Sabtu, Oktober 24, 2026

Pemkot Cimahi Perkuat TPST Sentiong & Lebaksaat, Target Olah 80 Ton Sampah Per Hari Mandiri dari TPA Sarimukti

Pemkot Cimahi optimalkan TPST Sentiong dan Lebaksaat, targetkan kapasitas 75–80 ton sampah per hari. Didukung Bank Dunia lewat program ISWMP, kurangi ketergantungan ke TPA Sarimukti. Edukasi pemilahan sampah dari rumah berjalan lewat gerakan Sapu Jagat RT
 
 
CIMAHI — Artha News — Dalam upaya membangun kemandirian penanganan lingkungan, Pemerintah Kota Cimahi secara serius memperkuat sistem pengelolaan sampah di dalam wilayah kota. Langkah konkret yang kini dijalankan adalah optimalisasi dua fasilitas utama, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan TPST Lebaksaat. Pengembangan kedua lokasi ini dirancang untuk memangkas secara signifikan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti yang kapasitasnya semakin terbatas, sekaligus meningkatkan daya olah sampah di Kota Cimahi.
 
Langkah strategis ini menjadi pembahasan utama dalam kunjungan dan audiensi Implementation Support Mission (ISM), bagian dari program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP). Tim yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia (World Bank) beserta tim pelaksana program pusat berdiskusi langsung dengan jajaran Pemkot Cimahi di ruang rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyambut hangat pendampingan yang diberikan melalui program ISWMP tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan lahan untuk penampungan akhir selama ini menjadi kendala mendasar yang belum tuntas di Kota Cimahi. Oleh karena itu, memperkuat fasilitas pengolahan sampah yang berada di dalam wilayah kota adalah prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.
 
Berdasarkan rencana pengembangan yang disusun, TPST Sentiong akan mendapatkan peningkatan sarana berupa mesin pengolah sampah berteknologi lebih mutakhir. Dengan penambahan fasilitas tersebut, target kapasitas pengolahan yang ingin dicapai berkisar antara 75 ton hingga maksimal 80 ton sampah setiap harinya.
 
Secara bertahap, pemasangan dan uji coba mesin baru dijadwalkan selesai dan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027 mendatang. Sementara itu, peralatan yang masih berjalan di TPST Sentiong saat ini tidak akan dibuang, melainkan akan dipindahkan dan difungsikan kembali di kawasan Cigugur untuk membantu memperluas jangkauan pengolahan sampah di wilayah tersebut.
 
“Kota Cimahi mendapat perhatian khusus dari World Bank melalui sinergi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Harapan kami, pengelolaan sampah di kota ini dapat berjalan semakin efektif sehingga sampah yang dihasilkan warga bisa diolah maksimal di Cimahi, tidak perlu lagi semuanya dikirim ke luar daerah,” ujar Ngatiyana dalam pertemuan tersebut.
 
Perubahan pola pikir dan penanganan juga ditekankan Pemkot Cimahi. Sistem penanganan sampah tidak boleh lagi hanya berhenti pada pola lama: dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang begitu saja ke TPA Sarimukti. Perlu adanya transisi menuju ekosistem yang terencana dari hulu ke hilir. Langkah awal yang diwajibkan adalah pemilahan jenis sampah yang dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah masing-masing. Selanjutnya, pengangkutan harus dilakukan secara terjadwal dan terpisah, sebelum akhirnya diproses dan didaur ulang semaksimal mungkin di tingkat TPST.
 
Pendekatan terpadu ini dimaksudkan agar sampah dapat dikelola sedekat mungkin dengan sumber penghasilnya. Dengan begitu, volume sampah yang harus diangkut keluar kota dapat ditekan secara drastis, sekaligus menekan biaya logistik dan emisi perjalanan angkutan sampah.
 
Meski dukungan infrastruktur sangat penting, Ngatiyana mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan ini tidak ditentukan oleh mesin saja. Kesiapan sumber daya manusia yang mengelola, kejelasan kelembagaan yang bertanggung jawab, ketersediaan anggaran untuk operasional serta pemeliharaan jangka panjang, kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga jaminan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di sekitar fasilitas harus dipersiapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
 
Upaya di lapangan juga terus digencarkan. Pemkot Cimahi telah menetapkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat. Tim ini bertugas memverifikasi data jumlah sampah, menyebarkan informasi pentingnya memilah sejak awal, serta memantau aliran sampah terpilah menuju fasilitas pengolahan kota.
 
Gerakan ini selaras dengan program unggulan bernama Sapu Jagat RT — kepanjangan dari Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Sebanyak 1.728 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi turun langsung ke lingkungan warga, mendata kondisi pengelolaan sampah di setiap rumah, sekaligus mengajak warga untuk mulai memilah sampah sejak dari dapur keluarga masing-masing.
 
