News com  I SAMOSIR (7/11-2026) - Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai upacara penyerahan keputusan pensiun dan pelepasan purna bakti Kompol (Purn) Eduar, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Samosir, Sabtu (7/11/2026).

Upacara yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Lapangan Apel Mako Polres Samosir tersebut dipimpin langsung Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), personel Polres Samosir, personel Polsek jajaran, Bhayangkari, serta keluarga besar Polres Samosir yang memberikan penghormatan atas berakhirnya masa pengabdian Kompol Eduar di institusi Polri.

Upacara tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: KEP/702/IX/2026 tanggal 24 September 2026 tentang Pemberian Pensiun Purnawirawan Polri atas nama Kompol Eduar, S.H., NRP 68100259.

Dalam amanatnya, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kompol Eduar yang telah berhasil menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai anggota Polri hingga memasuki masa purna bakti.

"Pertama-tama, kami mengucapkan selamat kepada Kompol Purn. Eduar yang telah berhasil landing safely dalam perjalanan pengabdian di institusi Polri. Perlu kita syukuri bahwa tidak semua personel mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan masa dinas hingga memasuki masa pensiun," ungkap Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar masa pensiun disikapi dengan penuh rasa syukur dan bijaksana. Menurutnya, pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru.

Ia turut mengingatkan agar Kompol Eduar mampu mempersiapkan diri secara mental dan psikologis dalam menghadapi perubahan kehidupan setelah tidak lagi berdinas aktif sebagai anggota Polri.

Selain itu, Kapolres mengingatkan pentingnya menghindari sikap Post Power Syndrome, yakni kondisi ketika seseorang sulit melepaskan kebiasaan dan pola pikir saat masih memiliki jabatan maupun kewenangan.

"Jabatan boleh berakhir, tetapi kehormatan, integritas, dan keteladanan harus tetap dijaga," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja Kompol Eduar selama menjabat sebagai Kabag Ops Polres Samosir. Bahkan, hingga menjelang masa purna tugas, yang bersangkutan dinilai tetap menunjukkan tanggung jawab dan melaksanakan tugas dengan baik.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada istri Kompol Eduar yang selama ini setia mendampingi dan memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas kepolisian. Kapolres menegaskan bahwa dukungan keluarga merupakan salah satu bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas anggota Polri.

Sementara itu, dalam penyampaian pesan dan kesannya, Kompol (Purn) Eduar, S.H., mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kapolres dan seluruh keluarga besar Polres Samosir atas perhatian, kepercayaan, serta kesempatan yang telah diberikan selama dirinya bertugas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan kerja dan personel atas kebersamaan, dukungan, serta hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama masa pengabdiannya di Polres Samosir.

Mengakhiri penyampaiannya, Kompol Eduar berharap hubungan silaturahmi dan kekeluargaan dengan seluruh personel tetap terjaga meskipun dirinya telah memasuki masa purna bakti.

Usai pelaksanaan upacara, suasana haru semakin terasa saat dilaksanakan prosesi pelepasan melalui tradisi Gerbang Pora sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada personel yang memasuki masa purna tugas.

Sebelum melewati Gerbang Pora, Kompol Eduar terlebih dahulu menerima pengalungan bunga serta pemberian cendera mata berupa ulos sebagai simbol penghormatan, kasih sayang, dan ungkapan terima kasih dari keluarga besar Polres Samosir.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kekeluargaan hingga berakhir sekitar pukul 09.25 WIB.

Pelepasan tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi Polri atas perjalanan panjang pengabdian Kompol (Purn) Eduar, S.H. Selamat memasuki masa purna bakti. Pengabdian boleh berakhir, namun dedikasi, loyalitas, dan keteladanan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polres Samosir.

(NR Sitohang)

Wabup Ariston Perkuat HKTI di 9 Kecamatan, Sabam Rajagukguk Dukung Perjuangan Kesejahteraan Petani

Artha-News com I Samosir, (K06/11/2026) - Wakil Bupati Samosir sekaligus Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Samosir, Ariston Tua Sidauruk, terus memperkuat kelembagaan HKTI hingga tingkat kecamatan sebagai wadah perjuangan aspirasi dan peningkatan kesejahteraan petani. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan sembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Samosir oleh DPD HKTI Sumatera Utara. Pelantikan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC HKTI Kabupaten Samosir di Aula Manihuruk, Jumat (06/11/2026),  mendapat dukungan Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk.

