Jumat, Oktober 23, 2026

Meriahkan Hari Santri Nasional ke-12, SMAN 1 Jamanis Gelar 4 Lomba Edukatif dan Tradisional

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Semangat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 begitu terasa di lingkungan SMA Negeri 1 Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sukses melaksanakan upacara khidmat pada Kamis (22/10/2026) kemarin, pihak sekolah melanjutkan puncak kemeriahan dengan menggelar berbagai macam perlombaan edukatif dan kultural pada Jumat (23/10/2026).
 
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Jamanis, Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd., ini diinisiasi dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh Kepanitiaan Ekstrakurikuler Rohis SMAN 1 Jamanis. Seluruh rangkaian acara berpusat di area halaman sekolah dan diikuti dengan antusiasme yang luar biasa oleh para siswa.
 
"Peringatan Hari Santri dilaksanakan kemarin, dan untuk perlombaannya kita laksanakan hari ini Jumat, agar semua siswa bisa ikut merayakan dengan gembira," ujar Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd. sewaktu memantau jalannya kegiatan.
 
4 Lomba Khas Hari Santri di SMAN 1 Jamanis
 
Untuk menumbuhkan nilai spiritual, kreativitas, sekaligus melestarikan kearifan lokal, panitia merumuskan empat kategori perlombaan unik yang merefleksikan karakter santri di era modern:
 
1. Lomba Ngaliwet (Tradisi Kebersamaan ala Santri)
Khas dengan kultur pesantren, lomba memasak nasi liwet ini berhasil membangun kekompakan antar siswa. Tidak hanya dinilai dari segi cita rasa kuliner tradisionalnya, lomba ini menjadi media nyata dalam mengajarkan esensi gotong royong dan kesederhanaan hidup ala santri kepada generasi muda.
 
2. Lomba Presentasi Islam (Edukasi Sejarah Resolusi Jihad)
Aspek intelektual dan literasi sejarah tidak luput dari perhatian. Lewat lomba presentasi ini, para siswa ditantang untuk memaparkan materi sejarah mengenai Resolusi Jihad. Perlombaan ini krusial untuk mengingatkan kembali andil besar para ulama dan santri dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
 
3. Fashion Show Busana Muslim (Kreasi Santri Milenial)
Halaman sekolah seketika berubah menjadi panggung catwalk kreatif. Perlombaan fashion show busana muslim ini menjadi ajang bagi para pelajar SMAN 1 Jamanis untuk mengekspresikan tren pakaian muslimah dan muslim yang sopan, rapi, namun tetap modis dan relevan dengan perkembangan zaman.
 
4. Lomba Sajak Sunda (Cinta Budaya Lokal)
Sebagai sekolah yang berakar di tanah Pasundan, SMAN 1 Jamanis berkomitmen penuh menjaga kelestarian bahasa ibu. Melalui lantunan bait-bait Sajak Sunda yang penuh penghayatan, lomba ini sukses membawa suasana haru sekaligus menegaskan kebanggaan siswa terhadap identitas budaya lokal.
 
Mewujudkan Iklim Sekolah yang Gembira dan Berkarakter
 
Pelaksanaan puncak perayaan HSN ke-12 di halaman SMAN 1 Jamanis ini berlangsung sangat semarak. Gelak tawa kebersamaan saat prosesi makan bersama, gemuruh tepuk tangan apresiasi saat sesi fashion show, hingga keheningan penuh haru saat pembacaan Sajak Sunda melebur menjadi satu.
 
Melalui perpaduan kegiatan spiritual, edukasi sejarah, ekspresi seni, dan tradisi lokal ini, SMAN 1 Jamanis berharap dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kedalaman akhlak dan budi pekerti yang kokoh layaknya seorang santri.
 
(Yana)
 
 

Kawal Aksi Mahasiswa PSDKU Unpad, Kapolres Pangandaran Siap Melayani

Artha-News.Com | Pangandaran
 
Aksi unjuk rasa dan audiensi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran berlangsung aman, damai, dan tertib. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi sekaligus evaluasi kritis terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
 
Kedatangan para demonstran disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran. Suasana yang hangat dan humanis terasa saat Kapolres menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang hadir.
 
"Selamat datang pejuang aspirasi, kami siap melayani dan menjaga. Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang bermartabat secara intelektual," ujar AKBP Ikrar Potawari saat menyapa massa aksi.
 
