Dukung Ekosistem TIK, APTIKNAS Puji Pameran Bisnis Global Sources Indonesia 2026

JAKARTA — Langkah nyata dalam memperkuat ekosistem industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tanah air mendapat dukungan penuh. Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) secara resmi menyatakan apresiasinya terhadap pergelaran Global Sources Indonesia 2026.
 
Pameran dagang berskala internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 September 2026, bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
 
Melalui pameran B2B (business-to-business) ini, para pelaku usaha dalam negeri mendapatkan akses langsung untuk bertemu dengan berbagai penyuplai (supplier) serta produsen dari pasar global. Sinergi ini membuka peluang emas bagi importir, distributor, pemilik merek (brand owner), penjual daring, hingga pengecer untuk memperluas jaringan bisnis dan menjajaki kemitraan baru.
 
Membawa Ratusan Pemasok Global dan Target Puluhan Ribu Pengunjung
 
Pada edisi tahun ini, pameran dagang Global Sources Indonesia menyediakan sekitar 800 stan pameran. Pihak panitia menargetkan setidaknya 22.000 pengunjung bisnis akan memadati area JICC Senayan selama acara berlangsung.
 
Adapun komoditas dan kategori produk utama yang dipamerkan meliputi:
 
- Perangkat elektronik konsumen mutakhir
- Peralatan rumah tangga serta sistem pencahayaan (lighting)
- Produk suvenir, hadiah, dan kebutuhan rumah tangga (gifts & home)
- Alat-alat olahraga serta penunjang kebugaran
 
Di samping produk internasional, ajang ini turut menghadirkan area khusus bertajuk LOCAL ICONS. Mengusung slogan “Where Local Becomes Iconic”, paviliun ini menampilkan lebih dari 60 merek lokal Indonesia. Fasilitas ini sengaja disediakan guna meningkatkan visibilitas produk lokal di mata pengecer, mitra ritel, dan konsumen luas.
 
Peran Strategis Rantai Pasok Global Bagi Industri Digital
 
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menjelaskan bahwa forum ini memegang peran yang sangat krusial karena berhasil mengintegrasikan seluruh lini dalam rantai pasok industri TIK.
 
“APTIKNAS mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama Adhouse melalui penyelenggaraan Global Sources Indonesia sejak tahun 2024. Kami melihat ajang ini sebagai platform yang strategis dalam mempertemukan pelaku industri TIK, distributor, pemasok, dan dunia usaha,” ungkap Hoky.
 
Ia menambahkan, tren dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa dinamika dunia usaha saat ini tidak lagi hanya berfokus pada transaksi jual-beli konvensional. Pebisnis modern membutuhkan penetrasi jaringan yang lebih luas, alih teknologi terbaru, serta informasi pasar yang akurat.
 
Sebagai catatan, tren positif pameran ini sudah terlihat sejak awal kemitraannya dengan APTIKNAS pada 2024 yang sukses menjaring 16.000 pengunjung. Tren tersebut berlanjut pada tahun 2025 dengan pencapaian lebih dari 1.000 sesi temu bisnis (business matching).
 
Hoky menegaskan bahwa APTIKNAS berkomitmen penuh untuk mendorong seluruh anggotanya agar adaptif terhadap inovasi digital. Sinergi berkelanjutan bersama PT Adhouse Clarion Events diharapkan mampu memicu dampak ekonomi yang riil dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

(HM)

Data Bansos Tak Sesuai? Ketua DPRD Cimahi Ingatkan Warga: Jangan Diam, Gunakan 3 Jalur Resmi Ini


CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengingatkan masyarakat agar tidak tinggal diam apabila menemukan data bantuan sosial yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Namun, ia juga meminta warga tetap menempuh jalur resmi dan tidak tergiur tawaran oknum yang menjanjikan kemudahan dengan imbalan tertentu.

