Selasa, Oktober 27, 2026

Wali Murid Bahagia, Rehab Ruang Kelas SDN Karangsari Tasikmalaya Senilai Rp136 Juta, KBM Kini Lebih Nyaman

TASIKMALAYA, Artha-News.com — Kebahagiaan dirasakan wali murid SDN Karangsari, Kabupaten Tasikmalaya, dengan selesainya rehabilitasi ruang kelas sekolah mereka. Selama ini kondisi ruang kelas yang rusak membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman. Kini, dengan adanya perbaikan tersebut, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan kondusif.
 
Berdasarkan Papan Informasi Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, proyek dengan nomor 000.3/14068/SD/2026 ini mulai dikerjakan pada 5 Oktober 2026. Paket pekerjaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas SDN Karangsari bersumber dari APBD Dana Alokasi Umum (DAU) 2026 senilai Rp136.815.143,57, dilaksanakan oleh CV. Gemini selama 80 hari kalender.
 
"Alhamdulillah kami sebagai wali murid sangat bahagia dengan adanya rehab kelas ini. Anak-anak kami jadi belajarnya nyaman, tidak khawatir lagi atap bocor atau lantai rusak. Terima kasih untuk Pemda Tasikmalaya dan Disdik," ungkap salah satu wali murid SDN Karangsari kepada Artha-News.com.
 
Dengan ruang kelas yang telah direhab, diharapkan prestasi siswa semakin meningkat dan guru pun lebih bersemangat dalam mengajar. Perbaikan infrastruktur pendidikan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi generasi penerus di Kabupaten Tasikmalaya.
 
(Yana - Artha-News)

Pemkot Cimahi Matangkan Rencana Pangan dan Gizi 2026–2030, Stunting Jadi Perhatian

CIMAHI, Artha-News.com — Pemerintah Kota Cimahi mematangkan langkah strategis dalam mengamankan masa depan kesehatan dan ketahanan masyarakat melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD PG BPSDL) Tahun 2026–2030. Konsultasi publik digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Selasa, 27 Oktober 2026. Langkah ini diambil guna menghimpun masukan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
 
Kegiatan krusial tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah Pemerintah Kota Cimahi, instansi vertikal, Bulog, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), PKK, organisasi profesi, kelompok tani, dunia usaha, hingga tim teknis penyusun.
 
Konsultasi publik diawali dengan pemaparan materi dan diskusi kelompok terarah, dilanjutkan penyampaian masukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta arahan penutup Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
 
Paparan utama disampaikan oleh Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, M.S., Lektor Kepala Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, bersama tim MWA Training & Consulting, yakni Marina Noor Prathivi, S.TP., M.M., dan Wilaga Azman Kharis, S.E., M.Si.
 
Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan matriks rencana aksi, terutama penentuan prioritas kegiatan, indikator dan target, serta pembagian peran antarpihak. Peserta juga menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan usulan perbaikan berdasarkan kebutuhan wilayah maupun layanan masing-masing.
 
Masukan turut disampaikan Firstea Octa Merryana, S.Pt., M.Si., Perencana Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat. Seluruh saran dari pemerintah provinsi dan peserta menjadi bahan penelaahan tim penyusun bersama perangkat daerah sebelum dokumen dan matriks rencana aksi difinalisasi.
 
Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, S.T., M.M., menjelaskan bahwa penyusunan RAD PG BPSDL telah melalui tiga kali forum diskusi kelompok. FGD pertama pada Juli 2026 membahas evaluasi pelaksanaan tahun 2025 dan pemetaan permasalahan. FGD kedua pada Agustus memperdalam data serta indikator, sedangkan FGD ketiga pada September mempertajam rancangan dokumen dan matriks rencana aksi.
 
Selain melalui diskusi langsung, masukan konsultasi publik juga dihimpun menggunakan lembar saran agar peserta yang belum sempat menyampaikan pendapat secara lisan tetap dapat memberikan kontribusi.
 