Saat proses penyampaian aspirasi berlangsung, sempat muncul niat sebagian mahasiswa untuk membakar ban bekas menggunakan bensin. Langkah ini segera dicegah secara persuasif oleh Kapolres, sehingga suasana kembali kondusif dan proses dilanjutkan dengan audiensi bersama Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Bapak Asep Nurdin, di Ruang Paripurna.
 
Jajaran Kepolisian Resor Pangandaran tetap memberikan pengawalan ketat sepanjang kegiatan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif terhadap seluruh peserta aksi.
 
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini berakhir dengan tertib tanpa insiden yang mengganggu ketertiban umum. Pada penutup acara, pihak kepolisian dan penyelenggara menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan cara yang bijak, santun, dan bertanggung jawab.
 
Kehadiran aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat. Pendekatan preventif dan komunikasi terbukti efektif menjaga ketertiban. Evaluasi kritis dari mahasiswa menjadi catatan penting bagi pihak legislatif. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan aparat dapat terus terjaga demi keamanan dan kemajuan Pangandaran.
 
(UG)
 
 

Solusi Tanah Rusak & Pupuk Mahal: H.M. Hasy'ari Hadirkan Inovasi Pupuk 4 in 1 CALCIUM CFPK

JAKARTA – Gelombang keluhan dari para petani domestik terkait lonjakan harga pupuk yang kian melambung serta penurunan kualitas kesuburan lahan pertanian akhirnya menemui titik terang. Sebuah terobosan mutakhir berbasis teknologi agrikultur kini resmi lahir dari tangan dingin anak bangsa. Sosok H.M. Hasy'ari saat ini tengah menjadi pusat perhatian di level nasional berkat perannya sebagai Formulator Pupuk 4 in 1 CALCIUM CFPK. Formula baru ini digadang-gadang bakal menjadi jawaban konkret dalam mengatasi krisis sektor pertanian di Indonesia.
 
Produk ini jelas bukan sekadar pupuk konvensional pada umumnya. Melalui formulasi CALCIUM CFPK, empat fungsi strategis dan kekuatan utama berhasil disatukan ke dalam satu kemasan praktis. Produk inovatif ini bekerja aktif sebagai agen penyubur tanaman, formula pembenah sekaligus penggembur untuk kondisi tanah yang mengeras, zat penetral tingkat keasaman pada area tanah maupun air, hingga berfungsi sebagai penguat sistem imunitas alami pada komoditas tanaman.
 
Lahirnya formula unggul ini berawal dari rasa empati dan keprihatinan yang mendalam terhadap realitas kehidupan para petani di lapangan. "Visi utama kami di balik pengembangan CALCIUM CFPK ini tidak lain adalah untuk memberikan proteksi bagi para petani serta menginisiasi pembentukan lembaga koperasi yang berdaulat secara mandiri. Kaum petani wajib meraih kesuksesan, mencapai taraf hidup yang makmur, serta hidup sejahtera berdampingan dengan kemajuan bangsa Indonesia," ungkap H.M. Hasy'ari sewaktu memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media di Jakarta.
 
Jika ditinjau dari mekanisme kerjanya, CALCIUM CFPK mengadopsi sistem cerdas untuk memanajemen pola penyerapan sekaligus proses penguapan unsur air. Efek positifnya, vegetasi tanaman mampu menjaga kesegarannya secara optimal meskipun sedang dihadapkan pada situasi cuaca yang ekstrem. Tanaman menjadi lebih tangguh menghadapi musim kering, tidak rentan mengalami pembusukan akar saat pasokan air berlebih, serta memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap tekanan stres lingkungan. Selain itu, fase pemulihan ekosistem tanah berjalan dengan ritme yang jauh lebih akseleratif. Kadar keasaman pada media tanah dan air mampu dinormalisasi dalam tempo singkat, diikuti dengan kembalinya struktur tanah menjadi lebih remah, gembur, dan kaya unsur hara.
 