"Kalau data bantuan sosial belum sesuai, jangan diam. Tetapi juga jangan menempuh jalur yang tidak jelas. Gunakan kanal resmi yang telah disediakan pemerintah," tegas Wahyu, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Masyarakat memiliki hak untuk mengecek sekaligus mengajukan pembaruan data apabila terjadi perubahan kondisi sosial maupun ekonomi di lingkungan mereka.

Guna mempermudah proses laporan tersebut, Wahyu menjelaskan ada tiga kanal resmi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Cimahi:

- Cek Bansos Kemensos — melalui situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi resmi;


- SIKS-NG — dengan mendatangi operator resmi di tingkat kelurahan;


- DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) — melalui laman dtsen-form.bps.go.id.



Meski begitu, Ketua DPRD menegaskan bahwa pembaruan data tidak serta-merta menjamin seseorang langsung menerima bantuan. Data yang diajukan akan melalui tahapan pemutakhiran, verifikasi, dan penghitungan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pembaruan data bukan berarti otomatis mendapatkan bantuan. Semua tetap melalui proses dan hasil akhirnya ditentukan berdasarkan data serta ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah memastikan informasi yang kita sampaikan benar dan sesuai kondisi sebenarnya," jelasnya.

Wahyu juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap oknum yang menawarkan jasa memasukkan nama penerima bantuan dengan meminta biaya atau imbalan. Seluruh proses pengurusan data ini harus melalui mekanisme resmi dan tidak boleh dipungut biaya sepeser pun.

Dengan masyarakat yang aktif mengecek dan memperbarui data melalui jalur yang benar, diharapkan data sosial Kota Cimahi semakin akurat, transparan, dan bantuan tepat sasaran.

"Mari bersama-sama memastikan data masyarakat benar, agar program pemerintah benar-benar bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," pungkasnya.

 
  BERITA TERKAIT:

Baca Juga: Ketua DPRD Cimahi: Lewat Pawang Ronda, Kami yang Datang ke Warga →
Kegiatan Pawang Ronda digelar Rabu malam (2/9/2026) di RW 07 Kelurahan Padasuka — sehari setelah penyampaian himbauan terkait data bansos ini.

https://www.artha-news.com/2026/09/ketua-dprd-cimahi-lewat-pawang-ronda.html

 
(Ari.M)
Artha-news - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Ketua DPRD Cimahi: Lewat Pawang Ronda, Kami yang Datang ke Warga

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, menilai program PAWANG RONDA menjadi momentum penting yang mendekatkan para pemimpin daerah dengan masyarakat.
 
Kegiatan yang digelar di RW 07 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, pada Rabu malam (2/9/2026) ini bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk bertatap muka langsung dengan para pengambil kebijakan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan.
 
"Ini momentum yang paling baik bagi Bapak dan Ibu sekalian, khususnya warga RW 07 Kelurahan Padasuka, untuk bisa langsung bertatap muka, bersilaturahmi, dan menyampaikan hal-hal yang memang perlu disampaikan," ujar Wahyu.
 
Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran pimpinan daerah di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pelayanan publik yang lebih dekat dan terbuka.
 
"Kalau ingin bertemu Pak Wali Kota tidak perlu harus ke kantor Wali Kota. Kalau ingin menyampaikan aspirasi kepada DPRD juga tidak perlu jauh-jauh datang ke sana. Hari ini kita yang mendatangi Bapak dan Ibu," tegasnya.
 
Ruang Komunikasi Tanpa Sekat di Kota Cimahi
 
Wahyu mengapresiasi gagasan program PAWANG RONDA yang dinilainya sebagai langkah positif membangun komunikasi tanpa sekat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
 
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya ditemani menjalankan ronda malam. Masyarakat juga dapat berdialog langsung dengan berbagai unsur pimpinan Forkopimda — mulai dari Pemkot Cimahi, DPRD, Polres, Kodim, Pengadilan Negeri, hingga Kejaksaan Negeri.
 
"Ini hal yang sangat luar biasa dan positif. Kita bersama-sama pimpinan yang ada di Kota Cimahi hadir menemani Bapak dan Ibu sekalian untuk ronda di lingkungan masing-masing," katanya.
 
