Minggu, Oktober 25, 2026

Musyawarah PSSAB di Samosir Perkuat Persatuan Situmorang Sipitu Ama

Artha-News.com I SAMOSIR (25/10/2026) – Tanah leluhur kembali menjadi saksi bisu betapa krusialnya merawat rajutan persatuan serta memperkokoh ikatan persaudaraan se-darah.

Parsadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boru Bere ibebere (PSSAB) secara resmi menyelenggarakan agenda musyawarah besar yang bertempat di Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada hari Minggu (25/10/2026). Agenda penting ini dilaksanakan dengan membawa spirit utama untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memelihara warisan budaya bernilai tinggi dari para leluhur di tanah kelahiran, Bona Pasogit.

Pelaksanaan musyawarah yang membahas dinamika roda kepengurusan PSSAB di tingkat nasional se-Indonesia ini digulirkan berdasarkan restu serta persetujuan penuh dari Ketua Umum PSSAB se-Indonesia, Sudung Situmorang, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau diwakili secara resmi oleh Lekanor Sitohang yang menjabat selaku Wakil Ketua III.

Momentum krusial ini menjadi ruang konsolidasi yang sangat berharga bagi seluruh elemen pomparan Situmorang Sipitu Ama, tidak terkecuali bagi kalangan boru, bere, hingga ibebere. Forum ini dimanfaatkan secara optimal guna mendongkrak kebersamaan sekaligus membentengi relasi kekeluargaan harmonis yang telah diestafetkan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam.

Bona Pasogit Urat, Akar Sejarah Situmorang Sipitu Ama

Kawasan Desa Urat yang terletak di wilayah Kabupaten Samosir ini menyimpan sejarah yang amat mendalam bagi seluruh pomparan Oppu Tuan Situmorang Sipitu Ama. Eksistensi Bona Pasogit di daerah ini bukan semata-mata dipandang sebagai tempat titik awal asal-usul para leluhur terdahulu, melainkan juga bermakna sebagai pilar identitas kedaerahan, rekaman sejarah, serta simpul pengikat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu bagi segenap keturunannya.

Adapun tujuh garis keturunan anak jantan yang tercatat dan diakui secara luas dalam silsilah Situmorang Sipitu Ama meliputi:

- Situmorang Pande (Lumban Pande)

- Situmorang Lumban Nahor (Lumban Nahor)

- Situmorang Suhut Nihuta (Tuan Suhut)

- Tuan Ringo (Siringo-ringo/Ruma Pea)

- Sitohang Uruk (Dori Mangambat)

- Sitohang Tonga-tonga (Rajai Tubungna)

- Sitohang Toruan (Oppu Bonanionan)

Ketujuh representasi kelompok keturunan tersebut melekat erat menjadi bagian integral dari perjalanan sejarah panjang serta sistem kekeluargaan horizontal maupun vertikal yang senantiasa dirawat secara konsisten oleh pomparan Situmorang Sipitu Ama bersama dengan boru dan bere hingga saat ini.


Tugu Persatuan dan Filosofi Pohon Jabi-jabi

Satu di antara sekian banyak simbol material yang sangat sakral sebagai pemersatu pomparan Situmorang Sipitu Ama adalah bangunan tugu persatuan yang berdiri kokoh di wilayah Urat, tepat di samping pohon jabi-jabi di area Sihasangapon.

Berdasarkan narasi lisan serta kisah sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, pohon jabi-jabi tua tersebut memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan riwayat masa lalu leluhur mereka. Pohon yang karakteristiknya dikenal berukuran raksasa dan berakar kuat itu ditransformasikan sebagai simbolisasi harapan kolektif agar segenap keturunan dari Situmorang Sipitu Ama mampu bertumbuh menjadi tunas bangsa yang tangguh, memiliki kebijaksanaan tinggi, serta senantiasa kapabel dalam memelihara keselarasan di tengah-tengah dinamika sosial kemasyarakatan.

Keberadaan fisik dari tugu monumental tersebut tidak hanya memegang peran sebagai penanda historis belaka, melainkan juga berfungsi sebagai alarm pengingat yang efektif bagi generasi muda penerus estafet marga akan pentingnya memuliakan leluhur, memproteksi identitas budaya, serta menjaga rajutan persatuan di tengah hantaman arus modernisasi dan perkembangan zaman yang kian pesat.

Rencanakan Pesta Tugu Tahunan, Persaudaraan Harus Terus Dihidupkan

Seluruh rangkaian musyawarah adat dan organisasi ini berjalan dengan sangat kondusif, dinamis, dan membuahkan hasil positif. Salah satu poin rencana strategis ke depan yang dibahas secara mendalam oleh forum adalah mengenai wacana eksekusi perhelatan pesta tugu yang ditargetkan bergulir rutin setiap tahun oleh jajaran pengurus panitia, walau nantinya skema penyelenggaraan dikemas dalam nuansa yang penuh kesederhanaan.