Bukan itu saja, formula pupuk mutakhir ini juga memosisikan diri sebagai alternatif yang sangat ramah terhadap kelestarian lingkungan. Produk CALCIUM CFPK terbukti mampu mereduksi volume emisi karbon hingga menyentuh angka paling minimum jika disandingkan dengan produk sekelasnya. Hebatnya lagi, produk ini mempunyai kapabilitas untuk mengurai serta memanfaatkan kembali endapan zat residu kimia dari pupuk buatan maupun pestisida yang selama ini mengendap dan merusak ekosistem lahan. Di saat yang sama, jaringan akar tanaman akan terproteksi secara penuh dari risiko penyerapan zat logam berat berbahaya yang berpotensi memicu keterhambatan pada pertumbuhan vegetatif.
 
Aspek perlindungan mandiri secara biologis juga menjadi salah satu pilar keunggulan produk ini. Stimulasi pembentukan lapisan pelindung alami pada struktur daun akan mempersulit kawanan hama maupun spora jamur patogen untuk menginfeksi dan merusak jaringan tanaman. Imbasnya, komoditas dapat tumbuh dengan jauh lebih sehat tanpa perlu bergantung secara berlebihan pada penggunaan pestisida kimia. Dukungan nutrisi makro dan mikro yang komplet di dalam pupuk ini juga efektif mempercepat fase pertumbuhan awal, memicu proses pembungaan dan pembuahan secara masif, serta memperkokoh struktur batang utama dan sistem perakaran agar tanaman tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang.
 
Karya inovatif orisinal dari putra daerah ini sekarang telah siap didistribusikan secara luas untuk diaplikasikan oleh jaringan petani maupun organisasi koperasi di seluruh penjuru nusantara, dengan fokus pergerakan awal di wilayah Pulau Sumatera. Langkah ini diharapkan menjadi sebuah aksi nyata yang masif demi mewujudkan iklim pertanian yang jauh lebih efisien, tangguh terhadap perubahan zaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
 
 
 
(Adr)

Aksi Nyata Peduli Alam, Jajaran Polres Pangandaran Bersihkan Kawasan Wisata Pantai Barat

Pangandaran, Artha-News.com — Dalam upaya nyata menjaga keasrian dan keindahan lingkungan pesisir, seluruh personel Polres Pangandaran melaksanakan kegiatan apel pagi yang langsung dirangkaikan dengan aksi sosial bersih-bersih sampah di kawasan Spectrum Pantai Barat Pangandaran, pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026.
 
Kegiatan peduli lingkungan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.15 WIB ini dikomandoi langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Pangandaran, kepala unit fungsi, beserta seluruh anggota kepolisian setempat.
 
Dalam arahannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan bahwa gerakan peduli kelestarian alam ini merupakan bukti konkret dedikasi institusi kepolisian dalam ikut serta merawat kebersihan wilayah pantai, yang notabene merupakan pusat pariwisata sekaligus ikon utama andalan perekonomian masyarakat Kabupaten Pangandaran.
 
"Peran kita sebagai anggota Polri tidak melulu terfokus pada pengamanan serta penegakan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kita wajib memberikan contoh yang baik kepada publik dalam merawat kebersihan alam, melestarikan ekosistem lingkungan hidup, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat," tegas AKBP Ikrar Potawari.
 
Beliau juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh personel menjalankan tugas pembersihan pantai ini dengan ketulusan hati, komitmen tanggung jawab yang tinggi, serta senantiasa memperhatikan aspek keselamatan kerja di lapangan selama kegiatan berlangsung.
 
Aktivitas memungut dan mengangkut sampah di sepanjang garis pantai ini menjadi salah satu bentuk penerapan program kerja presisi yang menekankan esensi kehadiran institusi Polri di ruang publik, sekaligus wujud bakti nyata kepedulian Polri demi kemaslahatan masyarakat luas.
 
Lewat gerakan kebersihan yang sederhana namun bermakna ini, diharapkan kawasan destinasi wisata Pantai Barat Pangandaran dapat senantiasa terjaga kebersihannya, terlihat asri dan indah, serta memberikan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisatawan maupun warga masyarakat sekitar.
 
(UG)

Kamis, Oktober 22, 2026

Hari Santri Nasional 2026 di Cimahi: Wali Kota Ngatiyana Ingatkan Santri Bijak Hadapi AI

CIMAHI – Letkol (Purn) Ngatiyana selaku Wali Kota Cimahi mengajak seluruh elemen santri untuk tidak alergi terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatannya harus tetap diimbangi dengan keteguhan akhlak serta nilai-nilai spiritual keagamaan.
 