DPRD Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi
 
Ketua DPRD pun mendorong masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Ia meminta warga menyampaikan secara terbuka setiap persoalan, kebutuhan, maupun aspirasi agar dapat langsung ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
 
"Ada Pak Wali Kota, ada DPRD, Polres, Dandim, Pengadilan Negeri, dan Ibu Kajari. Mangga, ketika ada aspirasi dan hal lainnya silakan disampaikan. Insya Allah, hal-hal yang bisa langsung kami jawab akan kami jawab," pungkas Wahyu.
 
 
(Ari.M)
Artha-news - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Target Porprov XV: DPRD Cimahi Optimis Tembus 10 Besar Jabar

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 sekaligus pelepasan kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk membangun optimisme. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, dalam kegiatan pelepasan di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (9/9/2026).
 
Siasati Efisiensi Anggaran Pembinaan Olahraga
 
Wahyu menyadari bahwa kebijakan efisiensi anggaran berimbas signifikan pada dunia olahraga di berbagai daerah di Jawa Barat. Meski menghadapi keterbatasan, ia menegaskan bahwa prestasi tetap menjadi tuntutan dan harapan masyarakat yang tidak boleh dikorbankan.
 
"Haornas menjadi momentum bersama. Efisiensi pasti berdampak langsung pada pembinaan olahraga, bukan hanya KONI Cimahi. Daerah lain pun pasti mengalami hal yang sama. Akan tetapi, prestasi itu tetap tuntutan dan harapan masyarakat Kota Cimahi," ujar Wahyu.
 
Masyarakat, lanjut Wahyu, berhak bangga atas capaian putra-putri terbaiknya terlepas dari segala keterbatasan dana yang sedang melanda berbagai sektor pembangunan saat ini.
 
Strategi KONI Cimahi Hadapi Porprov XV
 
Melihat kesiapan matang dan persiapan panjang yang telah dilakukan KONI Kota Cimahi selama berbulan-bulan, Wahyu optimis kontingen Cimahi mampu memberikan hasil terbaik. Jika pada ajang Porprov sebelumnya Kota Cimahi menempati peringkat ke-15, kali ini ia menargetkan posisi jajaran 10 besar.
 
"Minimal sekarang naik lagi. Syukur bisa bersaing di 10 besar. Itu target yang realistis dan bisa dicapai jika semua bergerak bersama," harapnya di hadapan ratusan atlet dan pelatih.
 
Wahyu meyakini bahwa dengan strategi yang tepat — terutama melalui pemetaan cabang olahraga (cabor) prioritas peraih medali emas serta penguatan pembinaan di cabang unggulan — kontingen Cimahi tetap bisa bersaing secara optimal tanpa harus bergantung pada anggaran besar.
 
"Pemetaan cabor peraih medali emas bisa saja diutamakan, meski bukan berarti mengesampingkan cabor lain. Fokus pada kekuatan adalah kunci di tengah keterbatasan," tegasnya.
 
Melalui semangat Haornas ke-43, seluruh pihak mulai dari atlet, pelatih, official, hingga pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi maksimal agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang meraih prestasi di Porprov XV Jawa Barat 2026.
 
 
(Ari.M)
Artha-news-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-

Pemkot Cimahi Tanam 74 Pohon Pengganti Terdampak Underpass Gatot Subroto

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pembangunan infrastruktur modern kota tidak harus merusak kelestarian alam. Berpegang pada prinsip tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi merealisasikan komitmen penghijauan dengan menanam puluhan pohon pengganti sebagai kompensasi atas proyek pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto.
 
Agenda pelestarian lingkungan ini ditandai secara simbolis melalui penanaman pohon di area parkir Masjid ABRI, Kelurahan Baros. Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran TNI, Polri, serta unsur Forkopimda setempat.
 