Selain memperbaiki sistem pengolahan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan penanganan terhadap sisa sampah yang tidak bisa diolah kembali atau residu. Perhatian juga diberikan pada kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas fasilitas, pengawasan mutu hasil olahan, serta pemanfaatan produk sampingan yang bernilai. Guna menjamin kelancaran pengangkutan residu ke TPA, Pemerintah Kota Cimahi berencana menambah armada berupa lima unit truk compactor baru.
 
Ngatiyana berharap pemantauan berkala dan pendampingan berkelanjutan dari tim ISWMP serta Bank Dunia mampu melahirkan peta jalan yang jelas dan terukur, sehingga kesiapan operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat dapat dipercepat. Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan agar kedua fasilitas ini tidak hanya berjalan saat awal, tetapi dapat beroperasi secara aman, tepat fungsi, dan berkelanjutan.
 
Optimalisasi kedua TPST ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi Kota Cimahi dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah, meringankan beban TPA Sarimukti, serta menghadirkan kualitas lingkungan hidup yang lebih bersih dan pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga Cimahi.
 
(Ari.M)
 
 

Strategi Baru Pemkot Cimahi Gandeng Poltekesos Bandung Tekan Angka Pengangguran

CIMAHI, ARTHA-NEWS — Pemerintah Kota Cimahi meluncurkan inovasi pelayanan publik baru bernama program "Kampung Sosial" guna mempercepat pengentasan masalah kesejahteraan di akar rumput. Sebagai langkah awal, Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup resmi ditunjuk sebagai dua wilayah percontohan perkotaan untuk menguji efektivitas program tersebut.
 
Langkah taktis ini direalisasikan melalui kemitraan strategis jangka panjang bersama Politeknik Kesejahteraan Sosial, atau Poltekesos Bandung. Nota kesepahaman yang mengikat kedua belah pihak ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dan Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, di kawasan Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Akurasi Data Lapangan Jadi Penentu Kebijakan Publik
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa problem klasik perkotaan seperti tingginya angka pengangguran dan keterbatasan akses pendidikan tidak bisa diselesaikan dengan program yang hanya bersandar pada asumsi semata. Oleh karena itu, kolaborasi ini sengaja dibentuk untuk menghasilkan pemetaan data yang jauh lebih faktual, akurat, dan objektif di lapangan sebelum sebuah kebijakan benar-benar dijalankan.
 
Menurut Ngatiyana, ketepatan data yang dikumpulkan dari warga secara langsung menjadi kunci utama agar program jaminan sosial yang digulirkan pemerintah daerah benar-benar menjawab kebutuhan riil warga yang selama ini terdampak berbagai masalah kesejahteraan.
 
“Sinergi antara Pemkot Cimahi dengan akademisi Poltekesos dirancang khusus untuk membongkar akar masalah kesejahteraan masyarakat,” ujar Ngatiyana seusai acara penandatanganan. Ia menambahkan, kehadiran institusi pendidikan tinggi ini sekaligus memperkuat rantai koordinasi penanganan masalah sosial agar program yang berjalan di daerah bisa berjalan selaras dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
 
Adopsi Inovasi Teknologi Kesejahteraan dalam Tiga Aspek
 
Sementara itu, Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk mengawal rantai penanganan isu sosial ini dari hulu ke hilir, mulai dari pendataan hingga evaluasi program berjalan. Poltekesos siap mentransfer berbagai inovasi teknologi intervensi kesejahteraan sosial yang selama ini telah dikembangkan di lingkungan kampus agar dapat diadopsi langsung oleh birokrasi Pemkot Cimahi.
 
Kemitraan strategis ini nantinya akan berfokus pada tiga aspek intervensi utama yang saling berkaitan. Aspek pertama berkaitan dengan perlindungan dan jaminan sosial, di mana kedua pihak akan bekerja menyempurnakan standar pelayanan baku bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk penguatan perhatian terhadap anak-anak terlantar. Aspek kedua menyasar pemulihan sosial, yaitu upaya mengembalikan keberfungsian sosial warga yang terdampak berbagai masalah kesejahteraan agar mereka bisa kembali produktif dan berperan aktif di lingkungannya. Sementara aspek ketiga adalah penguatan kemandirian masyarakat, melalui pemberian stimulus ekonomi yang disusun berbasis kelompok agar mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan komunitas secara mandiri dan berkelanjutan.
 