Pelantikan ini menjadi langkah strategis memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi HKTI dalam memperjuangkan aspirasi petani. Melalui Rakercab, jajaran pengurus juga membahas penyusunan program kerja tahun 2026 dengan mengedepankan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Samosir, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengoptimalkan potensi pertanian daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian II DPD HKTI Sumatera Utara Rafriandi Nasution, Sekretaris  DPD HKTI Sumatera Utara Muhammad Syah, Anggota DPRD Samosir Rinaldi Naibaho dan Basaruddin Situmorang, Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus serta Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk.

Sejalan dengan program swasembada pangan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Ariston menilai Samosir memiliki potensi pertanian yang besar untuk dikembangkan, khususnya komoditas jagung, kopi dan peternakan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang kuat dalam mengembangkan komoditas unggulan, memperluas kemitraan dan akses pemasaran, memanfaatkan teknologi pertanian serta mendorong regenerasi petani. "HKTI harus menjadi rumah bagi petani, tempat berdiskusi, berkolaborasi dan mencari solusi untuk kemajuan pertanian Samosir. Kita harus bergerak bersama, saling menguatkan dan memastikan organisasi ini memberikan manfaat nyata bagi petani," tegas Ariston.
Melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tersebut  berharap seluruh pengurus dapat menyusun program kerja yang realistis, terukur dan berorientasi pada kebutuhan petani, sehingga keberadaan HKTI benar-benar menjadi mitra strategis dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Samosir.

Sementara itu, Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi dan hasil panen, tetapi juga menyangkut kesejahteraan  petani. Menurutnya, hasil pertanian merupakan sumber pembiayaan berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari pendidikan anak, kesehatan, kebutuhan sehari-hari hingga modal untuk kembali menanam.

Ia meminta sembilan PAC yang baru dilantik menjadi garda terdepan dalam menggalang, mengoordinasikan dan memperjuangkan kebutuhan petani di wilayah masing-masing. HKTI diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah sekaligus penghubung petani untuk memperoleh akses penyuluhan, pupuk, pembiayaan usaha, bantuan pertanian dan berbagai program pemberdayaan.

Sabam juga menyampaikan dukungannya terhadap program swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan anggaran pemerintah terhadap sektor pertanian, perikanan, melalui perbankan dan BUMN harus dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas serta kesejahteraan petani. Ia juga mendorong pengembangan komoditas unggulan yang memiliki kualitas ekspor agar memberikan nilai tambah dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Sabam menyampaikan komitmennya untuk membantu pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir. Sebagai bentuk dukungan awal, ia menyebutkan rencana penyaluran sebanyak 20 ribu bibit kopi bagi petani Samosir. Ia juga membuka ruang pendampingan dan bantuan pengurusan dokumen yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan program pertanian melalui jalur pemerintah pusat.

"Saya melihat pertanian harus memberikan manfaat bagi kehidupan petani. Karena itu, PAC harus terus hadir mendampingi petani. Mari bersama-sama membantu pemerintah memajukan pertanian," ungkapnya.

Ketua Harian II DPD HKTI Sumatera Utara Rafriandi Nasution mengapresiasi kerja cepat ketua DPC HKTI Kabupaten Samosir yang telah menginisiasi pelantikan sembilan PAC. Ia berharap langkah tersebut diikuti dengan program kerja kolaboratif yang mampu memotivasi pengurus di tingkat kecamatan serta membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.

Rafriandi juga mendorong HKTI Samosir menetapkan setidaknya satu komoditas unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Menurutnya, Samosir memiliki posisi strategis sebagai kawasan pariwisata super prioritas yang dikenal hingga tingkat internasional. Potensi tersebut perlu diperkuat dengan pengembangan sektor pertanian agar pariwisata dan pertanian dapat tumbuh saling mendukung.

"Satu saja produk pertanian Samosir mampu menembus pasar ekspor, itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa. Karena itu, kreativitas, kualitas produk dan kemampuan petani harus terus dikembangkan. Saya berharap DPC HKTI menyusun program kolaborasi, memotivasi PAC dan memastikan bantuan pertanian dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.

(NR.Sitohang)

Jumat, November 06, 2026

Belum Kantongi PBG, Pemkab Samosir Hentikan Sementara Operasional Empat Bangunan Usaha

Artha-News com I Samosir, 
( 05/11/2026) - Penegakan aturan perizinan bangunan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Samosir. Tidak hanya melalui imbauan dan teguran tertulis, pemerintah daerah juga mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang belum memenuhi ketentuan perizinan. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, empat bangunan usaha di Kecamatan Pangururan yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dikenakan sanksi penghentian operasional sementara, Kamis (05/11/2026).