Sinergi Pembangunan Infrastruktur dan Kelestarian Lingkungan
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa proyek underpass ini merupakan langkah strategis untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan mobilitas warga. Namun, aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
 
"Penanaman ini adalah bukti nyata tanggung jawab kami dalam menjaga kawasan hijau kota. Pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan pemeliharaan ekologi," ujar Ngatiyana saat memberikan sambutan.
 
Berdasarkan data teknis dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, jalur proyek underpass yang membentang dari Gedung Sudirman hingga Taman Kartini memang mengharuskan adanya penataan vegetasi eksisting.
 
Detail Lokasi dan Jenis Pohon Kompensasi
 
Sebagai bentuk tanggung jawab ekologis, Pemkot Cimahi menyiapkan 74 pohon kompensasi yang disebar di beberapa titik krusial. Langkah penataan ini tidak hanya berfokus pada estetika, melainkan juga fungsi ekologis jangka panjang.
 
- Pohon Peneduh & Penyerap Karbon: Jenis pohon seperti trembesi, asem, dan mahoni dipilih untuk ditempatkan di kawasan sekitar Masjid ABRI demi mereduksi emisi karbon.
- Pohon Buah Konsumsi: Berbagai varietas pohon buah-buahan, terutama pohon durian, ditanam di area ekowisata Taman Kehati, Lebaksaat. Pemilihan jenis ini ditujukan untuk memenuhi aspirasi dan permintaan langsung dari warga Baros. Pohon durian dipilih karena cepat berbuah, sekitar dua hingga tiga tahun.
 
Ngatiyana juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga ikut merawat pohon-pohon tersebut. Monitoring berkala akan dilakukan oleh dinas terkait agar seluruh tanaman pengganti ini dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
 
Jadwal Konstruksi Proyek & Jalur Alternatif Underpass Gatsu
 
Pembangunan Underpass Gatot Subroto telah dimulai sejak Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Jalur alternatif telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan selama proses konstruksi.
 
 ((Ari.M)
Artha-news --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Dapat Hadiah Umroh Kapolda Jabar, Ketua OJOL Kamtibmas Banjar Gelar Doa Bersama

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Sebuah kesempatan istimewa datang menjelang langkahnya menuju Tanah Suci. Nia Kania Rusyadi, Ketua OJOL Kamtibmas Kota Banjar, mendapat pemberian kesempatan menunaikan ibadah umroh gratis dari Kapolda Jawa Barat.
 
Menjelang hari keberangkatan spiritual tersebut, Nia menggelar acara Walimatussafar di kediamannya, Dusun Cisaga Kolot, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Selasa (15/09/2026). Suasana penuh haru dan syukur terasa sangat kental dalam acara khidmat yang mempertemukan pihak keluarga besar, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga sejumlah elemen komunitas di daerah.
 
Mewakili Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, Plt. Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran personel Polres Banjar untuk memberikan dukungan moral.
 
Acara Walimatussafar ini menjadi momentum penting untuk memanjatkan doa bersama sekaligus mempersiapkan diri secara mental sebelum keberangkatan. Dalam sambutannya, Nia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga, kerabat, dan para tamu yang hadir. Ia memohon doa restu agar seluruh perjalanan suci menuju Tanah Suci Makkah diberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan dari awal hingga kembali ke tanah air.
 
Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama
 
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam momentum sakral ini, di antaranya pimpinan Pondok Pesantren Al Inayah Cisaga Ciamis, Kepala Dusun Cisaga Kolot, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Ketua Komunitas TROJAN, serta jamaah pengajian DKM Al Barokah 6 Cisaga Kolot.
 
Plt. Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara mengatakan, kesempatan ibadah umroh ini diharapkan menjadi perjalanan spiritual yang membawa keberkahan besar bagi Nia Kania Rusyadi. Pihak kepolisian juga menitipkan doa terbaik agar seluruh rangkaian ibadah di sana dapat dijalankan dengan sempurna.
 
"Semoga kesempatan umroh dari Kapolda Jabar ini menjadi keberkahan bagi Ibu Nia, diberikan kelancaran dalam perjalanan maupun menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat," ujar IPTU Yudi Asmara.
 