Modernisasi Puskesos Kelurahan dan Pembekalan Petugas
 
Realisasi program Kampung Sosial di tingkat akar rumput ini juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi para Pekerja Sosial Masyarakat melalui serangkaian pelatihan yang diselenggarakan secara berkala. Langkah ini dianggap penting agar proses validasi data dan manajemen pendampingan kasus di tingkat kelurahan berjalan lebih profesional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Selain peningkatan kemampuan sumber daya manusia, kerja sama ini juga menargetkan penguatan keberadaan dan fungsi Pusat Kesejahteraan Sosial di setiap tingkat kelurahan. Pembentukan dan peran Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga juga akan didorong lebih cepat, sehingga warga yang membutuhkan bantuan sosial dapat mengaksesnya lebih dekat di lingkungan tempat tinggal mereka.
 
Melalui dua kelurahan yang menjadi percontohan ini, Pemkot Cimahi berharap dapat menyusun pola penanganan masalah sosial yang efektif sebelum diterapkan secara menyeluruh ke seluruh wilayah kota. Artha-News mencatat bahwa pendekatan berbasis data dan pendampingan terpadu ini menjadi salah satu upaya terpadu pemerintah kota dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses pelayanan sosial yang layak.
 
 
 
(Ari.M)

Alasan SMAN 17 Bandung Tak Dapat Makan Bergizi Gratis Saat Bagi Rapor

BANDUNG — Tidak adanya pembagian program Makan Bergizi Gratis di SMAN 17 Bandung pada Jumat, 2 Oktober 2026 berkaitan langsung dengan kegiatan pembagian rapor tengah semester. Pihak sekolah membenarkan hal ini melalui surat balasan konfirmasi dan menyatakan jadwal kegiatan tersebut sudah diberitahukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebelumnya.
 
Wartawan menemui Kepala SPPG Kota Bandung Babakan Ciparay Margasuka, Rikal Sukma Ramadhan, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pertemuan itu juga dihadiri Heri, Asisten Lapangan yang bertugas melakukan koordinasi dengan sekolah dan kelompok penerima manfaat program.
 
Heri menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi terbaru Badan Gizi Nasional, sekolah yang tidak menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar tidak diwajibkan menerima porsi makanan bergizi pada hari yang bersangkutan. Aturan ini telah disosialisasikan kepada pihak sekolah serta kelompok penerima yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
 
Pihak Sekolah Membenarkan Kegiatan Belajar Mengajar Ditiadakan
 
Konfirmasi ke SMAN 17 Bandung dilakukan melalui kunjungan langsung. Kepala sekolah dan bagian humas tidak berada di tempat, namun petugas piket membenarkan bahwa pada tanggal 2 Oktober memang tidak ada penyaluran program.
 
Surat konfirmasi resmi kemudian dikirimkan. Dalam jawabannya, pihak sekolah menegaskan hal yang sama: pembagian rapor yang dihadiri orang tua menyebabkan kegiatan belajar ditiadakan, sehingga penyaluran porsi dihentikan sementara. Sekolah juga menyatakan sudah memberikan informasi jadwal kepada pihak pengelola program sebelum hari pelaksanaan.
 
Mekanisme Penyaluran dan Pengalihan Porsi
 
Heri menegaskan pendistribusian porsi berjalan mengikuti jadwal kegiatan sekolah. Jika sekolah libur atau tidak ada pembelajaran, porsi tidak akan dikirimkan demi efektivitas program.
 
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 500 porsi yang seharusnya dikirim ke SMAN 17 Bandung dialihkan kepada kelompok masyarakat luar sekolah. Rinciannya meliputi:
 
Balita: 326 porsi
Ibu Menyusui: 118 porsi
Ibu Hamil: 56 porsi
 
Sementara itu, penyaluran ke sekolah yang tetap beraktivitas berjalan normal. Pada hari yang sama pukul 07.00 WIB, sebanyak 827 porsi disalurkan ke SMP Negeri 39 Kota Bandung. Rinciannya terdiri dari:
 
Siswa Kelas 7: 272 porsi
Siswa Kelas 8: 257 porsi
Siswa Kelas 9: 247 porsi
Guru dan Tenaga Kependidikan: 51 porsi
 
Secara keseluruhan, pada tanggal 2 Oktober 2026, SPPG Babakan Ciparay Margasuka menyalurkan total 1.327 porsi Makan Bergizi Gratis. Secara rutin, sekitar 2.666 porsi disalurkan setiap harinya ke dua sekolah tersebut sekaligus kelompok penerima masyarakat. Koordinasi jadwal dilakukan secara berkala agar penyaluran tetap tepat sasaran.
 
Pelaksanaan program ini memerlukan kesinambungan informasi antar pihak. Keterbukaan pelaksanaannya merupakan bagian dari fungsi informasi publik sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
 
Artikel ini disusun berdasarkan konfirmasi tertulis pihak sekolah, keterangan langsung dari pengelola program, serta dokumen serah terima resmi yang diterima pada tanggal 2 Oktober 2026.
 