Bagi korps keluarga besar PSSAB, stimulus kegiatan kultural tersebut diproyeksikan mampu menjadi wadah pertemuan serta ajang reuni akbar bagi para pomparan yang saat ini tengah merantau dan tersebar luas di pelbagai penjuru wilayah Nusantara. Lewat langkah taktis ini, jalinan kekeluargaan tidak sekadar membeku dalam ikatan formal marga di atas kertas, namun benar-benar diaktualisasikan secara nyata lewat ruang-ruang pertemuan fisik, jalinan komunikasi yang intens, serta realisasi program kerja kolektif di tanah kelahiran Bona Pasogit.

Pihak panitia pelaksana menaruh harapan yang sangat besar agar seluruh pomparan Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, beserta ibebere di mana pun berada di seantero Indonesia dapat ikut berpartisipasi aktif dalam membesarkan punguan (perkumpulan) ini dan menyokong penuh segala bentuk program kerja persatuan yang dipusatkan di Urat, Samosir.

"Persatuan yang sejati itu bukanlah sekadar aktivitas berkumpul bersama secara fisik, melainkan bagaimana cara kita memastikan setiap generasi muda tetap melek dan mengenali garis asal-usulnya, menaruh hormat pada para leluhurnya, serta konsisten merawat tali persaudaraan," ungkap perwakilan pengurus.

Melalui hasil musyawarah yang mufakat ini, organisasi PSSAB ke depan diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga yang semakin solid, profesional dalam menggerakkan roda organisasi, andal dalam memproteksi nilai-nilai luhur kebudayaan Batak, sekaligus memposisikan tugu persatuan di Bona Pasogit Urat sebagai simbol kebersamaan abadi yang terus bernyawa bagi generasi masa kini hingga generasi fajar di masa depan.

Dari bumi Bona Pasogit Urat Samosir, vibrasi positif dan semangat persaudaraan yang membara dari Situmorang Sipitu Ama, boru, bere, dan ibebere diyakini akan terus tumbuh subur, mekar, dan mengakar dengan sangat dalam, persis seperti tercermin dalam nilai filosofis pohon jabi-jabi yang kokoh berdiri menantang zaman.

(NR.Sitohang)

  

Bawa Sajam, Oknum Karyawan Diamankan Patroli Sabhara Polres Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS — Tim Patroli Sabhara Polres Banjar bergerak cepat mengamankan seorang oknum karyawan perkebunan di Dusun Mandalare, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Pria tersebut ditangkap polisi setelah terbukti membawa senjata tajam jenis samurai yang meresahkan warga sekitar.

Penangkapan ini bermula dari aduan masyarakat setempat yang merasa terancam dan geram dengan tindakan anarkis pelaku. Menanggapi laporan tersebut, personel Sabhara Polres Banjar langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kronologi Penangkapan Pelaku di Mandalare, Banjar

Berdasarkan informasi di lapangan, situasi di tempat kejadian perkara sempat menegang sebelum petugas tiba. Pelaku yang membawa senjata tajam diketahui sempat mondar-mandir dan memicu keresahan mendalam di lingkungan warga Mandalare, Pataruman.

Dipimpin langsung oleh IPDA Asep Suparlan, S.H., Tim Patroli Sabhara Polres Banjar melakukan tindakan tegas dan terukur. Petugas dengan sigap mengepung, melucuti senjata pelaku, dan langsung memasangkan borgol guna meminimalkan risiko perlawanan.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat personel kepolisian berulang kali menenangkan massa yang berkerumun di lokasi. Petugas meminta warga tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib. Pelaku kemudian digiring masuk ke dalam mobil dinas patroli untuk dievakuasi dari lokasi.


Ketegasan Polres Banjar terhadap Gangguan Kamtibmas

Kapolres Banjar melalui Kepala Tim Patroli, IPDA Asep Suparlan, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Polres Banjar.

"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Siapa pun yang terbukti membawa senjata tajam tanpa izin dan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar IPDA Asep Suparlan kepada media, Sabtu (24/10/2026).

Barang Bukti dan Proses Hukum Selanjutnya

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, oknum karyawan perkebunan tersebut kini harus mendekam di sel tahanan. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

- Satu bilah senjata tajam jenis samurai

- Atribut kendaraan dan identitas kerja milik pelaku

Saat ini, kasus pembawaan senjata tajam yang meresahkan warga Pataruman ini tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Banjar untuk mendalami motif asli pelaku di balik tindakan tersebut.

Detail Laporan:
Peristiwa: Penangkapan oknum karyawan perkebunan pembawa senjata tajam
Lokasi: Mandalare, Pataruman, Kota Banjar
Petugas: IPDA Asep Suparlan, S.H. & Tim Patroli Sabhara Polres Banjar

Sumber: Artha-News — Kabiro: Rena Yusnita

Soegiharto Santoso: Menko AHY Dinilai Layak Raih Special Honorary Leadership Award di ASOCIO Digital & AI Summit 2026

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai layak menerima Special Honorary Leadership Award pada ajang ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky.
 
Menurut Hoky, penilaian tersebut tidak semata-mata didasarkan pada jabatan AHY, melainkan juga pada rekam jejak kebijakan, konsistensi pemikiran, serta relevansi perspektifnya dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur, konektivitas wilayah, dan transformasi digital Indonesia.
 
Pengusulan AHY berawal dari nominasi resmi yang diajukan APTIKNAS, selaku tuan rumah ASOCIO Digital & AI Summit 2026 sekaligus asosiasi anggota ASOCIO dari Indonesia.
 
Dalam rekomendasinya kepada ASOCIO Awards Committee, APTIKNAS mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan AHY, relevansi kebijakannya terhadap pembangunan infrastruktur dan ekonomi digital, serta kontribusinya terhadap konektivitas dan pembangunan wilayah berkelanjutan. Usulan tersebut kemudian diterima oleh ASOCIO Awards Committee setelah melalui proses penilaian independen dan penelusuran rekam jejak AHY oleh komite tersebut.
 
Pertimbangan tersebut antara lain merujuk pada penekanan AHY terhadap percepatan pembangunan infrastruktur digital untuk mengurangi kesenjangan wilayah pada November 2024; keterkaitan pembangunan infrastruktur dengan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik dalam Indonesia Economic Summit pada Februari 2026; serta pentingnya mengintegrasikan infrastruktur, konektivitas, dan penataan ruang dalam pembangunan berkelanjutan saat koordinasi pembangunan wilayah Bali pada Juli 2026.
 
Rangkaian rekam jejak tersebut menjadi salah satu landasan APTIKNAS dalam menilai relevansi kepemimpinan AHY bagi penguatan konektivitas dan pengembangan ekonomi digital Indonesia serta kawasan Asia–Oseania yang diwakili oleh ASOCIO, organisasi yang menghimpun 25 ekonomi anggota (member economies).
 
Empat Momentum yang Memperlihatkan Konsistensi Pemikiran AHY
 
Hoky mengaku beberapa kali berkesempatan menyimak paparan AHY dalam berbagai forum strategis nasional. Ia menilai terdapat benang merah yang konsisten dalam pemikiran AHY, terutama mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur terintegrasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
“Saya beberapa kali menyimak paparan Pak Menko AHY dalam berbagai agenda strategis. Menurut saya, paparannya selalu memukau karena mampu menghubungkan pembangunan infrastruktur, kebutuhan masyarakat, dan transformasi digital dalam perspektif yang komprehensif,” ujar Hoky.
 
Momentum pertama adalah ketika AHY menjadi keynote speaker pada peresmian IndoBuildTech Expo 2026 di Hall 2, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (8/7/2026).
 
Berikutnya, pada Selasa (11/8/2026), AHY hadir dalam peresmian Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum (IISMEX), yang diselenggarakan bersamaan dengan Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, dan Indo Firex di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
 
Momentum ketiga berlangsung pada ASOCIO Digital & AI Summit 2026 di Swissรดtel Jakarta PIK Avenue, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin industri teknologi Asia–Oseania tersebut, AHY membawakan keynote bertajuk “Infrastructure in the Age of AI: Building Smart, Connected and Resilient Regions”.
 
Momentum keempat adalah Digital Infrastructure Summit 2026 yang diselenggarakan Biru Muda Project di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (12/10/2026).
 
Menurut Hoky, keempat forum tersebut memperlihatkan relevansi pembangunan infrastruktur fisik dan digital dengan kebutuhan transformasi teknologi, pengembangan kota cerdas, dan penguatan konektivitas nasional.
 
Infrastruktur Fisik, Digital, dan Energi sebagai Satu Ekosistem
 
Dalam keynote ASOCIO Digital & AI Summit 2026, AHY menekankan pentingnya mengintegrasikan konektivitas fisik, digital, dan energi sebagai satu ekosistem pembangunan. Infrastruktur transportasi mendukung mobilitas dan distribusi barang, konektivitas digital memperluas akses terhadap layanan publik serta kegiatan ekonomi, sedangkan energi yang andal menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi.
 
AHY juga menggarisbawahi enam sasaran pembangunan, yaitu mengurangi ketimpangan, mempermudah mobilitas, meningkatkan keandalan infrastruktur, mewujudkan wilayah yang lebih aman, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
 
Perspektif tersebut menempatkan manfaat bagi manusia sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penerapannya membutuhkan sinkronisasi infrastruktur, investasi, kebijakan, serta kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat agar manfaat transformasi digital dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
 
Menjelang akhir keynote, AHY turut menyampaikan apresiasi kepada APTIKNAS selaku tuan rumah ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Penyelenggaraan forum regional ini di Jakarta menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas interaksi dan kerja sama dengan para pemimpin industri teknologi, asosiasi, serta pemangku kepentingan transformasi digital dari 25 ekonomi anggota ASOCIO di kawasan Asia–Oseania.
 
