Rabu, Oktober 28, 2026

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Ngatiyana Dorong Pemuda Cimahi Jadi Agen Perubahan Nyata

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Semangat membara Kongres Pemuda 1928 kembali digelorakan di Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memimpin langsung upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, pada Rabu (28/10/2026).
 
Dalam momentum bersejarah ini, Ngatiyana menitipkan pesan mendalam agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton pasif, melainkan harus tampil di garda terdepan sebagai pelaku perubahan melalui karya, prestasi, dan inovasi yang nyata bagi masyarakat.
 
Peringatan tahun 2026 ini mengusung tema besar yang sarat makna: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Menurut Ngatiyana, tema ini adalah sebuah seruan aksi nyata agar nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi ritual seremonial tahunan yang berakhir saat acara selesai.
 
Meneladani Sejarah, Menjawab Tantangan Zaman
 
Ngatiyana mengingatkan bahwa 98 tahun lalu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berhasil meruntuhkan sekat perbedaan demi satu ikrar persatuan. Warisan mentalitas inilah yang harus diadopsi oleh pemuda Cimahi dalam menghadapi tantangan modernisasi dan disrupsi teknologi yang semakin dinamis.
 
"Pemuda Cimahi harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton," tegas Ngatiyana di hadapan ratusan peserta upacara.
 
Pesan mendalam dari Wali Kota Cimahi membedah tiga pilar karakter utama yang wajib dimiliki generasi muda saat ini:
 
Patriotisme yang Konkret
 
Patriotisme bukan lagi soal mengangkat senjata, melainkan tercermin dalam kesungguhan menuntut ilmu, kejujuran dalam menjalankan pekerjaan, upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta andil nyata dalam menyukseskan pembangunan Kota Cimahi.
 
Kegigihan di Era Global
 
Generasi muda dituntut untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan diri, mengembangkan kreativitas, serta berani menciptakan peluang-peluang baru. Pemanfaatan teknologi, pengembangan ekonomi kreatif, dan kewirausahaan dinilai menjadi jalan penting untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
 
Empati dan Kepedulian Sosial
 
Kecerdasan dan kemajuan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Nilai ini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti membantu masyarakat yang membutuhkan, mencegah perundungan, menghargai perbedaan, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.
 
Pemkot Cimahi Buka Ruang Kolaborasi dan Kritik Konstruktif
 
Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan bahwa penyelesaian berbagai isu krusial di Kota Cimahi — mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan keterampilan dan kesempatan kerja, hingga penguatan kepedulian sosial — sangat membutuhkan keterlibatan aktif serta ide segar dari para pemuda.
 
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, Gerakan Pramuka, organisasi kemahasiswaan, pelajar, hingga komunitas-komunitas pemuda lainnya. Wadah-wadah ini diharapkan menjadi ruang belajar memimpin, membangun kedisiplinan, mengembangkan gagasan, serta berkontribusi menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
 
Tak hanya itu, Pemkot Cimahi juga menyatakan kesiapannya untuk menerima kritik, masukan, dan aspirasi dari generasi muda. Namun, Ngatiyana menggarisbawahi agar setiap aspirasi disampaikan secara bertanggung jawab serta disertai dengan gagasan dan solusi yang konkret guna mendukung kemajuan daerah bersama-sama.
 
Menutup arahannya, Ngatiyana mengajak seluruh pemuda untuk memperkuat komitmen mencintai tanah air, gigih menghadapi tantangan, dan berempati terhadap sesama.
 
“Jangan hanya menuntut perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” pesannya.
 
Beliau mengaku optimis bahwa generasi muda yang memiliki karakter kuat, kompetensi yang mumpuni, serta kepedulian sosial yang tinggi akan menjadi kekuatan pendorong utama yang membawa Kota Cimahi dan Indonesia melompat lebih maju di masa depan.
 
(Ari.M)

Kapolsek Ciawi Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di SMPN 2 Ciawi, Ini Pesannya

CIAWI, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna di halaman SMP Negeri 2 Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Bertindak selaku Inspektur Upacara dalam kegiatan kebangsaan tersebut adalah Kapolsek Ciawi dari Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya, S.Sos.
 
Upacara berjalan dengan lancar dan tertib, serta dihadiri secara lengkap oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) beserta berbagai elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Ciawi.
 
Sinergitas Lintas Sektor di Hari Sumpah Pemuda Ciawi
 
Dalam kegiatan rutin tahunan ini, tampak hadir Camat Ciawi, jajaran Kepala Sekolah se-Kecamatan Ciawi, serta para Kepala Desa.
 
Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Ciawi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta para tamu undangan lainnya yang telah hadir sejak awal acara berlangsung.
 