Turut hadir Kepala  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  Pilippi Simarmata, Kadis Perhubungan Laspayer Sipayung,  Plt. Kasat Pol PP Rikardo Sidabutar, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho dan Tim Terpadu Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan terhadap Pelaksanaan Peraturan Perundang-undangan di Kabupaten Samosir.

Tim terpadu  menyasar empat bangunan yang dimanfaatkan sebagai aula atau ruang pertemuan, tempat usaha perdagangan, rumah makan, dan hotel. Dalam pelaksanaannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memasang spanduk pemberitahuan penghentian sementara operasional di masing-masing lokasi sebagai penegasan bahwa kegiatan usaha belum diperkenankan berjalan sebelum persyaratan perizinan dipenuhi.

Langkah tersebut bukan dilakukan secara tiba-tiba. Sebelum sanksi diterapkan, pemerintah daerah telah menyampaikan teguran tertulis hingga teguran kedua serta memberikan kesempatan kepada pemilik bangunan untuk mengurus PBG. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, izin yang dipersyaratkan belum juga diterbitkan. Penertiban ini mengacu pada Peraturan Bupati Samosir Nomor 35 Tahun 2022 tentang Pengenaan Sanksi atas Kegiatan/Usaha yang Tidak Memiliki Perizinan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Samosir, Pilippi Simarmata, menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari pembinaan sekaligus penegakan aturan agar setiap pelaku usaha memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajiban perizinan sebelum menjalankan kegiatan usahanya.

"Sudah diberikan teguran tertulis dan penempelan stiker sebelumnya. Hari ini dilakukan pemasangan spanduk penghentian sementara operasional terhadap empat bangunan yang belum memiliki PBG. Ini merupakan langkah pembinaan agar pemilik usaha terlebih dahulu fokus mengurus perizinannya sebelum kembali beroperasi," jelas Pilippi.

Ia menegaskan, proses pengurusan izin yang sedang berjalan tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap melaksanakan kegiatan usaha. Operasional baru dapat kembali dilakukan setelah PBG resmi diterbitkan. Karena itu, pemilik bangunan diminta menunjukkan komitmen dengan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Menurutnya, salah satu kendala yang kerap ditemukan dalam proses pengurusan PBG adalah kurang optimalnya komunikasi antara pelaku usaha dengan konsultan yang digunakan untuk menyiapkan dokumen teknis dan gambar bangunan. Sejumlah berkas masih ditemukan tidak lengkap atau terdapat kekeliruan yang belum diperbaiki sesuai permintaan dalam sistem perizinan. Selain itu, kesadaran mengurus izin sebelum pembangunan juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

Pilippi menegaskan bahwa Pemkab Samosir tidak mempersulit masyarakat dalam memperoleh perizinan. Bahkan, pemerintah daerah membuka ruang konsultasi dan menyediakan pendampingan bagi masyarakat yang hendak mendirikan bangunan, termasuk melalui pemanfaatan konsultan yang difasilitasi pemerintah daerah dengan tetap mengikuti standar gambar dan persyaratan teknis yang berlaku. Ia berharap pelaku usaha dapat lebih proaktif berkoordinasi sehingga proses pengurusan berjalan baik dan tidak berlarut-larut.

Senada dengan itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Samosir, Rikardo Sidabutar, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah bersama perangkat daerah terkait. Penertiban dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tanpa mengesampingkan ketegasan dalam menerapkan aturan.

Ia juga mengharapkan kerja sama para pemilik usaha untuk segera melengkapi seluruh persyaratan perizinan. Bersama DPMPTSP, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta unsur tim terpadu lainnya, Satpol PP berkomitmen melanjutkan pengawasan dan menyusuri bangunan-bangunan yang belum memiliki PBG di wilayah Kabupaten Samosir.

Melalui langkah ini, Pemkab Samosir ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha dan pembangunan daerah berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Penegakan perizinan bukan semata-mata memberikan sanksi, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa setiap bangunan harus memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku demi ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat.

(NR.Sitohang)

Warga Pangalayungan Cipedes Keluhkan BPJS Tiba-tiba Nonaktif Saat Ingin Berobat


TASIKMALAYA KOTA, ARTHA‑NEWS.COM –Jumat, 6 November 2026.
Seorang warga Kelurahan 
Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, mengeluhkan 
kepesertaan BPJS Kesehatan jenis 
Penerima Bantuan Iuran (PBI) 
miliknya yang mendadak 
dinonaktifkan secara sepihak saat
hendak digunakan untuk berobat. 