Dalam arahan penutup, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengapresiasi kontribusi perangkat daerah, narasumber, dan seluruh peserta. Ia meminta hasil konsultasi publik ditindaklanjuti menjadi penyempurnaan rancangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
Menurut Ngatiyana, keberhasilan pembangunan pangan dan gizi harus tercermin dari ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta tersedianya makanan bergizi bagi keluarga. Penguatan potensi pangan lokal juga perlu diiringi ketahanan pasokan dan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim.
 
Kondisi Kota Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia mendorong penguatan kerja sama antardaerah, pemanfaatan pekarangan, pertanian perkotaan, Kelompok Wanita Tani, serta pengembangan UMKM pangan. Selain itu, distribusi pangan dan kesiapan cadangan pangan perlu diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
 
Ngatiyana juga menekankan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok sasaran pada seribu hari pertama kehidupan, disertai upaya pemenuhan gizi remaja dan calon ibu.
 
(Ari .M - Artha-News)

HUT ke-27 IPJI: Tantangan Jurnalis di Era AI, Menjaga Integritas dan Mengawal Kepentingan Publik


CIMAHI, Artha-News.com — Peringatan HUT ke-27 IPJI menjadi momentum krusial bagi insan pers nasional untuk merefleksikan peran media di tengah gempuran teknologi modern. Memasuki usia ke-27 tahun yang diperingati pada 28 Oktober 2026, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) kembali menegaskan pentingnya peran organisasi profesi dalam ekosistem pers dan kepenulisan nasional. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tantangan dunia media bukan lagi sekadar kecepatan menyampaikan informasi, melainkan juga menyangkut integritas, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
 
Sebagai wadah berhimpunnya para penulis, jurnalis, dan insan media, IPJI diharapkan terus beradaptasi dengan dinamika zaman. Penasehat IPJI, Dra. Ai Mulyani, M.Pd., yang akrab disapa Bunda Ai, menekankan bahwa keberadaan organisasi profesi tidak boleh sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi harus hadir sebagai kekuatan nyata dalam melindungi, membina, dan mengarahkan profesi kepenulisan menuju praktik yang bermartabat.
 
"Pers dan penulis bukan sekadar penyampai informasi, melainkan perisai keadilan sosial bagi masyarakat. Di tengah kompleksitas zaman saat ini, kemandirian moral dan perlindungan terhadap hak-hak publik adalah prinsip mutlak yang harus terus dijaga," ujar Bunda Ai di Cimahi.
 
Urgensi Keanggotaan dalam Organisasi Profesi
 
Peran organisasi profesi seperti IPJI kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Seberapa penting keberadaannya, dan apakah keanggotaan dalam organisasi profesi merupakan kewajiban bagi penulis maupun jurnalis?
 
Kemerdekaan pers dan kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta peraturan perundang-undangan terkait. Keikutsertaan dalam organisasi profesi bukanlah kewajiban universal bagi setiap orang yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis.
 
Meski demikian, organisasi profesi dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, dan mendorong penegakan etika profesi. Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis dan penulis dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan, sengketa pemberitaan, hingga persoalan hukum.
 
Dalam konteks tersebut, organisasi profesi dapat berperan memberikan pendampingan, advokasi sesuai kapasitasnya, serta penguatan pemahaman terhadap hukum dan Kode Etik Jurnalistik. Dukungan tersebut penting agar para anggotanya dapat menjalankan profesi secara profesional, bertanggung jawab, dan tetap menghormati hak-hak masyarakat.
 
Mengawal Kebijakan Publik melalui Fungsi Kontrol Sosial
 
Dalam tata kelola pemerintahan, peran strategis pers tidak terletak pada kewenangan eksekutif maupun legislatif, melainkan pada kemampuannya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta.
 
IPJI memiliki ruang untuk mendorong penguatan profesionalisme anggotanya dalam mengawasi kebijakan publik. Melalui karya jurnalistik dan tulisan yang kritis, jurnalis dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik, serta mendorong penyelenggara pemerintahan agar menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
 
Dalam isu-isu penting, seperti perlindungan hak masyarakat dan penegakan hukum, pemberitaan yang didukung data dan verifikasi dapat menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan menjunjung independensi, menghindari konflik kepentingan, serta memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.
 