(Ari.M)
 
 

Jaga Kamtibmas, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Subuh Keliling di Masjid Agung Baiturrohman

BANJAR — Pagi buta di Kota Banjar terasa berbeda pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di saat sebagian orang masih terlelap, jamaah dari berbagai penjuru dan aparat kepolisian sudah berkumpul di Masjid Agung Baiturrohman, Jalan Kewadanaan, Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar. Usai salat Subuh berjamaah yang berlangsung pukul 04.04 hingga 05.00 WIB, suasana masjid berubah menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan kepolisian dan masyarakat luas.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, hadir langsung di tengah warga. Turut mendampingi beliau, Wakapolres Banjar beserta pejabat utama Polres Banjar, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid, dan jamaah yang hadir. Kegiatan yang akrab disapa Suling ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata mendekatkan kepolisian ke jantung masyarakat.


Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jamaah. "Masjid bukan sekadar tempat beribadah," ujar beliau. Lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat silaturahmi yang mempererat kebersamaan antarwarga. Di sinilah kita saling mengenal, peduli, dan menjaga lingkungan bersama.

Pesan Kamtibmas untuk Kehidupan Sehari-hari

Imbauan yang disampaikan sangat praktis dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat:

- Jaga Kerukunan: Menjalin kedamaian antarwarga di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.

- Awasi Anak: Orang tua diminta aktif memantau pergaulan anak agar terhindar dari pengaruh buruk di luar rumah.

- Kunci Ganda Kendaraan: Selalu gunakan pengamanan tambahan saat kendaraan ditinggal untuk mencegah pencurian.

- Hati-hati Penawaran Kilat: Waspada terhadap tawaran keuntungan besar yang datang secara instan tanpa dasar yang jelas.

- Bijak Berbagi Informasi: Teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di media sosial agar tidak terjebak berita bohong.

Polisi Hadir untuk Masyarakat

Kegiatan Suling membuktikan bahwa kepolisian dan masyarakat adalah satu keluarga. Melalui pendekatan yang humanis ini, warga diajak tak segan menyampaikan keluhan maupun informasi. Jika ada yang mencurigakan atau butuh bantuan, layanan darurat Call Center Polri 110 siap melayani 24 jam secara gratis.

"Keamanan bukan tanggung jawab polisi saja, tapi milik kita semua," pesan Kapolres menutup pertemuan yang penuh kehangatan itu.

Artha-News — Kabiro Rena Yusnita

  

Jumat, Oktober 23, 2026

Meriahkan Hari Santri Nasional ke-12, SMAN 1 Jamanis Gelar 4 Lomba Edukatif dan Tradisional

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Semangat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 begitu terasa di lingkungan SMA Negeri 1 Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sukses melaksanakan upacara khidmat pada Kamis (22/10/2026) kemarin, pihak sekolah melanjutkan puncak kemeriahan dengan menggelar berbagai macam perlombaan edukatif dan kultural pada Jumat (23/10/2026).
 
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Jamanis, Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd., ini diinisiasi dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh Kepanitiaan Ekstrakurikuler Rohis SMAN 1 Jamanis. Seluruh rangkaian acara berpusat di area halaman sekolah dan diikuti dengan antusiasme yang luar biasa oleh para siswa.
 
"Peringatan Hari Santri dilaksanakan kemarin, dan untuk perlombaannya kita laksanakan hari ini Jumat, agar semua siswa bisa ikut merayakan dengan gembira," ujar Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd. sewaktu memantau jalannya kegiatan.
 
4 Lomba Khas Hari Santri di SMAN 1 Jamanis
 
Untuk menumbuhkan nilai spiritual, kreativitas, sekaligus melestarikan kearifan lokal, panitia merumuskan empat kategori perlombaan unik yang merefleksikan karakter santri di era modern:
 
1. Lomba Ngaliwet (Tradisi Kebersamaan ala Santri)
Khas dengan kultur pesantren, lomba memasak nasi liwet ini berhasil membangun kekompakan antar siswa. Tidak hanya dinilai dari segi cita rasa kuliner tradisionalnya, lomba ini menjadi media nyata dalam mengajarkan esensi gotong royong dan kesederhanaan hidup ala santri kepada generasi muda.
 