Pesan mendalam tersebut diutarakan langsung oleh Ngatiyana dalam momen pembukaan upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Cimahi 2026 yang berpusat di Alun-Alun Cimahi, Kamis (22/10/2026). Agenda besar ini diikuti oleh ratusan partisipan mulai dari santri, alim ulama, kiai, hingga jajaran pimpinan pondok pesantren se-Kota Cimahi. Adapun tema nasional yang diusung tahun ini adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
 
Refleksi Perjuangan Ulama dan Esensi Karakter Santri
 
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa esensi dari Hari Santri melampaui seremoni tahunan belaka. Baginya, momentum ini merupakan refleksi historis atas besarnya andil kaum ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan RI lewat tetesan keringat, doa, dan keteguhan Resolusi Jihad. Semangat tersebut membuktikan bahwa kecintaan pada agama dan tanah air dapat berjalan beriringan tanpa harus saling dibenturkan.
 
Dalam menghadapi dinamika zaman yang kian dinamis, Ngatiyana membeberkan empat pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh generasi santri masa kini, yaitu:
 
- Kedalaman ilmu pengetahuan yang mumpuni
- Karakter personal yang tangguh dan berintegritas
- Tradisi literasi keilmuan yang mengakar kuat
- Keberanian tinggi dalam melahirkan inovasi baru
 
Menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan bermakna tanpa ditopang oleh kejujuran, sikap amanah, kedisiplinan, kerendahan hati, serta rasa takzim kepada guru dan orang tua.
 
"Proses pembangunan daerah tidak sekadar bertumpu pada modernisasi fisik seperti jalan, gedung, atau infrastruktur semata," ungkap Ngatiyana. Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen kuat untuk membangun aspek manusianya dengan cara memperluas wawasan keilmuan sekaligus memuliakan akhlak budi pekerti warga.
 
Cara Santri Merespons Teknologi AI Secara Bijak
 
Menyikapi gelombang digitalisasi global, Ngatiyana mengimbau para santri di Cimahi agar tidak takut menggunakan teknologi AI. Terlebih, AI terbukti mempermudah proses riset ilmiah, pencarian basis data informasi, pembelajaran bahasa asing, hingga perumusan konsep-konsep inovatif yang bermanfaat.
 
Meski begitu, ia memberi catatan tebal bahwa adopsi AI wajib disertai dengan kebijaksanaan, etika moral, dan prinsip tabayyun (verifikasi) yang kuat. Para santri dituntut berpikir kritis dan tidak menelan mentah-mentah narasi ataupun informasi yang disuguhkan oleh mesin AI digital tanpa menyaring kebenarannya terlebih dahulu.
 
Dalam mengkaji hukum atau ajaran agama, ia menyarankan agar santri tetap memprioritaskan rujukan otentik pada Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab muktabar, serta bimbingan langsung dari para guru dan ulama yang memiliki sanad keilmuan kompeten. Teknologi diakui mampu mempercepat pencarian data informasi, namun mustahil bisa menggantikan esensi hikmah, kemuliaan adab, dan berkah transfer ilmu secara langsung dari guru ke murid.
 
Sinergi Pemkot Cimahi dan Pondok Pesantren
 
Di akhir amanatnya, Ngatiyana berharap lembaga pondok pesantren di Kota Cimahi terus konsisten mencetak generasi emas yang unggul secara iman, luas secara ilmu, mulia dalam akhlak, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi. Santri diharapkan mampu menjadi produsen gagasan dan pemberi solusi nyata di tengah problematika masyarakat luas, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
 
Guna mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi menyatakan komitmen penuh untuk menyokong keberadaan pesantren melalui sinergi lintas sektor—mulai dari tokoh agama, instansi pendidikan, hingga masyarakat umum demi menjaga iklim persatuan dan kerukunan bersama. Perpaduan harmonis antara ilmu pengetahuan umum, integritas akhlak, nilai keagamaan, dan kecakapan teknologi menjadi kunci utama agar santri siap menjawab tantangan zaman demi kesuksesan target Indonesia Emas.
 
