Senin, Oktober 26, 2026

Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Banjar Dimulai, Sinergi Lintas Sektoral Tekan Fatalitas Jalan Raya

PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.com — Langkah strategis guna meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya diwujudkan oleh Polres Pangandaran dengan mengerahkan sedikitnya 100 personel gabungan. Pasukan terpadu lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta jajaran dinas terkait diterjunkan secara penuh demi menyukseskan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Berdasarkan jadwal resmi, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.
 
Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar khidmat pada Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., bertindak langsung membacakan amanat resmi dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-instansi demi menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang optimal bagi masyarakat.
 
Kapolres Pangandaran juga menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari kemampuan mencegah kecelakaan, menurunkan angka korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
 
Secara operasional, Operasi Patuh Lodaya 2026 lebih mengutamakan kegiatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang humanis. Penegakan hukum didukung penggunaan ETLE dengan pendekatan yang mendidik bagi pelanggar. Seluruh personel diarahkan untuk bersikap profesional, tegas namun tetap santun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
Kepada masyarakat pengguna jalan, pihak kepolisian mengimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus, serta memeriksa kelengkapan surat dan kondisi kendaraan sebelum bepergian.
 
Melalui dimulainya Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, Polres Pangandaran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Kesadaran bersama diharapkan dapat terwujud guna menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, kondusif, dan berkeselamatan di seluruh Kabupaten Pangandaran.
 
(UG)

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Polres Pangandaran Terjunkan 100 Personel Gabungan

PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.com — Langkah strategis guna meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya diwujudkan oleh Polres Pangandaran dengan mengerahkan sedikitnya 100 personel gabungan. Pasukan terpadu lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta jajaran dinas terkait diterjunkan secara penuh demi menyukseskan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Berdasarkan jadwal resmi, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.
 
Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar khidmat pada Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., bertindak langsung membacakan amanat resmi dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-instansi demi menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang optimal bagi masyarakat.
 
Kapolres Pangandaran juga menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari kemampuan mencegah kecelakaan, menurunkan angka korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas.
 
Secara operasional, Operasi Patuh Lodaya 2026 lebih mengutamakan kegiatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang humanis. Penegakan hukum didukung penggunaan ETLE dengan pendekatan yang mendidik bagi pelanggar. Seluruh personel diarahkan untuk bersikap profesional, tegas namun tetap santun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
Kepada masyarakat pengguna jalan, pihak kepolisian mengimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus, serta memeriksa kelengkapan surat dan kondisi kendaraan sebelum bepergian.
 
Melalui dimulainya Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, Polres Pangandaran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama. Kesadaran bersama diharapkan dapat terwujud guna menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, kondusif, dan berkeselamatan di seluruh Kabupaten Pangandaran.
 
(UG)

Polres Banjar Sosialisasi Operasi Patuh Lodaya di SMKN 4 Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS.com — Momentum upacara pagi di SMK Negeri 4 Banjar pada Senin (26/10/2026) menjadi sarana krusial guna menanamkan nilai kedisiplinan sekaligus memberikan edukasi mendalam bagi para pelajar terkait bahaya laten perundungan serta krusialnya keselamatan berkendara di jalan raya. Lewat realisasi program produktif bertajuk Police Goes to School, Wakapolres Banjar Kompol Saepul Bahri, S.Pd.I., hadir secara langsung bertindak sebagai pembina upacara guna menyuarakan wejangan edukatif di hadapan ratusan siswa.
 
Saat menyampaikan amanat di hadapan seluruh peserta upacara, Kompol Saepul secara interaktif mengajak segenap pelajar untuk senantiasa mengimplementasikan prinsip Cerdas, Optimis, Disiplin, baik dalam koridor aktivitas pembelajaran maupun dalam dinamika kehidupan bersosial sehari-hari. Perwira tersebut menggarisbawahi bahwa sebuah kesuksesan sejati tidak melulu diukur dari pencapaian prestasi akademik semata, melainkan juga dibentuk oleh integrasi karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, serta kemampuan dalam memelihara etika kesopanan pada pergaulan.
 
Fenomena krusial mengenai tindakan perundungan atau perundungan turut mendapatkan porsi atensi yang mendalam sepanjang amanat berlangsung. Seluruh siswa-siswi diberikan peringatan keras agar tidak memupuk kebiasaan buruk seperti saling mengejek, mencela, menghina, ataupun merendahkan harkat sesama rekan sekolah. Tindakan negatif yang barangkali kerap dianggap sekadar lelucon atau candaan belaka, nyatanya mampu menggores luka psikologis yang mendalam bagi orang lain sekaligus berpotensi memicu konflik sosial. Oleh sebab itu, budaya saling menghormati wajib diakomodasi menjadi bagian tidak terpisahkan dari rutinitas di dalam lingkungan sekolah.
 