Menurut keterangan petugas medis
setempat, kepesertaan jaminan 
kesehatan gratis tersebut 
dinonaktifkan dengan dalih sudah 
terlalu lama tidak pernah digunakan oleh yang bersangkutan.

Warga berinisial B.M.M (42), yang 
sehari‑hari bekerja sebagai buruh 
harian lepas, mengaku sangat 
terkejut saat mendapati kartu BPJS 
Kesehatan PBI miliknya dinyatakan 
tidak aktif lagi. Padahal, ia
menjelaskan bahwa kartu jaminan
sosial tersebut baru saja diaktifkan
kembali melalui prosedur resmi pada tahun 2025 lalu.

“Bukan saya tidak butuh jaminan
kesehatan, tapi namanya sehat kan
ada saatnya kami baru memakai
kartu itu. Ini tadi pas saya sedang 
sakit dan mau pakai ke fasilitas
kesehatan, kok malah tidak bisa.
katanya ada aturan baru dari pihak
BPJS Kesehatan, kalau jarang atau
tidak pernah digunakan maka
kepesertaannya otomatis dinonaktifkan,” keluh B.M.M saat diwawancarai awak media Artha‑News di
kediamannya, Jumat (06/11/2026).
 
Selain mengeluhkan kendala administrasi tersebut, ia juga mempertanyakan keakuratan dan rasa keadilan 
dalam proses verifikasi serta validasidata kemiskinan yang dilakukan oleh instansi terkait. Sebab, dalam satu 
Kartu Keluarga (KK) yang berisikan
tiga orang anggota, dua anggota
keluarga lainnya dinyatakan masih
aktif sebagai penerima bantuan,
sementara dirinya selaku kepala keluarga justru dinonaktifkan secara 
sepihak.
 
“Dalam satu KK itu kan kami 
totalnya ada tiga orang. Logikanya 
bagaimana, kok bisa‑bisanya dua 
orang anggota keluarga statusnya 
tetap aktif, sedangkan saya yang 
kepala keluarga justru ditutup 
kepesertaannya. Kalau memang maudinonaktifkan karena dianggap mampu, tutup saja semuanya, kenapa
harus satu‑satu begini,” tegas B.M.M dengan nada kecewa.
 
Lebih lanjut, B.M.M memaparkan 
bahwa dirinya diminta oleh petugas 
untuk mengurus ulang berkas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) 
dari tingkat rukun tetangga hingga
kelurahan agar kartu kepesertaannya bisa diaktifkan kembali. Ia menilai 
birokrasi dan prosedur pengaktifan 
ulang tersebut sangat menyulitkan
serta memberatkan masyarakat kecil, terlebih bagi warga miskin yang 
sedang didera penyakit dan membutuhkan penanganan medis secara 
cepat.
 
Sampai berita ini ditayangkan,
redaksi media Artha‑News telah berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi ke pihak‑pihak terkait. Namun,
pihak BPJS Kesehatan Cabang 
Tasikmalaya, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, maupun pihak Kelurahan
Panglayungan belum memberikan
keterangan atau rilis resmi mengenai regulasi serta mekanisme penonaktifan kepesertaan PBI tersebut.
Redaksi berkomitmen terus 
mengawal isu ini dan tetap
membuka ruang konfirmasi bagi
Instansi tersebut pada pemberitaan
selanjutnya demi asas 
keberimbangan informasi.
 
Pihak keluarga korban sangat
berharap ada transparansi serta
penjelasan terbuka dari pemangku
kebijakan, sekaligus solusi cepat
yang konkret. Mereka mendesak
agar sistem tata kelola data kemiskinan diperbaiki sehingga masyarakat
kurang mampu tidak terus‑menerus menjadi korban penonaktifan 
jaminan kesehatan sepihak tanpa 
adanya pemberitahuan terlebih 
dahulu.
 
(Jay Kuncir Panjaitan, Staf Redaksi Artha‑News)

Vonis Korupsi Samosir: Eks Kadinsos Fitri Agust Karo‑Karo Dijatuhi Satu Tahun Penjara

SAMOSIR – Artha‑News.com – Perkara dugaan penyalahgunaan dana bantuan bencana banjir bandang Kabupaten Samosir tahun anggaran 2024 akhirnya mendapatkan putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Medan pada Kamis 5 November 2026. Fitri Agust Karo‑Karo yang saat kejadian menjabat Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat serta Desa Kabupaten Samosir dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana penjara satu tahun.
 
Pembacaan putusan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Samosir Akwan Annas, S.H., M.H., Koordinator Tim Jaksa Penuntut Umum Herman Ronald M.P., S.H., M.H., beserta dua anggota tim jaksa yaitu Modana Hutajulu, S.H. dan Arina Pandiangan, S.H.
 
Sebelum putusan dibacakan, tim jaksa penuntut umum telah mengajukan tuntutan pidana penjara empat tahun (dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani), denda Rp 250 juta, kurungan pengganti denda tiga bulan, serta uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 516 298 000. Angka tuntutan ini jauh lebih berat dibandingkan vonis yang akhirnya dijatuhkan majelis hakim.
 
Majelis hakim menyatakan Fitri Agust Karo‑Karo terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perbuatan yang terbukti adalah penyalahgunaan kewenangan jabatan yang berpotensi menguntungkan diri sendiri maupun pihak lain sekaligus merugikan keuangan negara. Kerugian negara yang terungkap dalam persidangan mencapai Rp 516 298 000.
 
Meski kerugian negara tercatat ratusan juta rupiah, majelis hakim hanya menetapkan uang pengganti sebesar Rp 60 juta. Selain uang pengganti, terdakwa juga dijatuhi denda Rp 50 juta dengan kurungan pengganti dua bulan apabila denda tidak dibayar. Apabila uang pengganti Rp 60 juta tidak dibayar secara sukarela, harta benda milik terdakwa dapat disita lalu dilelang. Jika harta benda tidak mencukupi, kekurangannya diganti pidana penjara tiga bulan.
 
Barang‑barang bukti yang digunakan selama persidangan dikembalikan kepada tim jaksa penuntut umum untuk dipakai kembali pada perkara‑perkara lain yang masih berkaitan. Seluruh pertimbangan putusan diambil majelis hakim setelah menimbang fakta‑fakta hukum dari keterangan saksi, keterangan ahli, dokumen bukti hingga barang bukti yang diajukan ke ruang sidang. Sepanjang proses pembacaan putusan berlangsung, suasana ruang sidang terpantau aman, tertib dan kondusif tanpa gangguan.
 
Kejaksaan Negeri Samosir menyatakan tetap berkomitmen menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional, objektif, transparan serta akuntabel guna memberantas korupsi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
 
(NR. Sitohang)

10 Hari Operasi Patuh Toba 2026, Angka Kecelakaan Menurun, Polres Samosir Catat 22 Tilang

Artha-News com I SAMOSIR (5/11-2026) - Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 yang digelar Polres Samosir selama 10 hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 4 November 2026, menunjukkan hasil positif. Angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah penindakan tilang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada periode September hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 200 penindakan tilang terhadap pelanggaran lalu lintas, sementara angka kecelakaan lalu lintas mencapai 10 kejadian di wilayah hukum Polres Samosir.

Sementara itu, selama 10 hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, sejak 26 Oktober hingga 4 November 2026, Polres Samosir mencatat sebanyak 22 penindakan tilang dan 321 teguran tertulis kepada para pengguna jalan.

Dalam evaluasi pelaksanaan operasi tersebut, Kasatgas V BanOps, IPDA Surung Sagala, menerangkan bahwa pelanggaran yang dikenakan sanksi tilang didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua, di antaranya tidak menggunakan helm, tidak memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Terhadap para pelanggar tersebut, petugas memberikan sanksi tilang di tempat.

Selain penindakan melalui tilang, petugas juga memberikan sebanyak 321 teguran tertulis kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Adapun pelanggaran yang menjadi sasaran pemberian teguran meliputi pengendara atau penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm, kaca spion kendaraan tidak lengkap, salah satu pelat nomor polisi tidak terpasang, serta pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman atau safety belt.

Penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah penindakan tilang tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 Polres Samosir.

Keberhasilan tersebut tidak hanya dicapai melalui penindakan berupa tilang di tempat dan pemberian surat teguran kepada para pelanggar, tetapi juga didukung dengan berbagai kegiatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Operasi Patuh Toba 2026 turut mengoptimalkan kegiatan melalui Satgas Binluh (Pembinaan dan Penyuluhan), Satgas Dikmas (Pendidikan Masyarakat), serta Satgas Pengaturan dan Pencegahan.
Berbagai kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan di jalan raya.

Melalui pendekatan edukatif, preventif, dan represif yang dilaksanakan secara terpadu, Polres Samosir berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat, sehingga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Samosir dapat terus terjaga.

IPDA Surung Sagala menegaskan bahwa hingga saat ini Operasi Patuh Toba 2026 masih terus berlangsung. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

"Polisi bersama masyarakat, Oleh karena itu, kita harus saling menjaga. Kami menjaga masyarakat dan masyarakat juga harus saling menjaga dengan tetap mematuhi aturan berlalu lintas," ungkapnya.

Ia berharap tren penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Samosir dapat terus dipertahankan, sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Dengan demikian, pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

(NR.Sitohang)

Rabu, November 04, 2026

Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Internal, Hoky Minta Lima Hal Ini Diungkap Secara Transparan

Artha News – Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang terkait sistem penyadapan dan akses informasi elektronik di internal Kepolisian Negara Republik Indonesia Polri terus menyita perhatian publik. Sorotan tajam kini datang dari berbagai tokoh lintas organisasi yang mendesak penuntasan perkara ini secara transparan dan berkeadilan.
 
Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Ketua Umum APTIKNAS, Ir Soegiharto Santoso SH, yang akrab disapa Hoky, secara resmi menyampaikan siaran pers kepada sejumlah redaksi media pada Rabu 4 November 2026. Dalam keterangannya, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PERATIN dan Wakil Ketua Umum SPRI ini menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polri untuk mengusut tuntas perkara ini. Hoky memandang perkara sensitif ini harus dibongkar secara menyeluruh, objektif, transparan, serta wajib berpijak pada ketentuan hukum yang berlaku.
 
Hoky menegaskan dukungan terhadap langkah Polri untuk mengusut perkara ini secara profesional dan tuntas, tanpa pandang bulu. Hal itu termasuk apabila dalam proses penyidikan lanjutan ditemukan keterlibatan pejabat yang memiliki jabatan, kewenangan, maupun kedudukan strategis di lingkungan institusi kepolisian. Berdasarkan informasi yang telah disampaikan kepada publik, terdapat sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam siaran pers ini, nama mereka disebut menggunakan inisial LSP, ASN, dan EH, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta hak setiap orang untuk memperoleh proses peradilan yang adil.
 
Penyalahgunaan Teknologi Tidak Boleh Berlindung di Balik Kewenangan
 
Lebih lanjut, Hoky memandang bahwa teknologi penyadapan dan sistem pengelolaan informasi elektronik merupakan instrumen yang sangat sensitif. Oleh karena itu, penggunaannya harus didasarkan pada kewenangan yang sah, tujuan yang jelas, prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pengawasan yang memadai.
 
Apabila dugaan penyadapan dilakukan tanpa dasar hukum dan prosedur yang sah, atau terdapat tindakan mengakses maupun menghapus data elektronik secara tidak berwenang, maka hal tersebut merupakan persoalan serius yang harus dibuktikan dan diproses sesuai hukum. Menurut Hoky, kewenangan institusi tidak boleh menjadi ruang untuk melakukan tindakan di luar hukum. Sebaliknya, semakin besar kewenangan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab dan akuntabilitas yang harus dijalankan. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada konsistensi antara kewenangan, integritas, dan kepatuhan terhadap hukum.
 
Lima Hal Penting yang Harus Diungkap Secara Tuntas
 
Untuk memastikan perkara ini tidak berhenti pada penetapan tersangka semata, Hoky mendorong agar proses penyidikan oleh tim penyidik dapat mengungkap secara terang sejumlah aspek penting berikut ini.
 
Dasar hukum dan otorisasi penyadapan. Apakah setiap tindakan penyadapan telah memiliki dasar hukum, persetujuan, dan prosedur yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan?
 
Pihak yang memberikan perintah dan pelaksana teknis. Siapa saja yang mengetahui, memerintahkan, menyetujui, maupun melaksanakan tindakan tersebut, serta bagaimana rantai komando dan tanggung jawabnya?
 
Tujuan dan pihak yang menjadi sasaran. Apa tujuan penggunaan sistem penyadapan tersebut, siapa pihak yang menjadi sasaran, dan apakah tindakan itu benar-benar berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum yang sah?
 
Integritas dan jejak digital. Apakah terdapat tindakan pengubahan, penghapusan, atau penyembunyian data elektronik, siapa yang melakukannya, serta bagaimana bukti digital dan rantai penguasaannya dapat dipastikan tetap terjaga?
 
Pertanggungjawaban hukum dan kelembagaan. Apabila dugaan pelanggaran terbukti, seluruh pihak yang memiliki peran dan tanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum, tanpa pengecualian karena jabatan atau kedudukan.
 

Pengungkapan kelima aspek tersebut dinilai sangat penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh. Publik tidak hanya disuguhkan informasi mengenai siapa yang ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga bagaimana peristiwa tersebut terjadi, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah terdapat persoalan tata kelola maupun pengawasan sistem yang perlu diperbaiki.
 