Pengaruh organisasi profesi pada akhirnya perlu dibangun melalui kualitas karya, integritas, dan kepercayaan publik, bukan semata-mata melalui besarnya jaringan atau kedekatan dengan pemangku kepentingan.
 
Menyongsong Masa Depan Pers di Era Kecerdasan Buatan
 
Peringatan HUT ke-27 IPJI mengusung tema "Jurnalis Berdaya di Era AI, Bersatu Membangun Kemandirian dan Mengawal Perlindungan Masyarakat". Tema ini menjadi momentum refleksi bagi insan pers dan penulis untuk menghadapi perubahan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
 
Kecerdasan buatan dapat membantu proses pencarian informasi, pengolahan data, penyusunan materi, dan berbagai pekerjaan pendukung jurnalistik. Namun, teknologi tersebut tidak menggantikan tanggung jawab manusia dalam memverifikasi fakta, menjaga akurasi, melindungi sumber, dan mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.
 
Karena itu, peningkatan kompetensi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan etika, independensi, dan kemampuan berpikir kritis. Pemanfaatan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menjadi jalan pintas yang mengabaikan verifikasi maupun berpotensi menyebarkan informasi keliru.
 
Di usia ke-27 tahun, IPJI diharapkan terus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, dan memperluas kontribusi dalam kehidupan pers nasional. Kemandirian organisasi serta komitmen terhadap kepentingan publik menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan zaman.
 
Selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia. Semoga IPJI semakin solid, profesional, dan konsisten mengawal kepentingan masyarakat melalui karya yang berintegritas dan bertanggung jawab.
 
(Ari M)

Jalan Provinsi di Tagog Buniasih Jadi Tempat Sampah, Warga Desak Pemerintah Bertindak

TASIKMALAYA, Artha-News.com — Pemandangan memprihatinkan terlihat di sepanjang Jalan Provinsi, tepatnya di kawasan Kampung Tagog, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Jalan yang seharusnya bersih, rapi, dan menjadi akses utama masyarakat yang melintas antarwilayah, kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar yang mengganggu keindahan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
 
Berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan oleh tim redaksi Artha-News.com pada Selasa, 27 Oktober 2026, tumpukan sampah berbagai jenis terlihat berserakan di sepanjang bahu jalan. Mulai dari sampah plastik kemasan, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga lainnya menumpuk cukup tinggi. Tidak hanya merusak pemandangan, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau yang tidak sedap dan berpotensi menjadi sarang penyakit bagi warga yang tinggal di sekitar maupun pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
 
Melihat kondisi yang semakin memburuk, masyarakat setempat menyampaikan harapan agar pihak Pemerintah Desa Buniasih dan Pemerintah Kecamatan Kadipaten segera turun tangan menangani masalah ini. Warga meminta agar tumpukan sampah segera dibersihkan sekaligus dicarikan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
 
"Kami sebagai masyarakat berharap pihak Desa Buniasih dan Kecamatan segera turun tangan. Jangan biarkan jalan provinsi jadi tempat sampah. Kasihan warga yang melintas mencium bau, apalagi ini jalan utama," ujar salah seorang warga Kampung Tagog kepada Artha-News.com.
 
Warga juga mengingatkan, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan sampah akan semakin menumpuk, menimbulkan berbagai jenis penyakit, serta merusak citra dan keindahan Desa Buniasih di mata masyarakat luas.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Desa Buniasih maupun pihak Kecamatan Kadipaten terkait rencana penanganan pembuangan sampah liar tersebut di lokasi. Redaksi Artha-News.com akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait dan memantau perkembangan situasi di lapangan.
 
(Yana)

Operasi Patuh Lodaya 2026: Polres Banjar Gencarkan Edukasi dan Teguran Humanis di Jalan

KOTA BANJAR, ARTHA NEWS – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan Satlantas Polres Banjar melalui Operasi Patuh Lodaya 2026. Bukan hanya menegur pelanggar, petugas juga memberikan helm secara langsung kepada pengendara yang tidak mengenakannya. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat memahami bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar menghindari sanksi.
 