 
 
(Ari.M)

Rabu, Oktober 21, 2026

Dinilai Tutup Mata terhadap Potensi Lokal, Proyek Revitalisasi SDN Girilintang Tasikmalaya Diprotes Warga

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Penunjukan pelaksana proyek dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN Girilintang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, memicu gejolak. Puluhan masyarakat dari lintas desa mendatangi pihak sekolah pada Senin (19/10/2026) lalu untuk mempertanyakan transparansi penunjukan pihak ketiga yang dianggap mengabaikan pengusaha daerah.
 
Massa menilai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta Kepala Sekolah SDN Girilintang tidak akuntabel dalam proses seleksi commanditaire vennootschap (CV) pelaksana.
 
Warga Desak Pemberdayaan Pengusaha dan Pekerja Cigalontang
 
Koordinator aksi masyarakat Cigalontang, Sendi Praja, menyayangkan kebijakan panitia yang menyisihkan pelaku usaha lokal. Menurutnya, proyek infrastruktur pendidikan yang dibiayai oleh uang negara seharusnya memberikan dampak ekonomi langsung terhadap ekosistem masyarakat terdekat.
 
"Sangat disayangkan potensi lokal justru dikesampingkan dalam proyek yang berjalan di tanah kami sendiri. Padahal, kontraktor dari putra daerah memiliki legalitas hukum yang sah serta kualitas material yang tidak kalah bersaing," ujar Sendi kepada awak media.
 
Ia menambahkan, keterlibatan vendor lokal dan penyerapan tenaga kerja dari desa setempat dapat memicu perputaran ekonomi yang sehat di tingkat akar rumput. Senada dengan Sendi, perwakilan warga lainnya, Bung Uay, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik wajib membawa dampak berganda bagi kesejahteraan warga Cigalontang.
 
Muncul Dugaan Adanya Konflik Kepentingan
 
Protes ini tidak hanya berpusat pada minimnya pelibatan warga, melainkan juga pada kejelasan prosedur pemilihan mitra kerja. Salah seorang perwakilan warga, Dindin, mengungkapkan indikasi ketidakwajaran di balik masuknya perusahaan dari luar wilayah Tasikmalaya.
 
"Kami mengindikasikan adanya benturan kepentingan atau kesepakatan sepihak antara manajemen sekolah dengan CV yang ditunjuk. Prosesnya berjalan sangat tertutup dan minim keterbukaan publik," tegas Dindin.
 
Ia menilai, pola penunjukan yang tidak partisipatif ini berpotensi mencederai asas profesionalisme serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana alokasi pemerintah.
 
Dianggap Tabrak Inpres Nomor 7 Tahun 2025
 
Langkah yang diambil P2SP SDN Girilintang dinilai bertolak belakang dengan regulasi yang berlaku. Jika merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, setiap realisasi anggaran wajib mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, serta mengutamakan sumber daya lokal. Hal tersebut dipertegas dalam Juknis Revitalisasi Satuan Pendidikan TA 2026 dari Kemendikdasmen RI.
 
Masyarakat menegaskan tidak berniat menghambat jalannya perbaikan fasilitas sekolah. Mereka mendukung penuh revitalisasi gedung demi kenyamanan belajar siswa. Namun, sistem manajerial yang tertutup wajib dievaluasi total.
 
Tuntut Inspektorat dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
 
Massa mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya serta Inspektorat Daerah segera mengaudit kinerja Kepala SDN Girilintang dan internal P2SP. Jika tidak ada respons konkret, warga mengancam akan meneruskan laporan resmi ke Layanan Terpadu Kemendikdasmen RI.
 
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi dan meminta keterangan resmi dari pihak Kepala SDN Girilintang maupun Ketua P2SP terkait tuntutan dan tudingan warga tersebut.
 
 
 
(Red/Jay)

Dongkrak Ekonomi Warga, Ketua DPRD Cimahi Dorong Pembentukan Bank Sampah di Tiap RW

CIMAHI — Pengelolaan limbah rumah tangga kini diarahkan agar mampu memberikan dampak finansial langsung bagi masyarakat. Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, secara resmi menginisiasi gerakan lingkungan bertajuk "Sampah Bisa Jadi Duit". Program ini dirancang untuk memotivasi warga agar lebih aktif memilah sampah anorganik langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
 
Melalui unggahan interaktif di media sosial, Wahyu menyampaikan pesannya: "Sampah bisa jadi duit!! Sahabat Aspirasi ada yang melakukannya juga?" Ajakan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan refleksi dari praktik nyata yang telah berjalan di lingkungan tempat tinggalnya.
 