Apresiasi terhadap Kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
 
Dalam kesempatan yang sama, Hoky turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang telah menerima amanah untuk memimpin institusi Polri. Pergantian kepemimpinan di tubuh Polri merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, tegas, dan berkeadilan. Hoky berharap semangat Polri Bersama Masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam membangun institusi kepolisian yang semakin terbuka, akuntabel, humanis, serta tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan kewenangan.
 
Di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Hoky berharap penanganan perkara ini dapat menjadi salah satu bukti nyata komitmen Polri untuk melakukan pembenahan dari dalam, mengungkap setiap dugaan pelanggaran secara objektif, serta menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa melihat pangkat, jabatan, maupun kedudukan. Menurutnya, integritas kepemimpinan seorang Kapolri diuji bukan hanya dalam menindak pelanggaran di luar institusi, tetapi juga dalam memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran di dalam tubuh Polri ditangani secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab. Hoky berharap Kapolri dapat memastikan proses penegakan hukum berjalan secara independen, berbasis alat bukti, serta bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan. Ketegasan dan keadilan harus berjalan beriringan.
 
Menjaga Integritas Polri dan Kepercayaan Publik
 
Hoky menilai bahwa penanganan perkara ini merupakan momentum krusial bagi Polri untuk menunjukkan komitmen terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, dan supremasi hukum. Tidak boleh ada intervensi, perlakuan istimewa, ataupun upaya menghambat pengungkapan fakta. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan pihak lain, siapa pun orangnya, maka harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
 
Di sisi lain, Hoky mengingatkan seluruh pihak agar tidak membangun opini yang mendahului proses pembuktian resmi. Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap memiliki hak untuk membela diri dan memperoleh proses peradilan yang adil. Kebenaran harus ditentukan melalui pembuktian hukum, bukan melalui penghakiman di ruang publik. Media massa juga diharapkan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, khususnya prinsip akurasi, keberimbangan, verifikasi informasi, dan penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah.
 

Momentum Memperkuat Keamanan dan Tata Kelola Digital Nasional
 
Dalam perspektif industri teknologi informasi dan hukum teknologi, Hoky menegaskan bahwa keamanan digital tidak hanya berbicara mengenai kecanggihan teknologi, tetapi juga menyangkut tata kelola, kepatuhan hukum, perlindungan data, etika penggunaan teknologi, serta tanggung jawab setiap pihak yang memiliki akses terhadap sistem elektronik. Sistem yang canggih sekalipun dapat menimbulkan risiko serius apabila digunakan tanpa pengawasan, pengendalian, dan akuntabilitas yang memadai.
 
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat keamanan siber nasional, pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2026 yang lalu, APTIKNAS bersama Badan Siber dan Sandi Negara BSSN RI telah menyelenggarakan National Cybersecurity Connect NCC 2026. Kegiatan nasional ini menjadi salah satu wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, industri teknologi informasi, asosiasi, akademisi, praktisi keamanan siber, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membahas tantangan dan memperkuat kolaborasi menghadapi ancaman keamanan siber di era transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial AI.
 
Menurut Hoky, penyelenggaraan NCC 2026 tersebut semakin menegaskan bahwa keamanan siber harus menjadi tanggung jawab bersama. Penguatan teknologi harus berjalan seiring dengan penegakan hukum, perlindungan data, pengawasan terhadap penggunaan teknologi, serta kepastian pertanggungjawaban atas setiap tindakan yang dilakukan melalui sistem elektronik. Oleh karena itu, Hoky berharap perkara ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola penggunaan teknologi penyadapan, perlindungan data elektronik, pengawasan akses terhadap sistem digital, serta mekanisme pertanggungjawaban bagi setiap pejabat dan pihak yang diberikan kewenangan. Hoky juga mendorong penguatan sinergi antara Polri, pemerintah, industri teknologi informasi, asosiasi, akademisi, dan para praktisi hukum untuk membangun ekosistem digital nasional yang aman, terpercaya, bertanggung jawab, dan berlandaskan hukum.
 
Penegakan Hukum Harus Tegas, Adil, dan Tidak Tebang Pilih
 
Sebagai penutup, Hoky menegaskan bahwa dukungan terhadap Polri bukan berarti memberikan pembenaran terhadap setiap tindakan aparat. Justru dukungan yang konstruktif harus disertai dorongan agar institusi Polri senantiasa menjunjung tinggi hukum, integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum karena jabatan atau kedudukannya. Namun, tidak boleh pula ada pihak yang dinyatakan bersalah sebelum terbukti melalui proses peradilan yang sah.
 
Hoky mendukung penuh Polri untuk mengungkap perkara ini sampai tuntas, menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta melakukan pembenahan apabila ditemukan kelemahan dalam tata kelola dan pengawasan internal. Integritas institusi penegak hukum harus dijaga melalui keberanian mengungkap kebenaran, termasuk apabila fakta yang ditemukan menyangkut orang-orang di dalam institusi itu sendiri. Semoga penanganan perkara ini berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, serta menjadi momentum untuk memperkuat marwah Polri dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.


(Hendr)

Selasa, November 03, 2026

Tekan Geng Motor, Organisasi Kepemudaan Bungursari Tasikmalaya Diajak Benahi Lingkungan Sendiri

TASIKMALAYA KOTA, 3 November 2026 — Artha-News.com - Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Organisasi Kepemudaan Tahun 2026 diadakan di Aula Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026). Acara yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini menghadirkan narasumber kepemudaan untuk membangkitkan kembali peran aktif pemuda di tingkat kelurahan dan RW.
 
Langkah ini dinilai penting di tengah tantangan disrupsi informasi serta maraknya persoalan sosial remaja saat ini. Narasumber kegiatan, Farid, menilai edukasi ini sangat relevan karena banyak pemuda hari ini kehilangan arah akibat banjir isu yang tidak jelas di media sosial.
 
"Respon peserta cukup bagus, meski kebanyakan usianya sudah tidak muda lagi. Justru ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas di lingkungan. Banyak pemuda terpontang-panting oleh isu-isu yang berseliweran," ujarnya.
 
Solusi Mengatasi Geng Motor: Benahi Dulu Lingkungan Sendiri
 
Menanggapi pertanyaan peserta terkait maraknya aksi geng motor di Tasikmalaya, Farid menegaskan bahwa pendekatan preventif harus dimulai dari lingkungan terkecil, bukan langsung menyalahkan pihak luar.
 
"Jangan dulu bicara geng motor besar di luar. Benahi dulu lingkungan kita sendiri. Mulai dengan mendata pemuda kita, tetangga kita, yang knalpotnya brong, plat nomornya tidak ada, motornya tidak lengkap. Itu diedukasi oleh organisasi kepemudaan di lingkungannya," tegasnya.
 
Ia menekankan, organisasi kepemudaan tidak boleh terus bertumpu pada pemerintah yang lebih tinggi. Gerakan perubahan harus dimulai mandiri dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
 
Mengaktifkan Pemuda Lewat Isu Sampah dan Keamanan
 
Menurut Farid, cara paling efektif mencegah pemuda terlibat dalam kenakalan remaja adalah dengan mengaktifkan kembali organisasi melalui kegiatan yang dibutuhkan masyarakat.
 
Beberapa program kerja nyata yang bisa diambil oleh organisasi kepemudaan tingkat RW meliputi:
 
Pengelolaan Sampah Lokal: Mempelopori gerakan memungut sampah hingga memilah residu yang bisa didaur ulang menjadi sumber kas organisasi
 
Keamanan dan Ketertiban: Hadir dan aktif menjaga kondusivitas lingkungan bersama warga
 
Aksi Nyata Mandiri: Fokus pada penyelesaian masalah terdekat tanpa harus menunggu konsep yang megah
 
"Harapannya pelatihan ini bukan hanya datang ke aula lalu selesai. Tapi langsung praktik di lingkungan sendiri. Lirik kanan-kiri, masalah apa di sekitar kita, bereskan dengan kekuatan pemuda secara organisatoris. Jangan jalan sendiri-sendiri," tambahnya.
 
Sentuhan Seni Budaya agar Pemuda Tidak Loyo
 
Hal menarik dari kegiatan di Kecamatan Bungursari kali ini adalah adanya dialog kepemudaan yang menyentuh wilayah seni dan kebudayaan, sebuah pendekatan yang dinilai masih jarang dilakukan.
 
"Dialog kepemudaan yang menyentuh kebudayaan itu jarang. Padahal budaya itu wilayah abu-abu yang menohok perasaan, nilai, dan etika. Segala sesuatu kalau tidak ada sentuhan seni dan budaya akan terasa hambar," ungkapnya.
 
Ia melihat potensi kearifan lokal di Bungursari sangat luar biasa. Jika digali oleh generasi muda yang kuat secara seni dan budaya, sektor ini bisa menjadi kebanggaan untuk Kota Tasikmalaya.
 
"Kalau tidak disentuh seni dan budaya, pemuda bisa menjadi liar dan loyo," pungkasnya.
 
 
Reporter: Jay Kuncir Panjaitan — Staf Redaksi Artha-News