Dari sebuah acara sederhana di tengah pemukiman masyarakat, doa tulus pun mengiringi langkah Ketua OJOL Kamtibmas menuju Tanah Suci dengan membawa harapan besar dari keluarga besar dan para sahabat.
 
(Rena Yusnita — Kepala Biro Artha-News Kota Banjar)

Sengketa Tanah Warisan Rajawang Sitanggang, Kades Parsaoran I Diminta Mediasi

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Persoalan tanah warisan almarhum Polin Sitanggang alias Rajawang Sitanggang di Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, kembali mencuat. Pihak keluarga mendesak Kepala Desa setempat untuk segera memfasilitasi mediasi guna memperjelas status penguasaan lahan tersebut.
 
Permintaan mediasi ini disampaikan oleh Rumondang Napitupulu, salah seorang cucu dari garis keturunan Rajawang Sitanggang. Keluarga mulai mempertanyakan status tanah tersebut setelah mendapati sebuah bangunan papan berdiri tepat di depan gerbang masuk kawasan makam leluhur mereka saat melakukan ziarah.
 
Keberadaan bangunan tanpa izin tersebut memicu pertanyaan besar bagi pihak keluarga mengenai siapa yang mendirikan, dasar hak penguasaan, serta peruntukan bangunan di atas lahan yang diklaim sebagai tanah warisan keluarga mereka. Guna mendapat penyelesaian, Rumondang telah melayangkan surat somasi resmi kepada Kepala Desa Parsaoran I.
 
"Kami meminta Kepala Desa Parsaoran I segera memfasilitasi mediasi agar persoalan ini menjadi jelas. Jangan sampai tanah yang merupakan warisan keluarga kami diklaim atau dikuasai oleh pihak lain tanpa dasar hukum yang sah," ujar Rumondang Napitupulu kepada awak media, Rabu (16/09/2026).
 
Keluarga Buka Opsi Musyawarah Terbuka
 
Rumondang menegaskan bahwa pihak keluarga keturunan Rajawang Sitanggang berkomitmen menyelesaikan masalah ini secara damai dan tidak menginginkan adanya konflik fisik di lapangan.
 
"Kalau memang ada pihak lain yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut, mari kita buktikan bersama melalui dokumen resmi dan musyawarah secara terbuka," tambahnya.

 
Bagi pihak keluarga, kejelasan mengenai asal-usul tanah, riwayat penguasaan, garis keturunan, hingga batas-batas lahan secara administratif sangat penting agar persoalan ini tidak terkatung-katung tanpa kepastian.
 
Tanggapan Kepala Desa Parsaoran I
 
Merespons desakan dan surat somasi dari pihak keluarga, Kepala Desa Parsaoran I saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mengambil tindakan dan memediasi kedua belah pihak.
 
"Mediasi sudah kami jadwalkan pada Kamis, 17 September 2026, dengan catatan kedua belah pihak yang bersangkutan bersedia untuk hadir," ujar Kepala Desa Parsaoran I.
 
Pemerintah desa mengharapkan agenda mediasi ini nantinya tidak hanya mempertemukan kedua pihak, melainkan menjadi ruang validasi riwayat penguasaan, pengecekan dokumen legalitas formal, serta mendengarkan keterangan para saksi sejarah tanah tersebut.
 
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis di lapangan masih menelusuri identitas oknum atau pihak yang mendirikan bangunan papan di area pemakaman tersebut guna meminta klarifikasi dan hak jawab berimbang.
 
(NR. Sitohang)
ARTHA-NEWS - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Warga Siopat Sosor Desak Polres Samosir Usut Dugaan Penjualan Lahan

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Sejumlah warga Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, mendesak Polres Samosir untuk mengusut tuntas laporan dugaan penjualan lahan warga oleh Kepala Desa setempat tanpa sepengetahuan pemilik.
 
Perkara ini memicu ketegangan setelah warga mencium adanya upaya perdamaian sepihak yang diduga dimediasi oleh pihak kepolisian tanpa melibatkan seluruh pelapor. Guna menyampaikan aspirasinya, warga menggelar aksi di Mapolres Samosir pada Rabu (16/09/2026).
 