2. Lomba Presentasi Islam (Edukasi Sejarah Resolusi Jihad)
Aspek intelektual dan literasi sejarah tidak luput dari perhatian. Lewat lomba presentasi ini, para siswa ditantang untuk memaparkan materi sejarah mengenai Resolusi Jihad. Perlombaan ini krusial untuk mengingatkan kembali andil besar para ulama dan santri dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
 
3. Fashion Show Busana Muslim (Kreasi Santri Milenial)
Halaman sekolah seketika berubah menjadi panggung catwalk kreatif. Perlombaan fashion show busana muslim ini menjadi ajang bagi para pelajar SMAN 1 Jamanis untuk mengekspresikan tren pakaian muslimah dan muslim yang sopan, rapi, namun tetap modis dan relevan dengan perkembangan zaman.
 
4. Lomba Sajak Sunda (Cinta Budaya Lokal)
Sebagai sekolah yang berakar di tanah Pasundan, SMAN 1 Jamanis berkomitmen penuh menjaga kelestarian bahasa ibu. Melalui lantunan bait-bait Sajak Sunda yang penuh penghayatan, lomba ini sukses membawa suasana haru sekaligus menegaskan kebanggaan siswa terhadap identitas budaya lokal.
 
Mewujudkan Iklim Sekolah yang Gembira dan Berkarakter
 
Pelaksanaan puncak perayaan HSN ke-12 di halaman SMAN 1 Jamanis ini berlangsung sangat semarak. Gelak tawa kebersamaan saat prosesi makan bersama, gemuruh tepuk tangan apresiasi saat sesi fashion show, hingga keheningan penuh haru saat pembacaan Sajak Sunda melebur menjadi satu.
 
Melalui perpaduan kegiatan spiritual, edukasi sejarah, ekspresi seni, dan tradisi lokal ini, SMAN 1 Jamanis berharap dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kedalaman akhlak dan budi pekerti yang kokoh layaknya seorang santri.
 
(Yana)
 
 

Kawal Aksi Mahasiswa PSDKU Unpad, Kapolres Pangandaran Siap Melayani

Artha-News.Com | Pangandaran
 
Aksi unjuk rasa dan audiensi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran berlangsung aman, damai, dan tertib. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi sekaligus evaluasi kritis terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
 
Kedatangan para demonstran disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran. Suasana yang hangat dan humanis terasa saat Kapolres menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang hadir.
 
"Selamat datang pejuang aspirasi, kami siap melayani dan menjaga. Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang bermartabat secara intelektual," ujar AKBP Ikrar Potawari saat menyapa massa aksi.
 
Saat proses penyampaian aspirasi berlangsung, sempat muncul niat sebagian mahasiswa untuk membakar ban bekas menggunakan bensin. Langkah ini segera dicegah secara persuasif oleh Kapolres, sehingga suasana kembali kondusif dan proses dilanjutkan dengan audiensi bersama Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Bapak Asep Nurdin, di Ruang Paripurna.
 
Jajaran Kepolisian Resor Pangandaran tetap memberikan pengawalan ketat sepanjang kegiatan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif terhadap seluruh peserta aksi.
 
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini berakhir dengan tertib tanpa insiden yang mengganggu ketertiban umum. Pada penutup acara, pihak kepolisian dan penyelenggara menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan cara yang bijak, santun, dan bertanggung jawab.
 
Kehadiran aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat. Pendekatan preventif dan komunikasi terbukti efektif menjaga ketertiban. Evaluasi kritis dari mahasiswa menjadi catatan penting bagi pihak legislatif. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan aparat dapat terus terjaga demi keamanan dan kemajuan Pangandaran.
 
(UG)
 
 

Solusi Tanah Rusak & Pupuk Mahal: H.M. Hasy'ari Hadirkan Inovasi Pupuk 4 in 1 CALCIUM CFPK

JAKARTA – Gelombang keluhan dari para petani domestik terkait lonjakan harga pupuk yang kian melambung serta penurunan kualitas kesuburan lahan pertanian akhirnya menemui titik terang. Sebuah terobosan mutakhir berbasis teknologi agrikultur kini resmi lahir dari tangan dingin anak bangsa. Sosok H.M. Hasy'ari saat ini tengah menjadi pusat perhatian di level nasional berkat perannya sebagai Formulator Pupuk 4 in 1 CALCIUM CFPK. Formula baru ini digadang-gadang bakal menjadi jawaban konkret dalam mengatasi krisis sektor pertanian di Indonesia.
 
Produk ini jelas bukan sekadar pupuk konvensional pada umumnya. Melalui formulasi CALCIUM CFPK, empat fungsi strategis dan kekuatan utama berhasil disatukan ke dalam satu kemasan praktis. Produk inovatif ini bekerja aktif sebagai agen penyubur tanaman, formula pembenah sekaligus penggembur untuk kondisi tanah yang mengeras, zat penetral tingkat keasaman pada area tanah maupun air, hingga berfungsi sebagai penguat sistem imunitas alami pada komoditas tanaman.
 
Lahirnya formula unggul ini berawal dari rasa empati dan keprihatinan yang mendalam terhadap realitas kehidupan para petani di lapangan. "Visi utama kami di balik pengembangan CALCIUM CFPK ini tidak lain adalah untuk memberikan proteksi bagi para petani serta menginisiasi pembentukan lembaga koperasi yang berdaulat secara mandiri. Kaum petani wajib meraih kesuksesan, mencapai taraf hidup yang makmur, serta hidup sejahtera berdampingan dengan kemajuan bangsa Indonesia," ungkap H.M. Hasy'ari sewaktu memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media di Jakarta.
 
Jika ditinjau dari mekanisme kerjanya, CALCIUM CFPK mengadopsi sistem cerdas untuk memanajemen pola penyerapan sekaligus proses penguapan unsur air. Efek positifnya, vegetasi tanaman mampu menjaga kesegarannya secara optimal meskipun sedang dihadapkan pada situasi cuaca yang ekstrem. Tanaman menjadi lebih tangguh menghadapi musim kering, tidak rentan mengalami pembusukan akar saat pasokan air berlebih, serta memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap tekanan stres lingkungan. Selain itu, fase pemulihan ekosistem tanah berjalan dengan ritme yang jauh lebih akseleratif. Kadar keasaman pada media tanah dan air mampu dinormalisasi dalam tempo singkat, diikuti dengan kembalinya struktur tanah menjadi lebih remah, gembur, dan kaya unsur hara.
 
Bukan itu saja, formula pupuk mutakhir ini juga memosisikan diri sebagai alternatif yang sangat ramah terhadap kelestarian lingkungan. Produk CALCIUM CFPK terbukti mampu mereduksi volume emisi karbon hingga menyentuh angka paling minimum jika disandingkan dengan produk sekelasnya. Hebatnya lagi, produk ini mempunyai kapabilitas untuk mengurai serta memanfaatkan kembali endapan zat residu kimia dari pupuk buatan maupun pestisida yang selama ini mengendap dan merusak ekosistem lahan. Di saat yang sama, jaringan akar tanaman akan terproteksi secara penuh dari risiko penyerapan zat logam berat berbahaya yang berpotensi memicu keterhambatan pada pertumbuhan vegetatif.
 
Aspek perlindungan mandiri secara biologis juga menjadi salah satu pilar keunggulan produk ini. Stimulasi pembentukan lapisan pelindung alami pada struktur daun akan mempersulit kawanan hama maupun spora jamur patogen untuk menginfeksi dan merusak jaringan tanaman. Imbasnya, komoditas dapat tumbuh dengan jauh lebih sehat tanpa perlu bergantung secara berlebihan pada penggunaan pestisida kimia. Dukungan nutrisi makro dan mikro yang komplet di dalam pupuk ini juga efektif mempercepat fase pertumbuhan awal, memicu proses pembungaan dan pembuahan secara masif, serta memperkokoh struktur batang utama dan sistem perakaran agar tanaman tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang.
 
Karya inovatif orisinal dari putra daerah ini sekarang telah siap didistribusikan secara luas untuk diaplikasikan oleh jaringan petani maupun organisasi koperasi di seluruh penjuru nusantara, dengan fokus pergerakan awal di wilayah Pulau Sumatera. Langkah ini diharapkan menjadi sebuah aksi nyata yang masif demi mewujudkan iklim pertanian yang jauh lebih efisien, tangguh terhadap perubahan zaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
 
 
 
(Adr)

Aksi Nyata Peduli Alam, Jajaran Polres Pangandaran Bersihkan Kawasan Wisata Pantai Barat

Pangandaran, Artha-News.com — Dalam upaya nyata menjaga keasrian dan keindahan lingkungan pesisir, seluruh personel Polres Pangandaran melaksanakan kegiatan apel pagi yang langsung dirangkaikan dengan aksi sosial bersih-bersih sampah di kawasan Spectrum Pantai Barat Pangandaran, pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026.
 
Kegiatan peduli lingkungan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.15 WIB ini dikomandoi langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Pangandaran, kepala unit fungsi, beserta seluruh anggota kepolisian setempat.
 
Dalam arahannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan bahwa gerakan peduli kelestarian alam ini merupakan bukti konkret dedikasi institusi kepolisian dalam ikut serta merawat kebersihan wilayah pantai, yang notabene merupakan pusat pariwisata sekaligus ikon utama andalan perekonomian masyarakat Kabupaten Pangandaran.
 
"Peran kita sebagai anggota Polri tidak melulu terfokus pada pengamanan serta penegakan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kita wajib memberikan contoh yang baik kepada publik dalam merawat kebersihan alam, melestarikan ekosistem lingkungan hidup, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat," tegas AKBP Ikrar Potawari.
 
Beliau juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh personel menjalankan tugas pembersihan pantai ini dengan ketulusan hati, komitmen tanggung jawab yang tinggi, serta senantiasa memperhatikan aspek keselamatan kerja di lapangan selama kegiatan berlangsung.
 
Aktivitas memungut dan mengangkut sampah di sepanjang garis pantai ini menjadi salah satu bentuk penerapan program kerja presisi yang menekankan esensi kehadiran institusi Polri di ruang publik, sekaligus wujud bakti nyata kepedulian Polri demi kemaslahatan masyarakat luas.
 
Lewat gerakan kebersihan yang sederhana namun bermakna ini, diharapkan kawasan destinasi wisata Pantai Barat Pangandaran dapat senantiasa terjaga kebersihannya, terlihat asri dan indah, serta memberikan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisatawan maupun warga masyarakat sekitar.
 
(UG)

Kamis, Oktober 22, 2026

Hari Santri Nasional 2026 di Cimahi: Wali Kota Ngatiyana Ingatkan Santri Bijak Hadapi AI

CIMAHI – Letkol (Purn) Ngatiyana selaku Wali Kota Cimahi mengajak seluruh elemen santri untuk tidak alergi terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatannya harus tetap diimbangi dengan keteguhan akhlak serta nilai-nilai spiritual keagamaan.
 
Pesan mendalam tersebut diutarakan langsung oleh Ngatiyana dalam momen pembukaan upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Cimahi 2026 yang berpusat di Alun-Alun Cimahi, Kamis (22/10/2026). Agenda besar ini diikuti oleh ratusan partisipan mulai dari santri, alim ulama, kiai, hingga jajaran pimpinan pondok pesantren se-Kota Cimahi. Adapun tema nasional yang diusung tahun ini adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
 
Refleksi Perjuangan Ulama dan Esensi Karakter Santri
 
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa esensi dari Hari Santri melampaui seremoni tahunan belaka. Baginya, momentum ini merupakan refleksi historis atas besarnya andil kaum ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan RI lewat tetesan keringat, doa, dan keteguhan Resolusi Jihad. Semangat tersebut membuktikan bahwa kecintaan pada agama dan tanah air dapat berjalan beriringan tanpa harus saling dibenturkan.
 
Dalam menghadapi dinamika zaman yang kian dinamis, Ngatiyana membeberkan empat pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh generasi santri masa kini, yaitu:
 
- Kedalaman ilmu pengetahuan yang mumpuni
- Karakter personal yang tangguh dan berintegritas
- Tradisi literasi keilmuan yang mengakar kuat
- Keberanian tinggi dalam melahirkan inovasi baru
 
Menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan bermakna tanpa ditopang oleh kejujuran, sikap amanah, kedisiplinan, kerendahan hati, serta rasa takzim kepada guru dan orang tua.
 
"Proses pembangunan daerah tidak sekadar bertumpu pada modernisasi fisik seperti jalan, gedung, atau infrastruktur semata," ungkap Ngatiyana. Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen kuat untuk membangun aspek manusianya dengan cara memperluas wawasan keilmuan sekaligus memuliakan akhlak budi pekerti warga.
 
Cara Santri Merespons Teknologi AI Secara Bijak
 
Menyikapi gelombang digitalisasi global, Ngatiyana mengimbau para santri di Cimahi agar tidak takut menggunakan teknologi AI. Terlebih, AI terbukti mempermudah proses riset ilmiah, pencarian basis data informasi, pembelajaran bahasa asing, hingga perumusan konsep-konsep inovatif yang bermanfaat.
 
Meski begitu, ia memberi catatan tebal bahwa adopsi AI wajib disertai dengan kebijaksanaan, etika moral, dan prinsip tabayyun (verifikasi) yang kuat. Para santri dituntut berpikir kritis dan tidak menelan mentah-mentah narasi ataupun informasi yang disuguhkan oleh mesin AI digital tanpa menyaring kebenarannya terlebih dahulu.
 
Dalam mengkaji hukum atau ajaran agama, ia menyarankan agar santri tetap memprioritaskan rujukan otentik pada Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab muktabar, serta bimbingan langsung dari para guru dan ulama yang memiliki sanad keilmuan kompeten. Teknologi diakui mampu mempercepat pencarian data informasi, namun mustahil bisa menggantikan esensi hikmah, kemuliaan adab, dan berkah transfer ilmu secara langsung dari guru ke murid.
 
Sinergi Pemkot Cimahi dan Pondok Pesantren
 
Di akhir amanatnya, Ngatiyana berharap lembaga pondok pesantren di Kota Cimahi terus konsisten mencetak generasi emas yang unggul secara iman, luas secara ilmu, mulia dalam akhlak, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi. Santri diharapkan mampu menjadi produsen gagasan dan pemberi solusi nyata di tengah problematika masyarakat luas, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
 
Guna mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi menyatakan komitmen penuh untuk menyokong keberadaan pesantren melalui sinergi lintas sektor—mulai dari tokoh agama, instansi pendidikan, hingga masyarakat umum demi menjaga iklim persatuan dan kerukunan bersama. Perpaduan harmonis antara ilmu pengetahuan umum, integritas akhlak, nilai keagamaan, dan kecakapan teknologi menjadi kunci utama agar santri siap menjawab tantangan zaman demi kesuksesan target Indonesia Emas.
 
 
 
(Ari.M)

Rabu, Oktober 21, 2026

Dinilai Tutup Mata terhadap Potensi Lokal, Proyek Revitalisasi SDN Girilintang Tasikmalaya Diprotes Warga

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Penunjukan pelaksana proyek dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN Girilintang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, memicu gejolak. Puluhan masyarakat dari lintas desa mendatangi pihak sekolah pada Senin (19/10/2026) lalu untuk mempertanyakan transparansi penunjukan pihak ketiga yang dianggap mengabaikan pengusaha daerah.
 
Massa menilai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta Kepala Sekolah SDN Girilintang tidak akuntabel dalam proses seleksi commanditaire vennootschap (CV) pelaksana.
 
Warga Desak Pemberdayaan Pengusaha dan Pekerja Cigalontang
 
Koordinator aksi masyarakat Cigalontang, Sendi Praja, menyayangkan kebijakan panitia yang menyisihkan pelaku usaha lokal. Menurutnya, proyek infrastruktur pendidikan yang dibiayai oleh uang negara seharusnya memberikan dampak ekonomi langsung terhadap ekosistem masyarakat terdekat.
 
"Sangat disayangkan potensi lokal justru dikesampingkan dalam proyek yang berjalan di tanah kami sendiri. Padahal, kontraktor dari putra daerah memiliki legalitas hukum yang sah serta kualitas material yang tidak kalah bersaing," ujar Sendi kepada awak media.
 
Ia menambahkan, keterlibatan vendor lokal dan penyerapan tenaga kerja dari desa setempat dapat memicu perputaran ekonomi yang sehat di tingkat akar rumput. Senada dengan Sendi, perwakilan warga lainnya, Bung Uay, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik wajib membawa dampak berganda bagi kesejahteraan warga Cigalontang.
 
Muncul Dugaan Adanya Konflik Kepentingan
 
Protes ini tidak hanya berpusat pada minimnya pelibatan warga, melainkan juga pada kejelasan prosedur pemilihan mitra kerja. Salah seorang perwakilan warga, Dindin, mengungkapkan indikasi ketidakwajaran di balik masuknya perusahaan dari luar wilayah Tasikmalaya.
 
"Kami mengindikasikan adanya benturan kepentingan atau kesepakatan sepihak antara manajemen sekolah dengan CV yang ditunjuk. Prosesnya berjalan sangat tertutup dan minim keterbukaan publik," tegas Dindin.
 
Ia menilai, pola penunjukan yang tidak partisipatif ini berpotensi mencederai asas profesionalisme serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana alokasi pemerintah.
 
Dianggap Tabrak Inpres Nomor 7 Tahun 2025
 
Langkah yang diambil P2SP SDN Girilintang dinilai bertolak belakang dengan regulasi yang berlaku. Jika merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, setiap realisasi anggaran wajib mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, serta mengutamakan sumber daya lokal. Hal tersebut dipertegas dalam Juknis Revitalisasi Satuan Pendidikan TA 2026 dari Kemendikdasmen RI.
 
Masyarakat menegaskan tidak berniat menghambat jalannya perbaikan fasilitas sekolah. Mereka mendukung penuh revitalisasi gedung demi kenyamanan belajar siswa. Namun, sistem manajerial yang tertutup wajib dievaluasi total.
 
Tuntut Inspektorat dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
 
Massa mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya serta Inspektorat Daerah segera mengaudit kinerja Kepala SDN Girilintang dan internal P2SP. Jika tidak ada respons konkret, warga mengancam akan meneruskan laporan resmi ke Layanan Terpadu Kemendikdasmen RI.
 
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi dan meminta keterangan resmi dari pihak Kepala SDN Girilintang maupun Ketua P2SP terkait tuntutan dan tudingan warga tersebut.
 
 
 
(Red/Jay)