Kehadiran yang utuh dari seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Ciawi ini menjadi bukti nyata terjalinnya sinergitas yang erat, harmonis, serta kokohnya semangat persatuan di momen bersejarah tersebut.
 
Dalam amanatnya di hadapan ratusan peserta upacara, AKP Endang Wijaya menyampaikan pesan penting mengenai makna kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa.
 
"Momentum Sumpah Pemuda ke-98 ini harus kita jadikan semangat untuk bersatu. Hari ini di halaman SMPN 2 Ciawi, kita buktikan bahwa seluruh elemen masyarakat dapat hadir bersama-sama. Inilah wujud Sumpah Pemuda yang sesungguhnya," tegas AKP Endang Wijaya.
 
Pesan Kapolsek Ciawi: Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
 
Selain menekankan pentingnya persatuan warga, Kapolsek Ciawi juga memberikan pesan khusus dan imbauan penting yang ditujukan kepada para pelajar SMPN 2 Ciawi.
 
Beliau mengimbau generasi muda untuk senantiasa menjauhi peredaran narkoba serta menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
 
Lebih lanjut, AKP Endang Wijaya mengingatkan para siswa agar lebih bijak, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial di era digital saat ini. Langkah ini dinilai penting demi menjaga ruang digital yang sehat dan produktif bagi pelajar.
 
Secara keseluruhan, jalannya upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lingkungan SMP Negeri 2 Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, terpantau berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.
 
(Yana / Artha-News)

Sumpah Pemuda ke-98, SMPN 2 Pagerageung Gelar Bakti Sosial

PAGERAGEUNG, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kegiatan bakti sosial berupa gotong royong membersihkan lapangan dan jalan di lingkungan sekolah, Selasa (28/10/2026).
 
Tampak hadir memimpin kegiatan, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pagerageung, Agun Hidayat, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Iis Siti Aisah, S.Pd., serta Pembina Kesiswaan, Aos Badrunizam, S.Pd. Turut berpartisipasi aktif seluruh jajaran dewan guru dan ratusan siswa-siswi.
 
Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98 yang berjalan khidmat di lapangan sekolah. Usai upacara, seluruh peserta langsung bergerak melakukan aksi gotong royong membersihkan area lapangan upacara serta jalan di sekitar lingkungan sekolah. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat para siswa bekerja sama menyapu, membersihkan rumput liar, dan merapikan fasilitas sekolah.
 
Menanamkan Semangat Nasionalisme Melalui Aksi Nyata
 
Kepala Sekolah Agun Hidayat, S.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Iis Siti Aisah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan menanamkan semangat nasionalisme sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat mereka belajar.
 
"Hari ini, 28 Oktober 2026, kami memperingati Sumpah Pemuda ke-98 dengan aksi nyata. Kami bersama Pembina Kesiswaan Bapak Aos Badrunizam, S.Pd., mengajak siswa untuk melaksanakan bakti sosial membersihkan lapangan dan jalan. Ini adalah wujud implementasi nilai Sumpah Pemuda, yaitu semangat gotong royong dan persatuan," ujar Iis Siti Aisah, S.Pd., menyampaikan pesan Kepala Sekolah.
 
Antusiasme Siswa Sangat Tinggi
 
Sementara itu, Pembina Kesiswaan Aos Badrunizam, S.Pd., menambahkan bahwa antusiasme yang ditunjukkan oleh seluruh siswa-siswi dalam kegiatan kali ini terbilang sangat tinggi dan patut diapresiasi.
 
"Alhamdulillah, siswa-siswi SMP Negeri 2 Pagerageung tampak sangat bersemangat. Semoga semangat Sumpah Pemuda ini dapat terus tertanam kuat di dalam jiwa setiap generasi muda kita," tambahnya.
 
Melalui kegiatan bakti sosial ini, lingkungan SMP Negeri 2 Pagerageung kini terlihat jauh lebih bersih, tertata rapi, serta menciptakan suasana yang nyaman dan sehat untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik ke depannya.
 
(Yana)
 

Aliansi BEM se-Tasikmalaya Serukan 10 Tuntutan Rakyat dan Evaluasi Persoalan Nasional

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Tasikmalaya (BEMSETAS) secara resmi mengeluarkan naskah kajian akademik serta rumusan tuntutan strategis guna mengawal amanat reformasi. Gerakan ini dibentuk untuk mengevaluasi berbagai persoalan kebijakan publik yang dinilai mendesak, baik di tingkat nasional maupun daerah.
 
Aksi dan kajian yang diusung oleh para mahasiswa ini mencakup 13 isu krusial yang memerlukan pengawasan serta perbaikan berkelanjutan dari pemerintah. Berdasarkan naskah akademik yang disusun, BEMSETAS menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang kemudian dirangkum ke dalam lima kluster tuntutan utama.
 