Bukan hanya berfokus pada upaya membangun pola pergaulan yang harmonis dan sehat, kaum milenial di sekolah tersebut juga diimbau untuk meningkatkan kepedulian kolektif terhadap keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Penggunaan kendaraan bermotor di jalanan wajib hukumnya menaati segala ketentuan regulasi formal, seperti pemasangan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang sah, serta mutlak menghindari pemakaian knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Tingkat kepatuhan total terhadap regulasi lalu lintas sejatinya adalah wujud nyata dari tanggung jawab moral demi keselamatan diri pribadi maupun pengguna jalan lainnya.
 
Pelaksanaan upacara bendera yang dimulai tepat pada pukul 06.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala SMK Negeri 4 Banjar Tina Nurhayati, A.Md., S.Pd., M.MPar., jajaran dewan guru, staf komite, ribuan siswa-siswi, serta personel pendamping dari Polres Banjar. Adapun susunan urutan kegiatan mencakup persiapan barisan pasukan, penghormatan kepada pembina upacara, penyampaian amanat utama, pembacaan doa bersama, hingga sesi menyanyikan Mars SMK Negeri 4 Banjar serta lagu edukatif berjudul Rukun Bersama Teman.
 
Begitu prosesi upacara formal selesai dilaksanakan, agenda kegiatan segera dilanjutkan dengan sosialisasi Operasi Patuh Lodaya. Sebagai bentuk simbolis dari edukasi keselamatan berkendara, dilakukan pula penyerahan bantuan helm standar kepada perwakilan siswa. Langkah nyata ini diharapkan mampu memperkokoh pemahaman para pelajar bahwa budaya tertib berlalu lintas sejatinya wajib dimulai dari kebiasaan sederhana, contohnya disiplin menggunakan helm pelindung ketika berkendara.
 
Wakapolres Banjar Kompol Saepul Bahri, S.Pd.I., menegaskan bahwa pemberian edukasi secara berkelanjutan kepada generasi muda merupakan instrumen vital dalam mencetak generasi yang berintegritas, disiplin, dan patuh hukum.
 
"Melalui program Police Goes to School ini, pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk memotivasi para siswa agar tetap fokus menuntut ilmu, menjaga etika kesantunan terhadap sesama, menjauhi segala bentuk perundungan, serta selalu memprioritaskan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Jadilah generasi yang cerdas, optimis, dan disiplin, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat," ujar beliau.
 
Melalui kegiatan positif ini, Polres Banjar menaruh harapan besar agar nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab mampu mengakar kuat dalam diri setiap pelajar. Lingkungan sekolah bukan sekadar tempat mengejar prestasi akademik, melainkan ruang utama membentuk karakter, menghormati sesama, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas.
 
Jurnalis Lapangan / Editor: Tim Redaksi Artha-News

DPC PIKI Samosir Dilantik, Bupati Vandiko Ajak Kaum Intelektual Bersinergi Bangun Daerah

SAMOSIR, Artha-News.com – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Samosir kini resmi memulai babak baru. Kehadiran wadah bagi kaum cendekiawan Kristen ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan mampu melahirkan solusi konkret bagi percepatan pembangunan di Bumi Toba.
 
Harapan besar tersebut dilontarkan oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, saat menghadiri upacara pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PIKI Samosir untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat di Gereja GKPI Tanah Lapang Pangururan pada Minggu, 25 Oktober 2026.
 
Pelantikan pengurus baru ini dipimpin langsung oleh Pdt. Steven Kumenit selaku Sekretaris Jenderal DPD PIKI Sumatera Utara.
 
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Megianto Sinaga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPC PIKI Samosir. Ia didampingi oleh Tumpal BT. Siregar sebagai Sekretaris dan Ronal Nirma Sihotang yang mengisi posisi Bendahara. Dewan Pakar dijabat oleh Marudut Tua Sitinjak (Sekdakab Samosir).
 
Menjaga Karakter Kekristenan di Tengah Tantangan Zaman
 
Dalam arahannya, Bupati Vandiko Gultom mengingatkan para pengurus untuk selalu menjaga integritas dan identitas moral yang kuat. Menurutnya, PIKI membawa marwah yang besar karena mengusung nilai-nilai keimanan Kristen dalam setiap geraknya.
 
"PIKI harus tampil beda dan menjadi teladan. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga karakter kekristenan dan mengimplementasikan ajaran Kristus secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat," tutur Vandiko.
 
Lebih lanjut, Vandiko memaparkan bahwa tantangan yang dihadapi Pemkab Samosir ke depan tidaklah mudah. Mulai dari pembenahan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, degradasi moral generasi muda, hingga ancaman nyata peredaran narkoba. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama.
 
"Jaringan PIKI yang luas harus dimanfaatkan secara optimal. Kami sangat menantikan sumbangan pemikiran, gagasan segar, dan aksi nyata dari seluruh pengurus demi kemajuan daerah," tambahkan Bupati Samosir tersebut.
 
Dukungan Penuh Pimpinan Daerah dan DPP Pusat
 
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, serta jajaran kepala OPD dan perwakilan berbagai denominasi gereja.
 
Sapaan hangat juga disampaikan oleh Ketua DPP PIKI Pusat, Maruarar Sirait, yang memberikan dukungan moril kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
 
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, turut menyelipkan pesan agar organisasi ini bergerak cepat secara konsisten. "Samosir didominasi oleh warga Kristiani. Kehadiran gagasan berharga dari PIKI tentu akan sangat bermakna bagi kemakmuran masyarakat," pungkas Ariston.
 