Kegiatan berlangsung di Simpang Empat Soponyono, Kota Banjar, Selasa (27/10/2026) pagi. Kasat Lantas Polres Banjar bersama jajaran Satlantas dan anggota Dinas Perhubungan turun langsung menyapa pengguna jalan, memberikan imbauan, serta menegur pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
 
Di lokasi tersebut, Kasat Lantas Polres Banjar secara langsung menyerahkan helm kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakannya. Pemberian itu menjadi pesan sederhana tetapi penting: perlengkapan keselamatan harus digunakan sebelum perjalanan dimulai, bukan baru disadari ketika bahaya sudah terjadi.
 
Pendekatan Edukatif dan Humanis Satlantas Polres Banjar
 
Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Priyo Sumbodo, S.E., menegaskan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
 
"Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya karena ada petugas yang mengawasi. Kami mengingatkan setiap pengendara agar selalu menggunakan helm karena keselamatan diri merupakan hal utama saat berkendara. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas," ujarnya.
 
Perhatian petugas juga tertuju kepada orang tua yang membonceng anak tanpa menggunakan helm. Mereka diberikan imbauan agar tidak mengabaikan perlindungan anak selama perjalanan. Sementara itu, orang tua yang telah membiasakan anak menggunakan helm mendapatkan apresiasi dari petugas.
 
Tertib Berlalu Lintas Dimulai dari Lingkungan Keluarga
 
Bagi kepolisian, kebiasaan tertib berlalu lintas perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan dirinya, tetapi juga harus memastikan anak yang dibonceng terlindungi. Penggunaan helm bagi anak bukan persoalan sepele, melainkan langkah penting untuk mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.
 
Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Turjagwali, Kanit Gakkum, Kanit Kamsel, personel Satlantas Polres Banjar, serta anggota Dinas Perhubungan. Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari upaya mewujudkan tema Operasi Patuh Lodaya 2026, yakni "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan."
 
Melalui kegiatan ini, Polres Banjar mengajak masyarakat untuk tidak memandang aturan lalu lintas sebagai beban, melainkan sebagai perlindungan bagi setiap pengguna jalan. Sebab, satu helm yang dikenakan dan satu keputusan untuk berkendara dengan tertib dapat menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun keluarga.
 
Artha-News Kabiro Rena Yusnita

Anak 16 Tahun di Samosir Diancam Senapan Angin, Ibu Lapor Polisi

SAMOSIR, Artha-News.com — Dugaan tindak pidana pengancaman terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Samosir kembali memicu keprihatinan mendalam. Seorang ibu berinisial RS resmi melayangkan laporan ke Polres Samosir pada Selasa (27/10/2026). Langkah hukum ini diambil setelah anak kandungnya yang baru berusia 16 tahun diduga diancam dibunuh oleh sejumlah orang dewasa menggunakan senjata tajam dan senapan angin.
 
Peristiwa mencekam yang menimpa remaja di bawah umur ini terjadi di Desa Sijambur, Dusun III, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
 
Kronologi Dugaan Pengancaman di Desa Sijambur
 
Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh redaksi Artha-News.com, peristiwa tersebut bermula pada Senin malam (26/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah membeli minyak goreng dari kedai terdekat.
 
Di tengah jalan, sepeda motor yang dikendarai korban mendadak mogok. Korban kemudian berusaha memperbaiki kendaraannya sambil sesekali menggas mesin motor. Namun, situasi berubah menjadi menegangkan ketika tiga orang pria dewasa berinisial MS, HS, dan JS berjalan mendekati korban.
 
Ketiga terduga pelaku diduga membawa senjata tajam dan senapan angin. Muncul dugaan bahwa orang-orang tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras tradisional (tuak). Karena merasa terancam dan ketakutan, korban langsung memacu sepeda motornya untuk menyelamatkan diri ke rumah.
 
Korban Trauma Akibat Ancaman Pembunuhan
 
Tidak berhenti di situ, intimidasi diduga berlanjut hingga ke sekitar area rumah korban. Ibu korban, RS, mengaku melihat langsung keberadaan para terduga pelaku yang masih memegang senjata tajam dan senapan angin tidak jauh dari halaman rumahnya.
 
RS juga mendengar langsung ucapan bernada ancaman pembunuhan yang dilontarkan dalam bahasa daerah.
 
"Ikkon hupamate doho," ujar RS menirukan ucapan pelaku, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti: "Kalian harus kubunuh."
 
Akibat insiden ini, kondisi psikologis korban yang masih tergolong anak di bawah umur mengalami trauma berat. Keluarga korban kini dicekam ketakutan hebat dan merasa tidak aman untuk keluar rumah.
 
"Kami sangat berharap Polres Samosir segera memproses kasus ini. Anak saya trauma dan merasa tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Kami semua jadi takut keluar rumah," ungkap RS saat memberikan keterangan.
 
Keluarga Desak Polres Samosir Ambil Tindakan Tegas
 
Laporan resmi yang diajukan oleh keluarga korban kini menjadi perhatian publik, khususnya terkait perlindungan anak dan penegakan hukum di wilayah hukum Kabupaten Samosir. Mengingat korban masih berusia 16 tahun, kasus dugaan pengancaman dengan senjata tajam ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
 
Masyarakat dan pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum Polres Samosir untuk segera:
 
- Melakukan penyelidikan menyeluruh berdasarkan laporan kepolisian yang ada
- Memeriksa keterangan saksi-saksi, pelapor, serta korban di bawah umur dengan pendampingan khusus
- Mendalami dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata tajam serta senapan angin dalam insiden tersebut
- Memberikan jaminan keamanan dan perlindungan kepada korban dan saksi agar terbebas dari intimidasi lanjutan
 
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Artha-News.com masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi dan pernyataan resmi dari pihak Polres Samosir serta pihak-pihak terlapor guna menyajikan pemberitaan yang berimbang dan objektif sesuai asas praduga tak bersalah.
 
(Artha-News.com / NR.Sitohang)
 
 

Pemkab Samosir Salurkan Alsintan Kementan, Perluasan Lahan Bawang Putih Jadi Prioritas Nasional

Samosir, Artha-News — Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat fondasi pertanian daerah melalui sinergi strategis dengan pemerintah pusat. Berkat perjuangan dan usulan yang disampaikan ke tingkat pusat, Kementerian Pertanian Republik Indonesia akhirnya menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada 51 kelompok tani di Kabupaten Samosir. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di lingkungan Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, pada Senin (26/10/2026).

Rincian Bantuan Alsintan yang Diserahkan

Bantuan yang disalurkan bukan sekadar peralatan biasa, melainkan pendorong modernisasi pertanian di daerah. Rinciannya meliputi:

- 6 unit traktor roda empat — difokuskan untuk pembukaan dan perluasan lahan baru

- 1 unit traktor tangan (hand tractor) — untuk memudahkan pengolahan tanah

- 44 unit pompa air — mendukung sistem irigasi di lahan pertanian

Perangkat ini diharapkan dapat meringankan beban fisik petani sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di ladang, sehingga waktu dan biaya produksi dapat ditekan secara signifikan.

Perluasan Lahan Bawang Putih Jadi Fokus Utama

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa traktor roda empat yang diterima harus difungsikan secara khusus untuk membuka dan memperluas lahan tanam bawang putih. Langkah ini sejalan dengan penunjukan Samosir sebagai daerah sentra dan penyedia bibit bawang putih nasional.

"Bantuan ini merupakan hasil sinergitas dengan Kementerian Pertanian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Samosir telah dipilih sebagai daerah penghasil bibit bawang putih nasional — bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan hasil kajian ilmiah dari BRIN yang menegaskan kesesuaian iklim dan tanah kita untuk komoditas ini," jelas Vandiko.

Hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa satu hektar lahan di Samosir mampu menghasilkan sekitar 10 ton bawang putih. Potensi ini dinilai sangat strategis mengingat kebutuhan bibit bawang putih nasional masih besar dan sebagian masih dipenuhi melalui impor.


"Kalau Samosir sudah mampu memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera saja, pencapaian itu sudah luar biasa. Mari kita luaskan lahan, tingkatkan produksi, dan pastikan keuntungan kembali ke petani," ajak Vandiko.

Pengawasan Ketat & Komitmen Pemkab Samosir

Vandiko juga mengingatkan bahwa memperoleh bantuan dari pemerintah pusat bukanlah hal yang mudah, karena setiap daerah bersaing untuk prioritas anggaran. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus diawasi dengan ketat.

"Penggunaannya harus dipantau sebaik mungkin. Jangan sampai alat ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang atau justru tersimpan di gudang tanpa digunakan," tegasnya.

Meskipun diberikan secara gratis, Pemkab Samosir akan melakukan evaluasi berkala. Jika ditemukan kelompok yang tidak memanfaatkan dengan sungguh-sungguh, bantuan dapat dialihkan kepada kelompok tani lain yang lebih siap dan berkeinginan kuat untuk berkembang. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan hingga masa panen tiba.

Apresiasi dari Para Petani

Bantuan ini disambut dengan rasa syukur oleh para penerima. Muara M Situmorang, perwakilan Kelompok Tani Satahi di Kecamatan Pangururan, menyampaikan terima kasih atas perjuangan Pemkab Samosir yang telah mengantarkan kebutuhan warga hingga ke tingkat pusat.

"Semoga Bapak senantiasa sehat dan kuat dalam memajukan pertanian Samosir," ucapnya tulus.

Senada dengan itu, Franseda Sianipar dari Kelompok Tani Sihole, Kecamatan Sianjur Mula Mula, menyampaikan kebanggaannya. "Kami sangat berterima kasih. Kami bangga dan bahagia mendapat dukungan ini. Kami akan merawat dan mempergunakannya sebaik mungkin," katanya penuh harap.

Penyaluran Alsintan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat berjalan seirama, kemajuan pertanian bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju kesejahteraan yang berakar dari kekuatan lokal.

(NR.Sitohang)

  

Senin, Oktober 26, 2026

BAZNAS Tasikmalaya Buka Suara Soal Isu Pemotongan Zakat 2,5 Persen Pendapatan ASN

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Kabar mengenai dugaan pemotongan sepihak sebesar 2,5 persen dari penghasilan bulanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akhirnya mendapatkan penjelasan resmi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat.
 
Klarifikasi ini diterbitkan untuk menjawab pertanyaan publik sekaligus meluruskan kabar burung yang beredar di masyarakat mengenai mekanisme pengelolaan dana zakat profesi tersebut.
 
Konfirmasi Resmi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya
 
Melalui surat jawaban resmi bernomor 216/BAZNAS-TSM/IX/2026, Kepala BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya memberikan penjelasan tertulis atas surat permohonan keterangan yang dilayangkan oleh redaksi Artha-News.
 
Dalam keterangan resminya, BAZNAS menegaskan bahwa angka 2,5 persen tersebut bukanlah pemotongan paksa ataupun kebijakan anggaran yang mengikat secara sepihak dari pemerintah daerah. Sistem tersebut melainkan mekanisme penyaluran zakat penghasilan atas dasar keikutsertaan sukarela dari masing-masing pegawai.
 
Berikut adalah lima poin penjelasan resmi yang disampaikan oleh BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya:
 
Bersifat Sukarela: Pemotongan zakat hanya dilakukan apabila ASN yang bersangkutan telah memberikan persetujuan tertulis. Tidak ada paksaan maupun pemotongan otomatis secara massal dari sistem kepegawaian.
 
Bukan Pemotongan Anggaran Pemda: Sumber dana murni berasal dari kesadaran pribadi para ASN selaku muzakki (wajib zakat), bukan bagian dari kebijakan anggaran operasional pemerintah daerah.
 
Mekanisme Administrasi Jelas: ASN yang bersedia menyalurkan zakatnya wajib mengisi surat pernyataan resmi di atas meterai. Dokumen tertulis inilah yang menjadi dasar pemindahan bukuan dana langsung ke rekening BAZNAS.
 
Tidak Wajib Bagi Semua Pegawai: ASN yang belum mencapai nisab (batas minimum wajib zakat) atau yang berkeberatan, tidak akan diikutsertakan dalam sistem pemotongan ini.
 
Payung Hukum UU No. 23 Tahun 2011: Seluruh dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan akuntabel merujuk pada regulasi pengelolaan zakat nasional, lengkap dengan bukti penyetoran sah yang dilaporkan secara berkala.
 
Redaksi Minta Bukti Dokumen Pendukung Demi Transparansi
 
Guna memastikan asas jurnalisme yang teliti dan berbasis data faktual, Pemimpin Redaksi Artha-News, Lamhot S. Siadari (Arie.S)  kembali mengirimkan surat lanjutan bernomor 029/AN-Ed/X/2026 kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya yang berlokasi di Jl. Muktamar NU XXIX Cipasung, Singaparna.
 
Dalam surat tersebut, pihak redaksi memohon keterbukaan informasi berupa salinan tiga dokumen pendukung:
 
Contoh format lengkap Surat Pernyataan Kesediaan Pemotongan dan Pemindahbukuan.
 
Sampel dokumen kesediaan yang telah diisi oleh pegawai (dengan identitas pribadi disamarkan).
 
Data statistik mengenai jumlah ASN/PPPK yang berpartisipasi dibandingkan dengan total jumlah pegawai keseluruhan di Kabupaten Tasikmalaya.
 
Langkah konfirmasi lanjutan secara tertulis maupun melalui pesan digital WhatsApp terus dikawal oleh tim redaksi. Artha-News berkomitmen mempublikasikan perkembangan data terbaru secara objektif begitu tanggapan resmi diterima dari pihak BAZNAS guna menyajikan fakta yang utuh kepada masyarakat.
 
Laporan: Tim Redaksi Artha-News

Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Banjar Dimulai, Sinergi Lintas Sektoral Tekan Fatalitas Jalan Raya

PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.com — Langkah strategis guna meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya diwujudkan oleh Polres Pangandaran dengan mengerahkan sedikitnya 100 personel gabungan. Pasukan terpadu lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta jajaran dinas terkait diterjunkan secara penuh demi menyukseskan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Berdasarkan jadwal resmi, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.
 
Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar khidmat pada Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., bertindak langsung membacakan amanat resmi dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-instansi demi menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang optimal bagi masyarakat.
 
Kapolres Pangandaran juga menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari kemampuan mencegah kecelakaan, menurunkan angka korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
 
Secara operasional, Operasi Patuh Lodaya 2026 lebih mengutamakan kegiatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang humanis. Penegakan hukum didukung penggunaan ETLE dengan pendekatan yang mendidik bagi pelanggar. Seluruh personel diarahkan untuk bersikap profesional, tegas namun tetap santun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
Kepada masyarakat pengguna jalan, pihak kepolisian mengimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus, serta memeriksa kelengkapan surat dan kondisi kendaraan sebelum bepergian.
 
Melalui dimulainya Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, Polres Pangandaran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Kesadaran bersama diharapkan dapat terwujud guna menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, kondusif, dan berkeselamatan di seluruh Kabupaten Pangandaran.
 
(UG)

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Polres Pangandaran Terjunkan 100 Personel Gabungan

PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.com — Langkah strategis guna meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya diwujudkan oleh Polres Pangandaran dengan mengerahkan sedikitnya 100 personel gabungan. Pasukan terpadu lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta jajaran dinas terkait diterjunkan secara penuh demi menyukseskan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Berdasarkan jadwal resmi, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.
 
Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar khidmat pada Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., bertindak langsung membacakan amanat resmi dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-instansi demi menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang optimal bagi masyarakat.
 
Kapolres Pangandaran juga menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari kemampuan mencegah kecelakaan, menurunkan angka korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
 
Secara operasional, Operasi Patuh Lodaya 2026 lebih mengutamakan kegiatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang humanis. Penegakan hukum didukung penggunaan ETLE dengan pendekatan yang mendidik bagi pelanggar. Seluruh personel diarahkan untuk bersikap profesional, tegas namun tetap santun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
Kepada masyarakat pengguna jalan, pihak kepolisian mengimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus, serta memeriksa kelengkapan surat dan kondisi kendaraan sebelum bepergian.
 
Melalui dimulainya Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, Polres Pangandaran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Kesadaran bersama diharapkan dapat terwujud guna menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, kondusif, dan berkeselamatan di seluruh Kabupaten Pangandaran.
 
(UG)