5 Kluster Tuntutan Utama BEM se-Tasikmalaya
 
Evaluasi Program Pemerintah & Hak Dasar
 
Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa. Mahasiswa menuntut peningkatan standar sanitasi pangan, perbaikan pelayanan kesehatan, transparansi klaim BPJS, hingga pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan sosial tepat sasaran.
 
Reforma Agraria & Keadilan Ekonomi
 
Menuntut percepatan reforma agraria, penyelesaian konflik pertanahan, serta pemberantasan mafia tanah. Selain itu, aliansi juga mendesak transparansi realisasi penyerapan tenaga kerja serta perlindungan hak-hak buruh.
 
Lingkungan Hidup & Penanganan Bencana
 
Menyoroti pentingnya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mitigasi bencana yang cepat dan transparan di berbagai wilayah, serta pengendalian harga kebutuhan pokok dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkeadilan bagi masyarakat.
 
Demokrasi, Hukum, & Hak Digital
 
Mendesak penghentian tindakan represif serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dalam mengamankan aksi. Mahasiswa menolak militerisasi ruang sipil yang tidak sesuai hukum, serta memperkuat perlindungan hak digital dan kebebasan berekspresi.
 
Transparansi Anggaran & Agenda Reformasi
 
Menuntut keterbukaan informasi alokasi dan realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan pemberantasan korupsi, serta percepatan agenda reformasi secara menyeluruh dan akuntabel.
 
Kritik Tajam untuk "Trisula" Pemangku Kebijakan Tasikmalaya
 
Dalam orasinya di tengah aksi, perwakilan Dema INU, Salman Faisal, dengan tegas menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya respons birokrasi dan unsur pimpinan di daerah.
 
Ia menggunakan perumpamaan keras dalam menyuarakan kondisi kepemimpinan lokal saat ini.
 
"Ikan busuk dimulai dari kepalanya," ujar Salman Faisal, menggambarkan bagaimana "trisula" pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya — yang terdiri dari DPRD, Walikota, dan Polres — dinilai sangat lamban serta abai terhadap berbagai kepentingan rakyat.
 
Tanggapan Moral dan Intelektual Mahasiswa
 
Melalui penyusunan naskah akademis dan aksi nyata ini, BEMSETAS bersama seluruh elemen yang tergabung menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan bukanlah sekadar penolakan tanpa dasar. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa agar kebijakan publik senantiasa berpihak pada kesejahteraan rakyat.
 
Mahasiswa Tasikmalaya menegaskan agar pemerintah tidak hanya memberikan jawaban normatif. Mereka menuntut dibukanya ruang dialog, transparansi terhadap data, serta tindakan nyata untuk menindaklanjuti setiap persoalan secara konkret.
 
(Arya Siloka)
 

Sinergi Nyata! Polres Banjar Bersama Jabar Bergerak dan BAZNAS Bedah Rutilahu Warga Pataruman

BANJAR, ARTHA-NEWS — Sebuah aksi kepedulian sosial yang nyata kembali ditunjukkan di wilayah hukum Kota Banjar. Guna membantu sesama yang sedang membutuhkan, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) resmi digulirkan. Kali ini, bantuan diarahkan untuk membedah rumah milik Bapak Unus, seorang warga yang tinggal di Lingkungan Sukamanah, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Langkah mulia ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi solid antara Polres Banjar, organisasi Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, serta didukung penuh oleh swadaya masyarakat setempat yang saling bahu-membahu.
 
Kapolres Banjar Tinjau Langsung Progres Pembangunan Rutilahu
 
Untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., turun langsung ke lapangan. Beliau melakukan pengecekan dan peninjauan progres pembangunan Rutilahu tersebut pada Rabu (28/10/2026) tepat pukul 13.30 WIB.
 
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Kapolres Banjar tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Banjar, di antaranya Waka Polres Banjar Kompol Saepul Bahri, S.Pd.I., Kasat Binmas Polres Banjar, Kasat Narkoba Polres Banjar, serta Kasi Propam Polres Banjar.
 
Selain dari internal kepolisian, hadir pula di lokasi perwakilan dari Lapas Kelas IIB Banjar, Lurah Pataruman, Bhabinkamtibmas, perwakilan pengurus Jabar Bergerak, unsur pengurus lingkungan, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan jalannya peninjauan.
 
Gotong Royong Lintas Sektor Demi Hunian Sehat dan Aman
 
Sebagai informasi, proyek perbaikan rumah Bapak Unus ini sudah mulai digerakkan sejak tanggal 14 Oktober 2026 lalu dan hingga saat ini proses pembangunannya masih terus dikebut. Sebelum menyentuh tahap renovasi, kondisi bangunan rumah tersebut memang dinilai sangat kurang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Melalui program akselerasi Rutilahu ini, seluruh struktur bangunan diperbaiki secara menyeluruh agar ke depannya bisa berubah menjadi hunian yang jauh lebih aman, sehat, serta nyaman untuk ditempati oleh sang pemilik.
 
Kelancaran proyek sosial ini tentu tidak lepas dari adanya sokongan dana dan materi yang datang dari berbagai pihak. Secara rinci, sumber dukungan pembangunan tersebut berasal dari:
 
- Bantuan dana pribadi dari Kapolres Banjar sebesar Rp5 juta
- Penyaluran dana stimulan dari BAZNAS Kota Banjar sebesar Rp8 juta
- Suntikan bantuan dari organisasi Jabar Bergerak
- Kontribusi dari mitra rekanan
- Donasi swadaya yang dihimpun oleh pengurus lingkungan beserta masyarakat sekitar
 
Semangat Polisi Bersama Masyarakat Memberikan Harapan Baru
 
Di sela-sela peninjauannya, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa program pembangunan Rutilahu ini merupakan implementasi nyata dari rasa kemanusiaan dan kepedulian bersama. Tujuannya tidak lain adalah untuk menolong warga prasejahtera agar bisa memiliki tempat bernaung yang lebih manusiawi.
 
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa kepedulian tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami berharap pembangunan rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi penerima manfaat. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini perlu terus dipelihara agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya," tutur AKBP Didi Dewantoro dengan penuh optimisme.
 
Esensi dari jargon Polisi Bersama Masyarakat benar-benar terpancar jelas di lokasi pembangunan. Berbagai elemen masyarakat terpantau melebur menjadi satu, saling bergotong royong menyumbangkan tenaga dan keahlian mereka sesuai porsi kemampuan masing-masing. Tekad kebersamaan inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat proses perbaikan fisik rumah tersebut.
 
Kini, dengan adanya dukungan penuh dari Polres Banjar, Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, beserta seluruh warga, target penyelesaian Rutilahu milik Bapak Unus diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat. Gerakan ini membuktikan bahwa lebih dari sekadar memperbaiki dinding dan atap yang rusak, aksi sosial ini adalah simbol kuatnya kepedulian sosial di Kota Banjar demi mewujudkan lingkungan hidup yang lebih aman, bersih, dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Artha-News)

Pemkab Samosir Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98: Wabup Ariston Tua Sidauruk Serahkan SK untuk 781 PPPK Paruh Waktu

SAMOSIR, Artha-News.com — Pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Samosir berlangsung dengan khidmat dan penuh makna historis. Agenda tahunan yang digelar di Tanah Lapang Pangururan pada Rabu (28/10/2026) ini tidak sekadar menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali ikrar sakral persatuan yang digaungkan para pemuda 98 tahun silam. Lebih dari itu, momentum bersejarah ini menjadi hari yang sangat dinantikan bagi ratusan pegawai karena dirangkai dengan pembagian petikan Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak kerja bagi 781 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
 
Dalam upacara kedinasan tersebut, Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Usai memimpin jalannya upacara, Wakil Bupati secara simbolis dan langsung menyerahkan petikan SK tersebut kepada para pegawai. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, dari total 781 PPPK Paruh Waktu yang menerima perpanjangan kontrak kerja tersebut, komposisinya terdiri atas 122 orang yang mengabdi sebagai tenaga kependidikan (guru), 6 orang personel tenaga kesehatan (medis), serta jumlah terbesar yakni sebanyak 653 orang yang menempati posisi sebagai tenaga teknis di berbagai instansi pemerintahan.
 
Momen penyerahan SK yang diintegrasikan di tengah-tengah upacara Hari Sumpah Pemuda ini membawa pesan simbolis yang mendalam. Hal ini menjadi pengingat penting bahwa wujud nyata dari semangat pengabdian kepada tanah air tidak hanya tercermin dari perjuangan fisik generasi muda di masa lampau, melainkan juga lewat kontribusi nyata dan profesionalisme aparatur sipil dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat luas pada masa sekarang.
 
Pada tahun 2026 ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema besar yang sarat makna, yaitu "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Acara ini dihadiri oleh jajaran komando unsur Forkopimda Samosir, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, beserta jajaran Staf Ahli Bupati dan para Asisten Setdakab. Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Selain pejabat birokrasi, tampak hadir Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua DWP Ny. Asti Marudut Tua Sitinjak, serta diikuti oleh seluruh jajaran ASN Pemkab Samosir, barisan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, anggota Pramuka Kwarcab Samosir, serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan setempat.
 
Saat membacakan pidato resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, Wakil Bupati Samosir menegaskan esensi utama bahwa kobaran semangat Sumpah Pemuda wajib diinternalisasi dan dihidupkan dalam watak setiap generasi penerus bangsa. Berdasarkan pesan tertulis Menpora, tolok ukur kemajuan Negara Indonesia tidak boleh hanya dipandang dari aspek pembangunan infrastruktur fisik, penguasaan teknologi modern, ataupun kelimpahan kekayaan materi semata. Fondasi utama dari kemajuan yang hakiki adalah mutu dan kualitas sumber daya manusianya.
 
"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," ucap Wabup Ariston Tua Sidauruk saat membacakan petikan pidato Menpora RI di hadapan seluruh peserta upacara.
 
Lebih lanjut dalam isi pidato tersebut, ditegaskan bahwa fondasi pemuda masa depan harus ditempa agar bertransformasi menjadi pribadi yang patriotik, gigih, serta memiliki empati yang tinggi. Sikap patriotisme sejati tidak boleh berhenti sebagai jargon atau kata-kata indah belaka, tetapi wajib dimanifestasikan dalam tindakan nyata serta pengabdian yang tulus. Sifat kegigihan sangat mutlak diperlukan agar mentalitas generasi muda tidak mudah ambruk saat menghadapi hambatan, tantangan, maupun kegagalan. Sementara itu, nilai empati berperan sebagai instrumen penyeimbang agar kesuksesan yang diraih kelak tidak hanya digunakan untuk memuaskan ego individu, melainkan membawa manfaat bagi orang lain.
 
Pesan moral dari Menpora ini dirasa kian krusial dan relevan di era modernisasi yang bergerak secara dinamis dan eksponensial. Generasi muda saat ini dituntut memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi sekaligus berinovasi dengan cepat, tanpa harus kehilangan identitas karakter, kepekaan sosial, serta rasa nasionalisme yang mendalam terhadap NKRI. "Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya," tambah Wabup meneruskan amanat tersebut.
 
Nilai-nilai filosofis dari semangat sumpah pemuda tersebut kemudian dikorelasikan secara langsung oleh Wakil Bupati sebagai pesan khusus bagi para PPPK Paruh Waktu yang baru saja menerima dokumen kontrak kerja mereka. Wabup Samosir menginstruksikan dengan tegas agar legalitas dan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara ini dijadikan sebagai sebuah amanah besar. Dokumen tersebut harus dijawab dengan pembuktian kinerja yang profesional, tingkat kedisiplinan yang tinggi, pemeliharaan integritas, serta kesiapan total dalam menyajikan pelayanan publik terbaik di pos kerja masing-masing.
 
"Bekerjalah dengan baik, bersemangat dan bertanggung jawab sesuai bidang kerja masing-masing. Berikan pelayanan prima bagi masyarakat serta tunjukkan loyalitas dalam bekerja," cetus Wakil Bupati memberikan arahan langsung.
 
Ia menggarisbawahi secara tajam bahwa sebagai bagian integral dari sistem birokrasi dan aparatur pemerintah, seluruh PPPK Paruh Waktu wajib menempatkan kemaslahatan umum, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan tertentu. Oleh sebab itu, setiap aparatur yang telah memegang SK dituntut secara mutlak untuk memahami dengan mendalam apa saja tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka, mendongkrak etos kerja harian, serta merawat nilai integritas dan kepatuhan terhadap regulasi kedisiplinan pegawai.
 
Wabup juga memberikan peringatan keras agar seluruh PPPK tidak terjebak dalam pemikiran keliru yang menganggap rutinitas pekerjaan ini sekadar formalitas pengisi waktu. Karakter tekun, ulet, komitmen kuat, serta rasa tanggung jawab yang tinggi harus dilekatkan ke dalam ekosistem dan budaya kerja sehari-hari. Dengan begitu, eksistensi dan kehadiran para pegawai paruh waktu ini benar-benar memberikan implikasi nyata dan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Samosir.
 
"Selamat bekerja bagi saudara-saudara, berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Samosir. Jangan sampai terjadi penyimpangan yang membawa dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat," ujar Wabup dengan nada tegas dan penuh imbauan.
 
Di sisi lain, menanggapi aspirasi, harapan, dan masa depan para pegawai terkait peluang perubahan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu, Wakil Bupati Samosir turut menyampaikan doa dan harapan besarnya. Beliau berharap agar regulasi atau kebijakan strategis yang mendukung konversi status kepegawaian tersebut dapat segera disahkan dan direalisasikan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.
 
Secara menyeluruh, ritual khidmat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Samosir tahun ini menyebarkan pesan kuat ke publik bahwa nilai-nilai historis dari ikrar pemuda tidak boleh mandek sebagai catatan sejarah masa lalu. Semangat persatuan, determinasi kerja keras, etika profesionalisme, serta kepekaan empati sosial harus mampu diimplementasikan ke dalam ritme pengabdian hidup sehari-hari, termasuk yang paling utama melalui saluran pelayanan prima dari segenap aparatur pemerintah Kabupaten Samosir kepada seluruh warganya.
 
(NR.Sitohang)
 

Strategi ISWMP Cimahi: TPST Sentiong Diperkuat dan Ratusan Armada Sampah Baru Siap Meluncur

CIMAHI, ARTHA-NEWS — Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat langkah strategis dalam menanggulangi masalah persampahan melalui program Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP). Tidak hanya mengandalkan edukasi pemilahan dari rumah, Pemkot Cimahi kini menyiapkan dukungan fasilitas operasional berupa penambahan 34 unit armada Tosa, 67 mobil pikap, dan 5 truk kompaktor modern.
 
Pengumuman ini disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Pelatihan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah berbasis ISWMP di Cimahi Techno Park, Selasa (27/10/2026). Acara juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan tempat sampah terpilah kepada perwakilan warga.
 
Mengubah Paradigma dari Hulu
 
Adhitia menegaskan bahwa masalah sampah tidak sekadar soal kebersihan, melainkan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, pendekatan harus diubah dari sekadar "kumpul-angkut-buang" menjadi pengurangan volume sejak dihasilkan.
 
"Paradigma pengelolaan sampah masa kini harus diubah. Fokus kita tidak boleh lagi hanya tentang bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya, melainkan bagaimana volume sampah tersebut bisa ditekan habis sejak dari asalnya," ujar Adhitia.
 
Selama ini, Kota Cimahi masih mengandalkan TPA Sarimukti dengan pasokan mencapai 95–100 ton per hari, sementara daya tampung TPA tersebut terus menurun. Kondisi ini mendesak percepatan sistem penanganan mandiri.
 
TPST Sentiong dan Dukungan Armada Baru
 
Salah satu proyek andalan yang dipercepat adalah pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong. Proyek ini didukung pendanaan Bank Dunia, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Dalam Negeri melalui program ISWMP.
 
Sebelumnya, Pemkot Cimahi juga telah menjalankan program Sapu Jagat yang dilengkapi pelatihan daur ulang bagi warga. Pola lama diubah menjadi budaya baru: memilah, mendaur ulang, dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
 
"Kami berharap Bapak dan Ibu yang hadir hari ini bersedia menyebarkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Langkah kecil ini adalah investasi masa depan kita bersama. Kota yang bersih, asri, dan resik tentu akan melahirkan masyarakat yang sehat serta bahagia," harapnya.
 
Cimahi merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya menjalankan program ISWMP dan berpeluang memperpanjang kerjasama hingga tahun 2027. Kehadiran ratusan unit kendaraan baru ini diharapkan mempercepat layanan pengangkutan di titik-titik padat penduduk.
 
Apresiasi dan Harapan Kemendagri
 
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Suprayitno, M.A., memberikan apresiasi atas kemajuan Cimahi. Pemisahan peran regulator dan operator dinilai sebagai inovasi yang patut dicontoh daerah lain.
 
Suprayitno juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat. "Kami sengaja memberikan tantangan tersendiri untuk Cimahi. Wilayah ini memiliki rekam jejak historis yang kuat secara nasional, yang selalu mengingatkan kita semua akan risiko fatal jika urusan sampah diabaikan. Ini bukan lagi sekadar perkara menjaga alam, melainkan upaya mencegah terjadinya bencana kemanusiaan berulang," urainya.
 
Pelatihan ini diikuti 150 peserta yang akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Mereka bertugas menyosialisasikan pemilahan dan komposting kepada warga secara berkelanjutan.
 
Dengan penguatan dari hulu, optimalisasi TPST Sentiong, dan ratusan armada baru, Cimahi menargetkan berangsur mandiri sampah dan mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti secara bertahap.
 
(Ari.M)
 
 

Tembus 12 Besar Sumut, Vandiko Gultom Targetkan Desa Sabulan Juara Kampung Kreatif 2026

SAMOSIR, Artha-News.com — Langkah strategis diambil oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dalam mempromosikan keunggulan daerahnya di tingkat regional. Bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Selasa, 27 Oktober 2026, orang nomor satu di Samosir tersebut memaparkan secara mendalam seluruh potensi yang dimiliki Desa Sabulan, Kecamatan Sitio-tio, yang tengah diproyeksikan untuk meraih predikat sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB).
 
Agenda krusial ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan penilaian komprehensif bagi 12 desa yang berhasil menembus jajaran nominasi terbaik Kampung Kreatif Sumut Berkah di tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk periode tahun 2026.
 
Saat menyampaikan argumentasi dan datanya, Bupati Samosir tampak didampingi oleh barisan pejabat eselon, di antaranya Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Siamrmata, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetti Naibaho. Sesi presentasi ini diuji secara langsung oleh Tim Penilai dari jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dikomandoi oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, bersama Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
 
Strategi Integrasi Potensi Lokal dan Ekonomi Kreatif
 
Di hadapan para evaluator profesional, Bupati Vandiko menguraikan gagasan mengenai cetak biru pembangunan Desa Sabulan secara menyeluruh dengan mengoptimalkan kekayaan lokal yang ada di wilayah tersebut. Penjelasan mendalam tersebut merangkum peta jalan pemanfaatan sektor ekonomi kreatif, perlindungan situs-situs kebudayaan, penguatan tata kelola kelembagaan warga, hingga penyelarasan berbagai lini sektor demi mengantarkan Desa Sabulan sebagai pusat industri kreatif lokal.
 
Dalam arahannya, Bupati Vandiko menggarisbawahi bahwa keterlibatan Desa Sabulan pada kompetisi Kampung Kreatif Sumut Berkah ini esensinya bukan sekadar mengejar status juara semata. Momentum ini dipandang sebagai media efektif untuk mengekspos dan menumbuhkan daya saing yang ada di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
 
"Poin utamanya terletak pada skema pengembangan kekayaan Desa Sabulan secara terpadu agar membuahkan dampak konkret bagi kesejahteraan warga setempat. Sektor ekonomi kreatif, adat budaya, destinasi wisata, serta potensi lokal wajib kita akselerasi agar menjelma sebagai pilar ekonomi baru di desa," tutur Bupati Vandiko.
 
Dipaparkannya pula bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen penuh untuk menstimulasi kemajuan desa dengan tetap mengedepankan otentisitas serta karakteristik khas dari tiap-tiap kawasan. Posisi desa tidak boleh sekadar diletakkan sebagai sasaran proyek pembangunan, melainkan harus bertransformasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada inovasi warga.
 
Kepala Daerah menaruh harapan besar agar Desa Sabulan dapat dinobatkan sebagai salah satu jawara Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Raihan tersebut nantinya diharapkan menjadi stimulus dan percontohan bagi desa-desa tetangga di Kabupaten Samosir dalam mengoptimalkan sumber daya lokal secara kreatif sekaligus berkelanjutan.
 
"Target kita adalah Desa Sabulan mampu menampilkan performa terbaiknya. Apapun keputusan dari dewan juri nanti, dinamika ini harus dijadikan pemantik bagi seluruh pihak untuk konsisten memetakan potensi desa, meningkatkan daya cipta masyarakat, dan melahirkan faedah yang jauh lebih nyata bagi kemakmuran masyarakat," pungkasnya.
 
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
 
Paparan komprehensif yang disajikan oleh Bupati Samosir tersebut menuai respons positif dan pujian dari Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor. Metode penyampaian dinilai sangat sistematis serta berhasil menguraikan rancangan tata ruang kawasan secara berkesinambungan, yang mencakup aspek keunggulan ekonomi kreatif, warisan situs sejarah, dan kematangan struktur organisasi masyarakat di Desa Sabulan.
 
Pj. Sekda Provsu juga melayangkan poin apresiasi atas tingkat kesiapan dan keseriusan manajemen Kabupaten Samosir dalam mempersiapkan Desa Sabulan menuju panggung Kampung Kreatif Sumut Berkah. Secara kolektif, dalam forum koordinasi tersebut ditegaskan bahwa Kabupaten Samosir dipandang memiliki kualifikasi dan kelayakan tinggi untuk tampil sebagai salah satu pemenang utama KKSB Tahun 2026.
 
Masuknya Desa Sabulan dalam kompetisi bergengsi Kampung Kreatif Sumut Berkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan nilai jual desa, yang tidak hanya menyasar kestabilan finansial, melainkan juga lewat penguatan identitas budaya, kreativitas warga, dan tata pamong desa. Pemanfaatan kearifan lokal ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus baru dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat sekaligus menegaskan karakteristik khas Samosir.
 
Berbekal berbagai keunggulan dan dokumen pendukung yang telah dipresentasikan, Desa Sabulan di Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, dinilai memiliki kans yang sangat terbuka lebar untuk mengamankan posisi sebagai pemenang Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Hasil final dan keputusan pemeringkatan selanjutnya akan digodok dan diumumkan secara berkala oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
 
(Base data: NR. Sitohang)

Misteri Hilangnya Kerbau di Samosir Terungkap, Polisi Sita Mobil L300 dan Periksa 5 Pria di Parbaba

SAMOSIR, Artha-News.com — Sinergi antara masyarakat dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Samosir berhasil mengungkap teka-teki hilangnya dua ekor kerbau yang sempat meresahkan peternak lokal. Hewan ternak milik seorang lansia bernama Jabukka Sitanggang (66) tersebut akhirnya berhasil ditemukan petugas di wilayah Parbaba, Kecamatan Pangururan.
 
Selain menemukan kembali aset milik warga Desa Panampangan tersebut, aparat penegak hukum juga mengamankan lima orang pria di tempat kejadian pada Minggu (25/10/2026). Kelimanya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan mereka dalam peristiwa ini.
 
Kronologi Penelusuran Ternak yang Hilang
 
Aksi dugaan pencurian ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Korban yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor peternakan sempat terpukul akibat hilangnya dua ekor kerbau jantan miliknya dari kandang.
 
Selama delapan hari berturut-turut, warga bersama aparat kepolisian terus melakukan penyisiran ke berbagai titik di Kabupaten Samosir. Titik terang akhirnya didapatkan pada akhir pekan kemarin setelah ada informasi mengenai keberadaan ternak dengan ciri-ciri serupa di kawasan Parbaba.
 
Penyitaan Barang Bukti Armada Mitsubishi L300
 
Dalam operasi pengamanan di lokasi penemuan, personel Polres Samosir turut menyita satu unit kendaraan roda empat jenis mobil pikap Mitsubishi L300. Mobil pikap tersebut diduga kuat menjadi alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut kedua ekor kerbau menjauh dari lokasi asal.
 
Penyidik Satreskrim Polres Samosir kini tengah mendalami peran dari masing-masing individu yang berada di lokasi. Polisi masih mengumpulkan bukti tambahan guna memastikan sejauh mana keterlibatan lima orang tersebut beserta armada angkutan yang disita.
 
Komunitas Peternakan Tuntut Transparansi Hukum
 
Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat Samosir, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada hewan ternak. Warga mendesak kepolisian agar mengusut tuntas perkara ini hingga ke akarnya guna memberikan efek jera dan memulihkan rasa aman di lingkungan pedesaan.
 
Proses hukum yang berjalan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kepastian mengenai status hukum serta pasal yang akan disangkakan kepada kelima pria tersebut masih menunggu hasil gelar perkara resmi dan rilis pers dari pihak Polres Samosir.
 
(NR.Sitohang)
 

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Kapolres Banjar Tekankan Nilai Kedisiplinan dan Kerja Nyata

BANJAR, ARTHA-NEWS — Memasuki peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Banjar melangsungkan upacara bendera dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini berpusat di Lapangan Apel Mapolres Banjar pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, dimulai tepat pukul 07.15 WIB.
 
Kepala Kepolisian Resor Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Agenda kebangsaan ini dihadiri oleh Wakapolres Banjar, jajaran Pejabat Utama, para perwira, seluruh personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkungan Polres Banjar.
 
Refleksi Historis Kongres Pemuda 1928 di Mapolres Banjar
 
Prosesi diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana seluruh peserta mengambil sikap hormat dengan tertib. Guna menyalakan kembali api nasionalisme, seluruh peserta upacara bersama-sama melafalkan teks Pancasila yang dilanjutkan dengan pembacaan naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928.
 
Melalui pembacaan naskah bersejarah tersebut, para personel diingatkan kembali pada fondasi persatuan bangsa. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang dicetuskan para pemuda terdahulu dari berbagai latar belakang suku dan daerah menjadi poin utama yang direnungkan dalam upacara ini.
 
Nuansa patriotik kian terasa saat lagu wajib nasional "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Bangun Pemudi Pemuda" dikumandangkan bersama. Setelah penyampaian amanat dari Inspektur Upacara serta pembacaan doa, kegiatan diakhiri dengan penghormatan umum sebelum seluruh barisan dibubarkan secara tertib.
 
Manifestasi Tema "Patriotik, Gigih, Berempati" dalam Tugas Kepolisian
 
Peringatan tahun ini mengusung tema besar "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Makna di balik tema tersebut menjadi seruan penting bagi generasi masa kini untuk terus memupuk jiwa nasionalisme, ketahanan mental dalam berkarya, serta kepedulian sosial yang tinggi di tengah arus perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
 
Polres Banjar menggarisbawahi bahwa perayaan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi ritual tahunan yang berjalan tanpa makna. Warisan komitmen persatuan dari tahun 1928 harus diejawantahkan ke dalam tindakan konkret sehari-hari, bukan hanya saat momen peringatan saja.
 
Bagi institusi Polri, nilai-nilai luhur tersebut wajib diserap dan diwujudkan dalam bentuk kedisiplinan yang kokoh, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta totalitas dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Semangat persatuan yang kokoh inilah yang menjadi kekuatan utama untuk mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimulai dari dedikasi nyata yang kita tunjukkan hari ini.
 
(Artha-News · Kabiro Rena Yusnita)