Berkomitmen Jadi Solusi dan Dongkrak Sektor Pariwisata
 
Merespons amanah tersebut, Ketua DPC PIKI Samosir terpilih, Megianto Sinaga, menegaskan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menjelaskan bahwa komposisi pengurus saat ini sangat variatif, terdiri dari ASN, akademisi, pengusaha, hingga praktisi dari bermacam denominasi gereja.
 
"Kami menegaskan bahwa PIKI hadir bukan untuk menjadi beban, melainkan bagian dari solusi. Fokus kerja kami adalah menyokong penuh program strategis daerah, terutama dalam menggairahkan sektor pariwisata Samosir agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat," tegas Megianto.
 
Pesan senada juga disampaikan oleh Bendahara DPD PIKI Sumut, Berta Mariana Silalahi. Ia mengajak seluruh intelektual Kristen di Samosir untuk menjadi garam dan terang dunia, serta aktif menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba.
 
 
 
(NR Sitohang)

Minggu, Oktober 25, 2026

Kecelakaan di Jalan Sambong Jaya Tasikmalaya: Pemotor Tabrak Truk di Mangkubumi

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Sambong Jaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Sebuah sepeda motor terlibat tabrakan dengan truk pengangkut barang.
 
TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS — Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terekam kamera pengawas di kawasan Jalan Sambong Jaya, Kampung Babakan Tempe, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Peristiwa yang melibatkan satu unit sepeda motor dan truk pengangkut muatan barang tersebut terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2026 siang tepat pukul 13.03 WIB.
 
Berdasarkan visual rekaman CCTV yang beredar, detik-detik menegangkan memperlihatkan posisi sepeda motor yang awalnya melaju di sisi kanan depan truk berkelir hijau-kuning tersebut. Namun, dalam hitungan detik, pengendara motor tampak kehilangan keseimbangan hingga terjatuh keras ke permukaan aspal, sementara kendaraannya terguling tepat di lintasan roda depan truk.
 
Kondisi arus lalu lintas di Jalan Sambong Jaya pada saat kejadian terpantau cukup padat meskipun kondisi jalurnya lurus dan melintasi kawasan padat pemukiman warga. Sejumlah pengendara lain yang berada di belakang titik kejadian sempat memperlambat laju kendaraan mereka secara mendadak guna menghindari benturan beruntun. Warga di sekitar lokasi Babakan Tempe pun langsung bergegas menuju tempat kejadian untuk memberikan pertolongan pertama kepada pengendara yang terhempas.
 
Hingga saat ini, kronologi menyeluruh terkait penyebab jatuhnya pengendara serta rincian mengenai kondisi medis korban belum diketahui secara pasti. Pihak Satlantas Polres Tasikmalaya Kota diharapkan segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara, mengevakuasi kendaraan yang terlibat, serta menghimpun keterangan dari saksi mata.
 
Redaksi Artha-News mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Mangkubumi untuk selalu waspada, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta menahan kecepatan laju motor terutama saat berdampingan dengan kendaraan bertonase besar. Pembaruan berita mengenai hasil penyelidikan resmi akan segera kami hadirkan setelah ada rilis dari pihak berwenang.
 
(Korwilnas - Arya Siloka)

Musyawarah PSSAB di Samosir Perkuat Persatuan Situmorang Sipitu Ama

Artha-News.com I SAMOSIR (25/10/2026) – Tanah leluhur kembali menjadi saksi bisu betapa krusialnya merawat rajutan persatuan serta memperkokoh ikatan persaudaraan se-darah.

Parsadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boru Bere ibebere (PSSAB) secara resmi menyelenggarakan agenda musyawarah besar yang bertempat di Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada hari Minggu (25/10/2026). Agenda penting ini dilaksanakan dengan membawa spirit utama untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memelihara warisan budaya bernilai tinggi dari para leluhur di tanah kelahiran, Bona Pasogit.

Pelaksanaan musyawarah yang membahas dinamika roda kepengurusan PSSAB di tingkat nasional se-Indonesia ini digulirkan berdasarkan restu serta persetujuan penuh dari Ketua Umum PSSAB se-Indonesia, Sudung Situmorang, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau diwakili secara resmi oleh Lekanor Sitohang yang menjabat selaku Wakil Ketua III.

Momentum krusial ini menjadi ruang konsolidasi yang sangat berharga bagi seluruh elemen pomparan Situmorang Sipitu Ama, tidak terkecuali bagi kalangan boru, bere, hingga ibebere. Forum ini dimanfaatkan secara optimal guna mendongkrak kebersamaan sekaligus membentengi relasi kekeluargaan harmonis yang telah diestafetkan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam.