"Jangan melakukan perdamaian secara rahasia. Kami meminta proses hukum tetap berjalan. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, harus diproses sesuai hukum. Tangkap Kepala Desa," ujar salah seorang warga saat menyampaikan tuntutannya.
 
Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar masalah pribadi, melainkan menyangkut hak atas tanah adat/warga yang diperjualbelikan secara ilegal.
 
Warga Pertanyakan Transparansi Mediasi
 
Warga juga mempertanyakan mekanisme perdamaian yang tiba-tiba mencuat setelah laporan resmi diterima Polres Samosir. Mereka meminta kepolisian menjelaskan secara terbuka mengenai siapa saja yang hadir, dasar dilakukannya mediasi, serta status hukum laporan tersebut.
 
Kuasa hukum pelapor menegaskan bahwa pihaknya menuntut kepastian hukum dan meminta Kapolres Samosir bertindak tegas tanpa tebang pilih.
 
"Di mata hukum semua sama. Kalau perkara ini tidak ditindaklanjuti secara serius di Polres Samosir, kami akan melaporkannya kepada instansi penegak hukum yang lebih tinggi," tegas kuasa hukum pelapor.
 
Tanggapan Pihak Polres Samosir
 
Merespons tuntutan tersebut, pihak Polres Samosir menyambut baik kedatangan warga dan menyatakan akan tetap menindaklanjuti perkembangan kasus ini. Di hadapan warga, petugas menunjukkan adanya surat perdamaian bermaterai yang diajukan oleh perwakilan pelapor sebelumnya.
 
Kendati pihak kepolisian telah memberikan penjelasan mengenai status mediasi tersebut, warga menyatakan tidak puas dan menilai surat perdamaian itu cacat hukum karena dibuat secara sepihak tanpa persetujuan seluruh pemilik lahan yang dirugikan.
 
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya menghubungi Kepala Desa Siopat Sosor guna mendapatkan klarifikasi dan hak jawab terkait tudingan penjualan lahan tersebut.
 
Di sisi lain, seluruh dugaan yang dilaporkan warga masih berada dalam ranah penyelidikan. Kebenaran materiil perkara sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk membuktikannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
 
(NR. Sitohang)
 Artha -news --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-

Kementerian PU Hibahkan Aset Rp169 Miliar, Pemkab Samosir Resmi Kelola Kawasan WFC dan Tele

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir kini resmi memegang hak pengelolaan penuh atas infrastruktur di Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele. Kepastian ini diperoleh setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan aset bernilai fantastis, yakni lebih dari Rp169 miliar, kepada pemerintah daerah setempat.
 
Penyerahan Barang Milik Negara (BMN) tersebut disahkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU, Yenni Mulyadi. Agenda ini berlangsung di area Food Court WFC Pangururan pada Selasa (15/09/2026).
 
Infrastruktur skala besar yang dialihkan ini mencakup penataan jalan, sistem irigasi, serta jaringan penunjang di kedua kawasan strategis tersebut. Proyek ini awalnya dibangun oleh Kementerian PU sepanjang periode 2021–2022, lalu disempurnakan lewat program optimalisasi kawasan pada tahun 2024.
 
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi kerja keras dan sinergitas yang terbangun antara Pemkab Samosir dengan Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara. Ia mengakui perjalanan proyek ini melewati berbagai dinamika, termasuk persoalan pembebasan lahan, yang akhirnya bisa diselesaikan berkat koordinasi yang kuat.
 
"Wajah baru Kawasan WFC dan Tele kini membawa dampak nyata bagi sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kami sadar, tanggung jawab besar kini ada di pundak daerah untuk merawat dan mengembangkannya secara berkelanjutan," ujar Vandiko.
 
Guna memastikan pemeliharaan berjalan maksimal, Vandiko langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera merumuskan skema pengelolaan aset agar dampaknya bisa dirasakan jangka panjang.
 