Implementasi Nyata di Tingkat Lingkungan
 
Wahyu mengungkapkan bahwa pemilahan barang bekas bernilai ekonomis telah menjadi kebiasaan rutin di sekitar tempat tinggalnya. Berbagai jenis material seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga besi tua dikumpulkan secara kolektif sebelum disalurkan ke pengepul maupun unit bank sampah terdekat.
 
Hasil penjualannya tidak dipergunakan untuk keuntungan perorangan, melainkan dikelola menjadi kas bersama. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan warga, mulai dari menambah kas RT, menyantuni anak yatim, memperbaiki fasilitas umum, hingga mendukung kegiatan keagamaan.
 
Solusi Strategis Reduksi Beban TPA Sarimukti
 
Selain memberikan nilai ekonomi, gerakan ini juga berdampak langsung pada pengurangan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Hal ini dinilai sangat penting untuk meringankan beban TPA Sarimukti yang kondisinya saat ini kian tertekan akibat kelebihan kapasitas. Pemilahan sejak dari rumah juga terbukti efektif mempererat kebersamaan antarwarga.
 
Bank Sampah di Setiap RW, Langkah Masif ke Depan
 
Agar program ini berjalan luas dan terstruktur, Wahyu mendorong para ketua RT, RW, Lurah, hingga Camat di seluruh wilayah Kota Cimahi untuk membentuk atau mengaktifkan kembali bank sampah di lingkungan masing-masing. Sistem ini diharapkan membuat pemilahan dan penyaluran sampah bernilai jual berjalan lebih terorganisir dan berkelanjutan.
 
Jika dilaksanakan secara konsisten, langkah sederhana ini menawarkan manfaat ganda: sampah berubah menjadi sumber pendapatan warga, lingkungan menjadi lebih bersih, dan kebersamaan antarwarga semakin kuat. Wahyu berharap warga Cimahi berani memulainya dari lingkungan terkecil, demi pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
 
Artha-News | Cimahi
 
 
 
(Ari.M)

DPRD Kota Cimahi Dorong Kejuaraan Karate Jadi Batu Loncatan Menuju Porprov Jabar

CIMAHI — Antusiasme generasi muda terhadap olahraga bela diri karate di Kota Cimahi terbukti tetap tinggi. Hal ini terlihat dari membeludaknya peserta Kejuaraan Karate Walikota Cup 2026 yang berlangsung di GOR Sangkuriang pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kompetisi yang digelar bersama FORKI ini sukses menarik partisipasi 453 karateka dari berbagai dojo di Cimahi dan kawasan sekitarnya.
 
Hadir dalam pembukaan, Wahyu Widyatmoko selaku Ketua DPRD Kota Cimahi menyampaikan kebanggaannya melihat semangat luar biasa para atlet muda. Baginya, angka keikutsertaan ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di tingkat akar rumput terus berjalan baik berkat dukungan pelatih, orang tua, dan pengurus organisasi.
 
Wadah Menjaring Bibit Atlet Karate Cimahi
 
Lebih dari sekadar ajang bertanding, kejuaraan ini dinilai sebagai wadah krusial untuk menambah jam terbang para atlet muda. Di sini mereka bisa mengasah teknik, melatih mentalitas bertanding, membangun rasa percaya diri, sekaligus mengukur kemampuan diri lawan-lawan dari luar lingkungan latihan rutin. Semua ini adalah bekal tak ternilai yang tidak bisa diperoleh hanya melalui latihan di dojo.
 
Wahyu menegaskan, atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan dari proses panjang yang konsisten. Oleh karena itu, ruang kompetisi yang berjenjang harus terus diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya sebagai sarana evaluasi yang objektif. Ajang Walikota Cup ini pun diproyeksikan menjadi instrumen penjaringan bakat yang akan membentuk skuad andalan Kota Cimahi untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
 
Komitmen DPRD dalam Pembinaan Olahraga Berkelanjutan
 
Guna memastikan keberlanjutan prestasi, DPRD Kota Cimahi menyatakan kesiapannya membangun sinergi erat dengan Pemerintah Kota Cimahi, KONI, FORKI, serta seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang terarah, program pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan sarana yang memadai, potensi-potensi unggul yang terjaring diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Cimahi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di panggung nasional.
 
 
(Ari M)

Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar di Kujangsari: Hidupkan Satkamling Tekan Kriminalitas dan Kenakalan Remaja

BANJAR — Jajaran Polres Banjar mempererat kedekatan dengan warga Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, melalui kegiatan Ruang Riung Kamtibmas yang digelar pada Senin, 19 Oktober 2026 malam. Pertemuan berlangsung akrab di lingkungan RT 05 RW 02, di mana aparat dan masyarakat duduk bersama membahas keamanan lingkungan serta memperkuat hubungan yang telah terjalin.
 
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wadah komunikasi terbuka agar warga lebih dekat dengan pihak kepolisian dan merasa nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya. Sejumlah unsur masyarakat hadir, antara lain anggota DPRD, perwakilan Kecamatan Langensari, kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Diskusi berjalan hangat dengan fokus pada peran bersama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
 
Salah satu hal utama yang disepakati adalah pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau Satkamling. Ronda malam swadaya masyarakat dinilai tetap menjadi benteng paling efektif dalam menjaga permukiman, termasuk mencegah kasus pencurian di jam-jam rawan saat warga sedang beristirahat maupun berada di luar rumah.
 
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan kendala yang selama ini dirasakan, yakni masih ada keraguan untuk melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan. Pihak kepolisian mengingatkan bahwa warga dapat melapor kapan saja melalui Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing maupun layanan darurat kepolisian di nomor 110.
 
Selain keamanan lingkungan, pertemuan juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di kalangan remaja. Kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, balap liar, hingga penggunaan knalpot bising menjadi perhatian bersama yang perlu disikapi secara bersinergi oleh keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
 
Kasat Binmas Polres Banjar, IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR, menjelaskan bahwa Ruang Riung Kamtibmas ini merupakan cara konkret membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara kepolisian dengan masyarakat. Dengan pertemuan langsung seperti ini, setiap persoalan yang muncul di lingkungan dapat didengar, dibahas, dan dicarikan solusinya secara lebih tepat dan cepat.
 
Kegiatan ini menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat. Kepedulian setiap warga, komunikasi yang terbuka, serta Satkamling yang berjalan konsisten adalah kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Melalui Ruang Riung Kamtibmas di Kujangsari ini, Polres Banjar berkomitmen menjadikan ruang dialog seperti ini sebagai jembatan berkelanjutan antara masyarakat dan pihak berwenang.
 
Artha-News | Kabiro Banjar — Rena Yusnita
 
 

Selasa, Oktober 20, 2026

HUT Humas Polri ke-75: Polres Banjar dan PMI Gelar Aksi Donor Darah Kemanusiaan

BANJAR, 20 Oktober 2026 — Peringatan HUT Humas Polri ke-75 di lingkungan Polres Banjar diisi dengan aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar, jajaran kepolisian menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
 
Kegiatan berlangsung di kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar. Sebanyak 20 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah daerah.
 
Aksi ini diikuti oleh personel Polres Banjar, jajaran Polsek, Aparatur Sipil Negara, serta elemen masyarakat sipil. Sebanyak 23 orang mendaftarkan diri. Setelah pemeriksaan medis, 20 orang dinyatakan memenuhi syarat, sementara 3 orang lainnya ditunda karena alasan kesehatan.
 
Rincian Perolehan Darah
 
Berdasarkan profesi pendonor:
 
- Anggota Polri: 17 orang
- ASN: 2 orang
- Masyarakat sipil: 1 orang
 
Rincian golongan darah:
 
- Golongan A: 3 kantong
- Golongan B: 9 kantong
- Golongan AB: 1 kantong
- Golongan O: 7 kantong
 
Komitmen Kepedulian Polri
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Bripka Apep Maulana Sidik, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus dukungan nyata terhadap ketersediaan stok darah masyarakat.
 
"Setetes darah yang disumbangkan hari ini adalah harapan besar bagi pasien yang sedang berjuang untuk pulih," ujar Bripka Apep Maulana Sidik.
 
Kerja sama Polres Banjar dan PMI Kota Banjar diharapkan dapat memicu semangat berbagi di tengah masyarakat. Peringatan hari besar tidak harus seremonial, namun dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak luas bagi kemanusiaan.
 
 
Laporan: Rena Yusnita, Kabiro Banjar Artha-News