Bona Pasogit Urat, Akar Sejarah Situmorang Sipitu Ama

Kawasan Desa Urat yang terletak di wilayah Kabupaten Samosir ini menyimpan sejarah yang amat mendalam bagi seluruh pomparan Oppu Tuan Situmorang Sipitu Ama. Eksistensi Bona Pasogit di daerah ini bukan semata-mata dipandang sebagai tempat titik awal asal-usul para leluhur terdahulu, melainkan juga bermakna sebagai pilar identitas kedaerahan, rekaman sejarah, serta simpul pengikat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu bagi segenap keturunannya.

Adapun tujuh garis keturunan anak jantan yang tercatat dan diakui secara luas dalam silsilah Situmorang Sipitu Ama meliputi:

- Situmorang Pande (Lumban Pande)

- Situmorang Lumban Nahor (Lumban Nahor)

- Situmorang Suhut Nihuta (Tuan Suhut)

- Tuan Ringo (Siringo-ringo/Ruma Pea)

- Sitohang Uruk (Dori Mangambat)

- Sitohang Tonga-tonga (Rajai Tubungna)

- Sitohang Toruan (Oppu Bonanionan)

Ketujuh representasi kelompok keturunan tersebut melekat erat menjadi bagian integral dari perjalanan sejarah panjang serta sistem kekeluargaan horizontal maupun vertikal yang senantiasa dirawat secara konsisten oleh pomparan Situmorang Sipitu Ama bersama dengan boru dan bere hingga saat ini.


Tugu Persatuan dan Filosofi Pohon Jabi-jabi

Satu di antara sekian banyak simbol material yang sangat sakral sebagai pemersatu pomparan Situmorang Sipitu Ama adalah bangunan tugu persatuan yang berdiri kokoh di wilayah Urat, tepat di samping pohon jabi-jabi di area Sihasangapon.

Berdasarkan narasi lisan serta kisah sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, pohon jabi-jabi tua tersebut memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan riwayat masa lalu leluhur mereka. Pohon yang karakteristiknya dikenal berukuran raksasa dan berakar kuat itu ditransformasikan sebagai simbolisasi harapan kolektif agar segenap keturunan dari Situmorang Sipitu Ama mampu bertumbuh menjadi tunas bangsa yang tangguh, memiliki kebijaksanaan tinggi, serta senantiasa kapabel dalam memelihara keselarasan di tengah-tengah dinamika sosial kemasyarakatan.

Keberadaan fisik dari tugu monumental tersebut tidak hanya memegang peran sebagai penanda historis belaka, melainkan juga berfungsi sebagai alarm pengingat yang efektif bagi generasi muda penerus estafet marga akan pentingnya memuliakan leluhur, memproteksi identitas budaya, serta menjaga rajutan persatuan di tengah hantaman arus modernisasi dan perkembangan zaman yang kian pesat.

Rencanakan Pesta Tugu Tahunan, Persaudaraan Harus Terus Dihidupkan

Seluruh rangkaian musyawarah adat dan organisasi ini berjalan dengan sangat kondusif, dinamis, dan membuahkan hasil positif. Salah satu poin rencana strategis ke depan yang dibahas secara mendalam oleh forum adalah mengenai wacana eksekusi perhelatan pesta tugu yang ditargetkan bergulir rutin setiap tahun oleh jajaran pengurus panitia, walau nantinya skema penyelenggaraan dikemas dalam nuansa yang penuh kesederhanaan.

Bagi korps keluarga besar PSSAB, stimulus kegiatan kultural tersebut diproyeksikan mampu menjadi wadah pertemuan serta ajang reuni akbar bagi para pomparan yang saat ini tengah merantau dan tersebar luas di pelbagai penjuru wilayah Nusantara. Lewat langkah taktis ini, jalinan kekeluargaan tidak sekadar membeku dalam ikatan formal marga di atas kertas, namun benar-benar diaktualisasikan secara nyata lewat ruang-ruang pertemuan fisik, jalinan komunikasi yang intens, serta realisasi program kerja kolektif di tanah kelahiran Bona Pasogit.

Pihak panitia pelaksana menaruh harapan yang sangat besar agar seluruh pomparan Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, beserta ibebere di mana pun berada di seantero Indonesia dapat ikut berpartisipasi aktif dalam membesarkan punguan (perkumpulan) ini dan menyokong penuh segala bentuk program kerja persatuan yang dipusatkan di Urat, Samosir.

"Persatuan yang sejati itu bukanlah sekadar aktivitas berkumpul bersama secara fisik, melainkan bagaimana cara kita memastikan setiap generasi muda tetap melek dan mengenali garis asal-usulnya, menaruh hormat pada para leluhurnya, serta konsisten merawat tali persaudaraan," ungkap perwakilan pengurus.

Melalui hasil musyawarah yang mufakat ini, organisasi PSSAB ke depan diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga yang semakin solid, profesional dalam menggerakkan roda organisasi, andal dalam memproteksi nilai-nilai luhur kebudayaan Batak, sekaligus memposisikan tugu persatuan di Bona Pasogit Urat sebagai simbol kebersamaan abadi yang terus bernyawa bagi generasi masa kini hingga generasi fajar di masa depan.

Dari bumi Bona Pasogit Urat Samosir, vibrasi positif dan semangat persaudaraan yang membara dari Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, dan ibebere diyakini akan terus tumbuh subur, mekar, dan mengakar dengan sangat dalam, persis seperti tercermin dalam nilai filosofis pohon jabi-jabi yang kokoh berdiri menantang zaman.

(NR.Sitohang)

  

Bawa Sajam, Oknum Karyawan Diamankan Patroli Sabhara Polres Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS — Tim Patroli Sabhara Polres Banjar bergerak cepat mengamankan seorang oknum karyawan perkebunan di Dusun Mandalare, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Pria tersebut ditangkap polisi setelah terbukti membawa senjata tajam jenis samurai yang meresahkan warga sekitar.

Penangkapan ini bermula dari aduan masyarakat setempat yang merasa terancam dan geram dengan tindakan anarkis pelaku. Menanggapi laporan tersebut, personel Sabhara Polres Banjar langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kronologi Penangkapan Pelaku di Mandalare, Banjar

Berdasarkan informasi di lapangan, situasi di tempat kejadian perkara sempat menegang sebelum petugas tiba. Pelaku yang membawa senjata tajam diketahui sempat mondar-mandir dan memicu keresahan mendalam di lingkungan warga Mandalare, Pataruman.

Dipimpin langsung oleh IPDA Asep Suparlan, S.H., Tim Patroli Sabhara Polres Banjar melakukan tindakan tegas dan terukur. Petugas dengan sigap mengepung, melucuti senjata pelaku, dan langsung memasangkan borgol guna meminimalkan risiko perlawanan.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat personel kepolisian berulang kali menenangkan massa yang berkerumun di lokasi. Petugas meminta warga tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib. Pelaku kemudian digiring masuk ke dalam mobil dinas patroli untuk dievakuasi dari lokasi.


Ketegasan Polres Banjar terhadap Gangguan Kamtibmas

Kapolres Banjar melalui Kepala Tim Patroli, IPDA Asep Suparlan, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Polres Banjar.

"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Siapa pun yang terbukti membawa senjata tajam tanpa izin dan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar IPDA Asep Suparlan kepada media, Sabtu (24/10/2026).

Barang Bukti dan Proses Hukum Selanjutnya

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, oknum karyawan perkebunan tersebut kini harus mendekam di sel tahanan. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

- Satu bilah senjata tajam jenis samurai

- Atribut kendaraan dan identitas kerja milik pelaku

Saat ini, kasus pembawaan senjata tajam yang meresahkan warga Pataruman ini tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Banjar untuk mendalami motif asli pelaku di balik tindakan tersebut.

Detail Laporan:
Peristiwa: Penangkapan oknum karyawan perkebunan pembawa senjata tajam
Lokasi: Mandalare, Pataruman, Kota Banjar
Petugas: IPDA Asep Suparlan, S.H. & Tim Patroli Sabhara Polres Banjar

Sumber: Artha-News — Kabiro: Rena Yusnita

Soegiharto Santoso: Menko AHY Dinilai Layak Raih Special Honorary Leadership Award di ASOCIO Digital & AI Summit 2026

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai layak menerima Special Honorary Leadership Award pada ajang ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky.
 
Menurut Hoky, penilaian tersebut tidak semata-mata didasarkan pada jabatan AHY, melainkan juga pada rekam jejak kebijakan, konsistensi pemikiran, serta relevansi perspektifnya dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur, konektivitas wilayah, dan transformasi digital Indonesia.
 
Pengusulan AHY berawal dari nominasi resmi yang diajukan APTIKNAS, selaku tuan rumah ASOCIO Digital & AI Summit 2026 sekaligus asosiasi anggota ASOCIO dari Indonesia.
 
Dalam rekomendasinya kepada ASOCIO Awards Committee, APTIKNAS mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan AHY, relevansi kebijakannya terhadap pembangunan infrastruktur dan ekonomi digital, serta kontribusinya terhadap konektivitas dan pembangunan wilayah berkelanjutan. Usulan tersebut kemudian diterima oleh ASOCIO Awards Committee setelah melalui proses penilaian independen dan penelusuran rekam jejak AHY oleh komite tersebut.
 
Pertimbangan tersebut antara lain merujuk pada penekanan AHY terhadap percepatan pembangunan infrastruktur digital untuk mengurangi kesenjangan wilayah pada November 2024; keterkaitan pembangunan infrastruktur dengan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik dalam Indonesia Economic Summit pada Februari 2026; serta pentingnya mengintegrasikan infrastruktur, konektivitas, dan penataan ruang dalam pembangunan berkelanjutan saat koordinasi pembangunan wilayah Bali pada Juli 2026.
 
Rangkaian rekam jejak tersebut menjadi salah satu landasan APTIKNAS dalam menilai relevansi kepemimpinan AHY bagi penguatan konektivitas dan pengembangan ekonomi digital Indonesia serta kawasan Asia–Oseania yang diwakili oleh ASOCIO, organisasi yang menghimpun 25 ekonomi anggota (member economies).
 
Empat Momentum yang Memperlihatkan Konsistensi Pemikiran AHY
 
Hoky mengaku beberapa kali berkesempatan menyimak paparan AHY dalam berbagai forum strategis nasional. Ia menilai terdapat benang merah yang konsisten dalam pemikiran AHY, terutama mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur terintegrasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
“Saya beberapa kali menyimak paparan Pak Menko AHY dalam berbagai agenda strategis. Menurut saya, paparannya selalu memukau karena mampu menghubungkan pembangunan infrastruktur, kebutuhan masyarakat, dan transformasi digital dalam perspektif yang komprehensif,” ujar Hoky.
 
Momentum pertama adalah ketika AHY menjadi keynote speaker pada peresmian IndoBuildTech Expo 2026 di Hall 2, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (8/7/2026).
 
Berikutnya, pada Selasa (11/8/2026), AHY hadir dalam peresmian Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum (IISMEX), yang diselenggarakan bersamaan dengan Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, dan Indo Firex di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
 
Momentum ketiga berlangsung pada ASOCIO Digital & AI Summit 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin industri teknologi Asia–Oseania tersebut, AHY membawakan keynote bertajuk “Infrastructure in the Age of AI: Building Smart, Connected and Resilient Regions”.
 
Momentum keempat adalah Digital Infrastructure Summit 2026 yang diselenggarakan Biru Muda Project di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (12/10/2026).
 
Menurut Hoky, keempat forum tersebut memperlihatkan relevansi pembangunan infrastruktur fisik dan digital dengan kebutuhan transformasi teknologi, pengembangan kota cerdas, dan penguatan konektivitas nasional.
 
Infrastruktur Fisik, Digital, dan Energi sebagai Satu Ekosistem
 
Dalam keynote ASOCIO Digital & AI Summit 2026, AHY menekankan pentingnya mengintegrasikan konektivitas fisik, digital, dan energi sebagai satu ekosistem pembangunan. Infrastruktur transportasi mendukung mobilitas dan distribusi barang, konektivitas digital memperluas akses terhadap layanan publik serta kegiatan ekonomi, sedangkan energi yang andal menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi.
 
AHY juga menggarisbawahi enam sasaran pembangunan, yaitu mengurangi ketimpangan, mempermudah mobilitas, meningkatkan keandalan infrastruktur, mewujudkan wilayah yang lebih aman, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
 
Perspektif tersebut menempatkan manfaat bagi manusia sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penerapannya membutuhkan sinkronisasi infrastruktur, investasi, kebijakan, serta kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat agar manfaat transformasi digital dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
 
Menjelang akhir keynote, AHY turut menyampaikan apresiasi kepada APTIKNAS selaku tuan rumah ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Penyelenggaraan forum regional ini di Jakarta menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas interaksi dan kerja sama dengan para pemimpin industri teknologi, asosiasi, serta pemangku kepentingan transformasi digital dari 25 ekonomi anggota ASOCIO di kawasan Asia–Oseania.
 
“Bagi industri TIK, AI bukan hanya persoalan perangkat lunak atau kecanggihan algoritma, melainkan juga konektivitas, pusat data, energi, dan kesiapan sumber daya manusia. Infrastruktur yang terintegrasi merupakan fondasi agar inovasi dan investasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Hoky.
 
Apresiasi atas Kepemimpinan yang Menghubungkan Berbagai Sektor
 
Karim Taslim, Chair Organising Committee ASOCIO Digital & AI Summit 2026, menilai pesan yang disampaikan AHY relevan dengan kebutuhan pembangunan di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, integrasi infrastruktur fisik, digital, dan energi penting untuk memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat yang lebih merata.
 
“Bagi kami, penghargaan ini bukan semata tentang jabatan, melainkan apresiasi terhadap arah kepemimpinan yang menghubungkan infrastruktur fisik, digital, dan energi. Perspektif Indonesia penting bagi Asia–Oseania karena kemajuan teknologi baru benar-benar bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata,” ujar Karim.
 
Sementara itu, Hoky menilai tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu memperkecil kesenjangan antardaerah, meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing industri, dan memperluas akses masyarakat terhadap teknologi.
 
“Saya menilai penghargaan ini relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di era AI. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan industri TIK perlu terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hoky yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN).
 
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
 
Sorotan Media Asia–Oseania terhadap ASOCIO 2026
 
Penyelenggaraan ASOCIO Digital & AI Summit 2026 di Jakarta turut mendapat perhatian dari media dan publikasi industri di kawasan Asia–Oseania. CNA di Taiwan menyoroti 12 penghargaan yang diraih delegasinya, sementara media Korea Selatan, DailySecu dan DigitalToday, memberitakan capaian perusahaan serta institusi Korea.
 
Dari Malaysia, Bernama mengangkat capaian Awantec dalam kategori AI in Education, sedangkan publikasi industri Thailand menyoroti keberhasilan AI Nex dalam kategori AI in Cybersecurity. Partisipasi dan capaian industri Filipina, termasuk White Cloak Technologies dan jejaringnya, juga mendapat perhatian melalui kanal profesional. Pemberitaan mengenai delegasi dan capaian peserta turut muncul dari Pakistan, Nepal, dan Vietnam.
 