Di samping itu, Pemkab Samosir juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajukan usulan baru terkait penyediaan air baku bagi warga Samosir. Saat ini, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) proyek air baku tersebut sedang digodok, dan pemerintah daerah berharap mendapat bimbingan teknis langsung dari Kementerian PU agar sesuai spesifikasi nasional.
 
Gayung bersambut, Kepala Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyatakan kebanggaannya atas rampungnya seluruh pengerjaan fisik dan penyerahan aset ini. Ia berharap Pemkab Samosir mampu menjaga fasilitas publik ini dari kerusakan agar manfaatnya tetap optimal.
 
Ke depan, Kementerian PU juga memastikan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur di Samosir, termasuk rencana strategis penataan kawasan Tano Ponggol yang menjadi agenda berikutnya.

(NR.Sitohang)
ARTHA-NEWS --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

462 Siswa PA-PI dari 33 Sekolah Ramaikan FTBI 2026 di Pagerageung

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Selasa, 15 September 2026, Kecamatan Pagerageung secara resmi menggelar agenda tahunan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan untuk tahun 2026 ini. Dengan mengusung tema utama yang sangat sarat akan makna filosofis mendalam, yaitu “Ngaraksa, Ngariksa, Tur Ngamumule Budaya Sunda”, ajang bergengsi tersebut sukses menjadi panggung kreativitas bagi segenap generasi muda di daerah.
 
Kegiatan pelestarian budaya lokal ini diikuti oleh sedikitnya 462 siswa-siswi putra (PA) dan putri (PI) yang merupakan perwakilan delegasi terbaik utusan dari 33 sekolah dasar se-Kecamatan Pagerageung. Untuk mengakomodasi membeludaknya jumlah peserta kompetisi, festival seni tradisional ini berlangsung secara serentak di tiga titik lokasi strategis, meliputi GOR PGRI Kecamatan Pagerageung, gedung SDN 4 Pagerageung, serta area Kantor EK UPTD/Sekber.
 
Upaya Kemendikbudristek Lestarikan Budaya Sunda
 
Ajang FTBI sendiri merupakan program unggulan Kemendikbudristek yang dirancang khusus untuk menumbuhkan kembali rasa kecintaan serta kepedulian generasi muda terhadap bahasa ibu dan ragam seni budaya daerah sejak usia dini. Guna menggali bakat terpendam para siswa, berbagai mata lomba tradisional digelar sangat meriah. Kompetisi menarik tersebut meliputi lomba dongeng Sunda, pidato bahasa Sunda (biantara), maca puisi (sajak), nembang pupuh tradisional, hingga kemampuan seni menulis ragam aksara Sunda kuno.
 
Kemeriahan dan kekhidmatan acara kebudayaan ini semakin terasa lengkap dengan kehadiran Pengawas Bina Kecamatan Pagerageung, Hj. Eli Solihat, S.Pd., M.Pd., yang turut memantau langsung jalannya perlombaan di setiap lokasi acara.
 
Dukungan Penuh Guru dan Kepala Sekolah
 
Dalam sambutannya, Ketua Panitia FTBI Pagerageung mengucapkan banyak terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya atas segala dukungan penuh dari seluruh pihak terkait, khususnya para tenaga pendidik. “Tanpa adanya dukungan konkret dan kerja sama yang erat dari Bapak/Ibu guru serta para kepala sekolah, kegiatan besar ini tidak akan mungkin berjalan dengan lancar, tertib, dan semeriah ini,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
 
Dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi, pelaksanaan FTBI Pagerageung 2026 diharapkan dapat menjadi langkah nyata yang berkelanjutan dalam rangka menjaga, memelihara, sekaligus melestarikan bahasa serta kebudayaan Sunda di lingkungan sekolah. Melalui edukasi seni ini, nilai luhur kearifan lokal akan tetap hidup bersemi dalam setiap sanubari generasi penerus bangsa.

(Yana)
ARTHA-NEWS - -Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat-