Minggu, Oktober 25, 2026
Kecelakaan di Jalan Sambong Jaya Tasikmalaya: Pemotor Tabrak Truk di Mangkubumi
Musyawarah PSSAB di Samosir Perkuat Persatuan Situmorang Sipitu Ama
Artha-News.com I SAMOSIR (25/10/2026) – Tanah leluhur kembali menjadi saksi bisu betapa krusialnya merawat rajutan persatuan serta memperkokoh ikatan persaudaraan se-darah.
Parsadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boru Bere ibebere (PSSAB) secara resmi menyelenggarakan agenda musyawarah besar yang bertempat di Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada hari Minggu (25/10/2026). Agenda penting ini dilaksanakan dengan membawa spirit utama untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memelihara warisan budaya bernilai tinggi dari para leluhur di tanah kelahiran, Bona Pasogit.
Pelaksanaan musyawarah yang membahas dinamika roda kepengurusan PSSAB di tingkat nasional se-Indonesia ini digulirkan berdasarkan restu serta persetujuan penuh dari Ketua Umum PSSAB se-Indonesia, Sudung Situmorang, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau diwakili secara resmi oleh Lekanor Sitohang yang menjabat selaku Wakil Ketua III.
Momentum krusial ini menjadi ruang konsolidasi yang sangat berharga bagi seluruh elemen pomparan Situmorang Sipitu Ama, tidak terkecuali bagi kalangan boru, bere, hingga ibebere. Forum ini dimanfaatkan secara optimal guna mendongkrak kebersamaan sekaligus membentengi relasi kekeluargaan harmonis yang telah diestafetkan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam.
Bona Pasogit Urat, Akar Sejarah Situmorang Sipitu Ama
Kawasan Desa Urat yang terletak di wilayah Kabupaten Samosir ini menyimpan sejarah yang amat mendalam bagi seluruh pomparan Oppu Tuan Situmorang Sipitu Ama. Eksistensi Bona Pasogit di daerah ini bukan semata-mata dipandang sebagai tempat titik awal asal-usul para leluhur terdahulu, melainkan juga bermakna sebagai pilar identitas kedaerahan, rekaman sejarah, serta simpul pengikat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu bagi segenap keturunannya.
Adapun tujuh garis keturunan anak jantan yang tercatat dan diakui secara luas dalam silsilah Situmorang Sipitu Ama meliputi:
- Situmorang Pande (Lumban Pande)
- Situmorang Lumban Nahor (Lumban Nahor)
- Situmorang Suhut Nihuta (Tuan Suhut)
- Tuan Ringo (Siringo-ringo/Ruma Pea)
- Sitohang Uruk (Dori Mangambat)
- Sitohang Tonga-tonga (Rajai Tubungna)
- Sitohang Toruan (Oppu Bonanionan)
Ketujuh representasi kelompok keturunan tersebut melekat erat menjadi bagian integral dari perjalanan sejarah panjang serta sistem kekeluargaan horizontal maupun vertikal yang senantiasa dirawat secara konsisten oleh pomparan Situmorang Sipitu Ama bersama dengan boru dan bere hingga saat ini.
Tugu Persatuan dan Filosofi Pohon Jabi-jabi
Satu di antara sekian banyak simbol material yang sangat sakral sebagai pemersatu pomparan Situmorang Sipitu Ama adalah bangunan tugu persatuan yang berdiri kokoh di wilayah Urat, tepat di samping pohon jabi-jabi di area Sihasangapon.
Berdasarkan narasi lisan serta kisah sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, pohon jabi-jabi tua tersebut memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan riwayat masa lalu leluhur mereka. Pohon yang karakteristiknya dikenal berukuran raksasa dan berakar kuat itu ditransformasikan sebagai simbolisasi harapan kolektif agar segenap keturunan dari Situmorang Sipitu Ama mampu bertumbuh menjadi tunas bangsa yang tangguh, memiliki kebijaksanaan tinggi, serta senantiasa kapabel dalam memelihara keselarasan di tengah-tengah dinamika sosial kemasyarakatan.
Keberadaan fisik dari tugu monumental tersebut tidak hanya memegang peran sebagai penanda historis belaka, melainkan juga berfungsi sebagai alarm pengingat yang efektif bagi generasi muda penerus estafet marga akan pentingnya memuliakan leluhur, memproteksi identitas budaya, serta menjaga rajutan persatuan di tengah hantaman arus modernisasi dan perkembangan zaman yang kian pesat.
Rencanakan Pesta Tugu Tahunan, Persaudaraan Harus Terus Dihidupkan
Seluruh rangkaian musyawarah adat dan organisasi ini berjalan dengan sangat kondusif, dinamis, dan membuahkan hasil positif. Salah satu poin rencana strategis ke depan yang dibahas secara mendalam oleh forum adalah mengenai wacana eksekusi perhelatan pesta tugu yang ditargetkan bergulir rutin setiap tahun oleh jajaran pengurus panitia, walau nantinya skema penyelenggaraan dikemas dalam nuansa yang penuh kesederhanaan.
Bagi korps keluarga besar PSSAB, stimulus kegiatan kultural tersebut diproyeksikan mampu menjadi wadah pertemuan serta ajang reuni akbar bagi para pomparan yang saat ini tengah merantau dan tersebar luas di pelbagai penjuru wilayah Nusantara. Lewat langkah taktis ini, jalinan kekeluargaan tidak sekadar membeku dalam ikatan formal marga di atas kertas, namun benar-benar diaktualisasikan secara nyata lewat ruang-ruang pertemuan fisik, jalinan komunikasi yang intens, serta realisasi program kerja kolektif di tanah kelahiran Bona Pasogit.
Pihak panitia pelaksana menaruh harapan yang sangat besar agar seluruh pomparan Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, beserta ibebere di mana pun berada di seantero Indonesia dapat ikut berpartisipasi aktif dalam membesarkan punguan (perkumpulan) ini dan menyokong penuh segala bentuk program kerja persatuan yang dipusatkan di Urat, Samosir.
"Persatuan yang sejati itu bukanlah sekadar aktivitas berkumpul bersama secara fisik, melainkan bagaimana cara kita memastikan setiap generasi muda tetap melek dan mengenali garis asal-usulnya, menaruh hormat pada para leluhurnya, serta konsisten merawat tali persaudaraan," ungkap perwakilan pengurus.
Melalui hasil musyawarah yang mufakat ini, organisasi PSSAB ke depan diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga yang semakin solid, profesional dalam menggerakkan roda organisasi, andal dalam memproteksi nilai-nilai luhur kebudayaan Batak, sekaligus memposisikan tugu persatuan di Bona Pasogit Urat sebagai simbol kebersamaan abadi yang terus bernyawa bagi generasi masa kini hingga generasi fajar di masa depan.
Dari bumi Bona Pasogit Urat Samosir, vibrasi positif dan semangat persaudaraan yang membara dari Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, dan ibebere diyakini akan terus tumbuh subur, mekar, dan mengakar dengan sangat dalam, persis seperti tercermin dalam nilai filosofis pohon jabi-jabi yang kokoh berdiri menantang zaman.
(NR.Sitohang)
Bawa Sajam, Oknum Karyawan Diamankan Patroli Sabhara Polres Banjar
BANJAR, ARTHA-NEWS — Tim Patroli Sabhara Polres Banjar bergerak cepat mengamankan seorang oknum karyawan perkebunan di Dusun Mandalare, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Pria tersebut ditangkap polisi setelah terbukti membawa senjata tajam jenis samurai yang meresahkan warga sekitar.
Penangkapan ini bermula dari aduan masyarakat setempat yang merasa terancam dan geram dengan tindakan anarkis pelaku. Menanggapi laporan tersebut, personel Sabhara Polres Banjar langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kronologi Penangkapan Pelaku di Mandalare, Banjar
Berdasarkan informasi di lapangan, situasi di tempat kejadian perkara sempat menegang sebelum petugas tiba. Pelaku yang membawa senjata tajam diketahui sempat mondar-mandir dan memicu keresahan mendalam di lingkungan warga Mandalare, Pataruman.
Dipimpin langsung oleh IPDA Asep Suparlan, S.H., Tim Patroli Sabhara Polres Banjar melakukan tindakan tegas dan terukur. Petugas dengan sigap mengepung, melucuti senjata pelaku, dan langsung memasangkan borgol guna meminimalkan risiko perlawanan.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat personel kepolisian berulang kali menenangkan massa yang berkerumun di lokasi. Petugas meminta warga tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib. Pelaku kemudian digiring masuk ke dalam mobil dinas patroli untuk dievakuasi dari lokasi.
Ketegasan Polres Banjar terhadap Gangguan Kamtibmas
Kapolres Banjar melalui Kepala Tim Patroli, IPDA Asep Suparlan, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Polres Banjar.
"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Siapa pun yang terbukti membawa senjata tajam tanpa izin dan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar IPDA Asep Suparlan kepada media, Sabtu (24/10/2026).
Barang Bukti dan Proses Hukum Selanjutnya
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, oknum karyawan perkebunan tersebut kini harus mendekam di sel tahanan. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
- Satu bilah senjata tajam jenis samurai
- Atribut kendaraan dan identitas kerja milik pelaku
Saat ini, kasus pembawaan senjata tajam yang meresahkan warga Pataruman ini tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Banjar untuk mendalami motif asli pelaku di balik tindakan tersebut.
Detail Laporan:
Peristiwa: Penangkapan oknum karyawan perkebunan pembawa senjata tajam
Lokasi: Mandalare, Pataruman, Kota Banjar
Petugas: IPDA Asep Suparlan, S.H. & Tim Patroli Sabhara Polres Banjar
Sumber: Artha-News — Kabiro: Rena Yusnita
Soegiharto Santoso: Menko AHY Dinilai Layak Raih Special Honorary Leadership Award di ASOCIO Digital & AI Summit 2026
Perkuat Toleransi, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Minggu Kasih di GKI
- Keamanan di Rumah: Selalu periksa dan pastikan pintu serta jendela terkunci rapat sebelum meninggalkan rumah.
- Waspada Penipuan: Jangan mudah tergiur tawaran keuntungan yang terlihat tidak masuk akal.
- Lindungi Barang Berharga: Hindari memamerkan benda berharga di tempat umum untuk mengurangi risiko kejahatan.
- Call Center 110: Simpan dan gunakan nomor bebas pulsa Polri 110 jika mengalami atau melihat kejadian darurat keamanan.
- Bijak di Dunia Digital: Orang tua diminta membimbing anak-anak agar terhindar dari bahaya judi online. Warga juga diimbau teliti sebelum membagikan informasi di media sosial.
"Kami hadir di sini bukan sekadar dalam rangka tugas kedinasan, melainkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung apa yang warga rasakan. Keamanan dan ketertiban bukan tanggung jawab polisi saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Jangan ragu menghubungi Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan," ujar AKBP Didi Dewantoro.
Komitmen Bersama untuk Kota Banjar yang Lebih Baik
Kegiatan Minggu Kasih menjadi bukti nyata bahwa Polres Banjar senantiasa hadir di tengah masyarakat, dari berbagai latar belakang keyakinan. Masukan yang disampaikan jemaat akan menjadi bahan penting bagi kepolisian untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Semakin erat kerja sama antara Polri dan masyarakat, semakin kuat pula benteng keamanan kita bersama. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat menjadikan Kota Banjar sebagai wilayah yang semakin aman, harmonis, dan nyaman untuk dihuni oleh siapa saja.
Jurnalis: Rena Yusnita
Editor: Redaksi Artha-News
Sabtu, Oktober 24, 2026
Pemkot Cimahi Perkuat TPST Sentiong & Lebaksaat, Target Olah 80 Ton Sampah Per Hari Mandiri dari TPA Sarimukti
Strategi Baru Pemkot Cimahi Gandeng Poltekesos Bandung Tekan Angka Pengangguran
Alasan SMAN 17 Bandung Tak Dapat Makan Bergizi Gratis Saat Bagi Rapor
Jaga Kamtibmas, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Subuh Keliling di Masjid Agung Baiturrohman
BANJAR — Pagi buta di Kota Banjar terasa berbeda pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di saat sebagian orang masih terlelap, jamaah dari berbagai penjuru dan aparat kepolisian sudah berkumpul di Masjid Agung Baiturrohman, Jalan Kewadanaan, Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar. Usai salat Subuh berjamaah yang berlangsung pukul 04.04 hingga 05.00 WIB, suasana masjid berubah menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan kepolisian dan masyarakat luas.
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, hadir langsung di tengah warga. Turut mendampingi beliau, Wakapolres Banjar beserta pejabat utama Polres Banjar, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid, dan jamaah yang hadir. Kegiatan yang akrab disapa Suling ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata mendekatkan kepolisian ke jantung masyarakat.
Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jamaah. "Masjid bukan sekadar tempat beribadah," ujar beliau. Lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat silaturahmi yang mempererat kebersamaan antarwarga. Di sinilah kita saling mengenal, peduli, dan menjaga lingkungan bersama.
Pesan Kamtibmas untuk Kehidupan Sehari-hari
Imbauan yang disampaikan sangat praktis dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat:
- Jaga Kerukunan: Menjalin kedamaian antarwarga di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.
- Awasi Anak: Orang tua diminta aktif memantau pergaulan anak agar terhindar dari pengaruh buruk di luar rumah.
- Kunci Ganda Kendaraan: Selalu gunakan pengamanan tambahan saat kendaraan ditinggal untuk mencegah pencurian.
- Hati-hati Penawaran Kilat: Waspada terhadap tawaran keuntungan besar yang datang secara instan tanpa dasar yang jelas.
- Bijak Berbagi Informasi: Teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di media sosial agar tidak terjebak berita bohong.
Polisi Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan Suling membuktikan bahwa kepolisian dan masyarakat adalah satu keluarga. Melalui pendekatan yang humanis ini, warga diajak tak segan menyampaikan keluhan maupun informasi. Jika ada yang mencurigakan atau butuh bantuan, layanan darurat Call Center Polri 110 siap melayani 24 jam secara gratis.
"Keamanan bukan tanggung jawab polisi saja, tapi milik kita semua," pesan Kapolres menutup pertemuan yang penuh kehangatan itu.
Artha-News — Kabiro Rena Yusnita