Ragam sorotan tersebut menunjukkan bahwa ASOCIO Digital & AI Summit 2026 menjadi ruang bagi berbagai negara untuk memperkenalkan inovasi, capaian industri, dan perkembangan ekosistem digital masing-masing, sekaligus memperluas eksposur internasional bagi industri teknologi yang berpartisipasi.
 
ASOCIO Digital & AI Summit 2026 berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan asosiasi industri, eksekutif teknologi, dan delegasi dari berbagai ekonomi anggota ASOCIO melalui rangkaian pertemuan organisasi, forum digital dan AI, sesi keynote, diskusi, malam penghargaan, serta jejaring bisnis.
 
Bagi APTIKNAS, penyelenggaraan forum regional tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas kerja sama internasional, memperkenalkan kemampuan industri teknologi Indonesia, serta membangun kemitraan bisnis dan pertukaran pengetahuan di kawasan Asia–Oseania.
 
Hoky menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi atau besarnya investasi. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan produktivitas, memperkecil kesenjangan, dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
 
“Pada akhirnya, teknologi harus membantu manusia, memperkecil kesenjangan, dan membuka kesempatan yang lebih luas. Karena itu, saya menilai penghargaan kepada Pak Menko AHY merupakan pengakuan yang relevan dengan pentingnya kepemimpinan strategis dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan transformasi digital,” tutup Hoky.
 
(Hdr)
 
 

Perkuat Toleransi, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Minggu Kasih di GKI


BANJAR, ARTHA-NEWS — Mewujudkan lingkungan yang aman dan damai tak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama yang erat antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat. Karena itulah, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menyambangi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kota Banjar dalam kegiatan Minggu Kasih pada Minggu, 25 Oktober 2026.
 
Kegiatan berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB di GKI, Jalan Kantor Pos, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Turut hadir mendampingi Kapolres: Wakapolres Banjar, jajaran Pejabat Utama Polres Banjar, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjar.


Wadah Silaturahmi dan Dialog Terbuka
 
Program Minggu Kasih sengaja dirancang sebagai jembatan komunikasi dua arah yang hangat antara kepolisian dan masyarakat. Di sini, jemaat diberi kesempatan luas untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan — mulai dari harapan, keluhan, saran, hingga kritik membangun terkait kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
 
Pendekatan yang bersahabat dan humanis ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dan saling percaya antara warga dan institusi Polri.
 
Pesan Kamtibmas: Jaga Keamanan dan Waspada Dunia Digital
 
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Selain itu, ada beberapa hal penting yang disampaikan kepada seluruh jemaat:

- Keamanan di Rumah: Selalu periksa dan pastikan pintu serta jendela terkunci rapat sebelum meninggalkan rumah.


- Waspada Penipuan: Jangan mudah tergiur tawaran keuntungan yang terlihat tidak masuk akal.


- Lindungi Barang Berharga: Hindari memamerkan benda berharga di tempat umum untuk mengurangi risiko kejahatan.


- Call Center 110: Simpan dan gunakan nomor bebas pulsa Polri 110 jika mengalami atau melihat kejadian darurat keamanan.


- Bijak di Dunia Digital: Orang tua diminta membimbing anak-anak agar terhindar dari bahaya judi online. Warga juga diimbau teliti sebelum membagikan informasi di media sosial.



"Kami hadir di sini bukan sekadar dalam rangka tugas kedinasan, melainkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung apa yang warga rasakan. Keamanan dan ketertiban bukan tanggung jawab polisi saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Jangan ragu menghubungi Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan," ujar AKBP Didi Dewantoro.

Komitmen Bersama untuk Kota Banjar yang Lebih Baik

Kegiatan Minggu Kasih menjadi bukti nyata bahwa Polres Banjar senantiasa hadir di tengah masyarakat, dari berbagai latar belakang keyakinan. Masukan yang disampaikan jemaat akan menjadi bahan penting bagi kepolisian untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Semakin erat kerja sama antara Polri dan masyarakat, semakin kuat pula benteng keamanan kita bersama. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat menjadikan Kota Banjar sebagai wilayah yang semakin aman, harmonis, dan nyaman untuk dihuni oleh siapa saja.

Jurnalis: Rena Yusnita
Editor: Redaksi Artha-News


Sabtu, Oktober 24, 2026

Pemkot Cimahi Perkuat TPST Sentiong & Lebaksaat, Target Olah 80 Ton Sampah Per Hari Mandiri dari TPA Sarimukti

Pemkot Cimahi optimalkan TPST Sentiong dan Lebaksaat, targetkan kapasitas 75–80 ton sampah per hari. Didukung Bank Dunia lewat program ISWMP, kurangi ketergantungan ke TPA Sarimukti. Edukasi pemilahan sampah dari rumah berjalan lewat gerakan Sapu Jagat RT
 
 
CIMAHI — Artha News — Dalam upaya membangun kemandirian penanganan lingkungan, Pemerintah Kota Cimahi secara serius memperkuat sistem pengelolaan sampah di dalam wilayah kota. Langkah konkret yang kini dijalankan adalah optimalisasi dua fasilitas utama, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan TPST Lebaksaat. Pengembangan kedua lokasi ini dirancang untuk memangkas secara signifikan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti yang kapasitasnya semakin terbatas, sekaligus meningkatkan daya olah sampah di Kota Cimahi.
 
Langkah strategis ini menjadi pembahasan utama dalam kunjungan dan audiensi Implementation Support Mission (ISM), bagian dari program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP). Tim yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia (World Bank) beserta tim pelaksana program pusat berdiskusi langsung dengan jajaran Pemkot Cimahi di ruang rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyambut hangat pendampingan yang diberikan melalui program ISWMP tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan lahan untuk penampungan akhir selama ini menjadi kendala mendasar yang belum tuntas di Kota Cimahi. Oleh karena itu, memperkuat fasilitas pengolahan sampah yang berada di dalam wilayah kota adalah prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.
 
Berdasarkan rencana pengembangan yang disusun, TPST Sentiong akan mendapatkan peningkatan sarana berupa mesin pengolah sampah berteknologi lebih mutakhir. Dengan penambahan fasilitas tersebut, target kapasitas pengolahan yang ingin dicapai berkisar antara 75 ton hingga maksimal 80 ton sampah setiap harinya.
 
Secara bertahap, pemasangan dan uji coba mesin baru dijadwalkan selesai dan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027 mendatang. Sementara itu, peralatan yang masih berjalan di TPST Sentiong saat ini tidak akan dibuang, melainkan akan dipindahkan dan difungsikan kembali di kawasan Cigugur untuk membantu memperluas jangkauan pengolahan sampah di wilayah tersebut.
 
“Kota Cimahi mendapat perhatian khusus dari World Bank melalui sinergi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Harapan kami, pengelolaan sampah di kota ini dapat berjalan semakin efektif sehingga sampah yang dihasilkan warga bisa diolah maksimal di Cimahi, tidak perlu lagi semuanya dikirim ke luar daerah,” ujar Ngatiyana dalam pertemuan tersebut.
 
Perubahan pola pikir dan penanganan juga ditekankan Pemkot Cimahi. Sistem penanganan sampah tidak boleh lagi hanya berhenti pada pola lama: dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang begitu saja ke TPA Sarimukti. Perlu adanya transisi menuju ekosistem yang terencana dari hulu ke hilir. Langkah awal yang diwajibkan adalah pemilahan jenis sampah yang dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah masing-masing. Selanjutnya, pengangkutan harus dilakukan secara terjadwal dan terpisah, sebelum akhirnya diproses dan didaur ulang semaksimal mungkin di tingkat TPST.
 
Pendekatan terpadu ini dimaksudkan agar sampah dapat dikelola sedekat mungkin dengan sumber penghasilnya. Dengan begitu, volume sampah yang harus diangkut keluar kota dapat ditekan secara drastis, sekaligus menekan biaya logistik dan emisi perjalanan angkutan sampah.
 
Meski dukungan infrastruktur sangat penting, Ngatiyana mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan ini tidak ditentukan oleh mesin saja. Kesiapan sumber daya manusia yang mengelola, kejelasan kelembagaan yang bertanggung jawab, ketersediaan anggaran untuk operasional serta pemeliharaan jangka panjang, kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga jaminan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di sekitar fasilitas harus dipersiapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
 
Upaya di lapangan juga terus digencarkan. Pemkot Cimahi telah menetapkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat. Tim ini bertugas memverifikasi data jumlah sampah, menyebarkan informasi pentingnya memilah sejak awal, serta memantau aliran sampah terpilah menuju fasilitas pengolahan kota.
 
Gerakan ini selaras dengan program unggulan bernama Sapu Jagat RT — kepanjangan dari Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Sebanyak 1.728 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi turun langsung ke lingkungan warga, mendata kondisi pengelolaan sampah di setiap rumah, sekaligus mengajak warga untuk mulai memilah sampah sejak dari dapur keluarga masing-masing.
 
Selain memperbaiki sistem pengolahan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan penanganan terhadap sisa sampah yang tidak bisa diolah kembali atau residu. Perhatian juga diberikan pada kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas fasilitas, pengawasan mutu hasil olahan, serta pemanfaatan produk sampingan yang bernilai. Guna menjamin kelancaran pengangkutan residu ke TPA, Pemerintah Kota Cimahi berencana menambah armada berupa lima unit truk compactor baru.
 
Ngatiyana berharap pemantauan berkala dan pendampingan berkelanjutan dari tim ISWMP serta Bank Dunia mampu melahirkan peta jalan yang jelas dan terukur, sehingga kesiapan operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat dapat dipercepat. Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan agar kedua fasilitas ini tidak hanya berjalan saat awal, tetapi dapat beroperasi secara aman, tepat fungsi, dan berkelanjutan.
 
Optimalisasi kedua TPST ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi Kota Cimahi dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah, meringankan beban TPA Sarimukti, serta menghadirkan kualitas lingkungan hidup yang lebih bersih dan pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga Cimahi.
 
(Ari.M)