“Bagi industri TIK, AI bukan hanya persoalan perangkat lunak atau kecanggihan algoritma, melainkan juga konektivitas, pusat data, energi, dan kesiapan sumber daya manusia. Infrastruktur yang terintegrasi merupakan fondasi agar inovasi dan investasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Hoky.
 
Apresiasi atas Kepemimpinan yang Menghubungkan Berbagai Sektor
 
Karim Taslim, Chair Organising Committee ASOCIO Digital & AI Summit 2026, menilai pesan yang disampaikan AHY relevan dengan kebutuhan pembangunan di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, integrasi infrastruktur fisik, digital, dan energi penting untuk memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat yang lebih merata.
 
“Bagi kami, penghargaan ini bukan semata tentang jabatan, melainkan apresiasi terhadap arah kepemimpinan yang menghubungkan infrastruktur fisik, digital, dan energi. Perspektif Indonesia penting bagi Asia–Oseania karena kemajuan teknologi baru benar-benar bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata,” ujar Karim.
 
Sementara itu, Hoky menilai tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu memperkecil kesenjangan antardaerah, meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing industri, dan memperluas akses masyarakat terhadap teknologi.
 
“Saya menilai penghargaan ini relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di era AI. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan industri TIK perlu terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hoky yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN).
 
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
 
Sorotan Media Asia–Oseania terhadap ASOCIO 2026
 
Penyelenggaraan ASOCIO Digital & AI Summit 2026 di Jakarta turut mendapat perhatian dari media dan publikasi industri di kawasan Asia–Oseania. CNA di Taiwan menyoroti 12 penghargaan yang diraih delegasinya, sementara media Korea Selatan, DailySecu dan DigitalToday, memberitakan capaian perusahaan serta institusi Korea.
 
Dari Malaysia, Bernama mengangkat capaian Awantec dalam kategori AI in Education, sedangkan publikasi industri Thailand menyoroti keberhasilan AI Nex dalam kategori AI in Cybersecurity. Partisipasi dan capaian industri Filipina, termasuk White Cloak Technologies dan jejaringnya, juga mendapat perhatian melalui kanal profesional. Pemberitaan mengenai delegasi dan capaian peserta turut muncul dari Pakistan, Nepal, dan Vietnam.
 
Ragam sorotan tersebut menunjukkan bahwa ASOCIO Digital & AI Summit 2026 menjadi ruang bagi berbagai negara untuk memperkenalkan inovasi, capaian industri, dan perkembangan ekosistem digital masing-masing, sekaligus memperluas eksposur internasional bagi industri teknologi yang berpartisipasi.
 
ASOCIO Digital & AI Summit 2026 berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Swissรดtel Jakarta PIK Avenue, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan asosiasi industri, eksekutif teknologi, dan delegasi dari berbagai ekonomi anggota ASOCIO melalui rangkaian pertemuan organisasi, forum digital dan AI, sesi keynote, diskusi, malam penghargaan, serta jejaring bisnis.
 
Bagi APTIKNAS, penyelenggaraan forum regional tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas kerja sama internasional, memperkenalkan kemampuan industri teknologi Indonesia, serta membangun kemitraan bisnis dan pertukaran pengetahuan di kawasan Asia–Oseania.
 
Hoky menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi atau besarnya investasi. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan produktivitas, memperkecil kesenjangan, dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
 
“Pada akhirnya, teknologi harus membantu manusia, memperkecil kesenjangan, dan membuka kesempatan yang lebih luas. Karena itu, saya menilai penghargaan kepada Pak Menko AHY merupakan pengakuan yang relevan dengan pentingnya kepemimpinan strategis dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan transformasi digital,” tutup Hoky.
 
(Hdr)
 
 

Perkuat Toleransi, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Minggu Kasih di GKI


BANJAR, ARTHA-NEWS — Mewujudkan lingkungan yang aman dan damai tak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama yang erat antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat. Karena itulah, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menyambangi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kota Banjar dalam kegiatan Minggu Kasih pada Minggu, 25 Oktober 2026.
 
Kegiatan berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB di GKI, Jalan Kantor Pos, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Turut hadir mendampingi Kapolres: Wakapolres Banjar, jajaran Pejabat Utama Polres Banjar, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjar.


Wadah Silaturahmi dan Dialog Terbuka
 
Program Minggu Kasih sengaja dirancang sebagai jembatan komunikasi dua arah yang hangat antara kepolisian dan masyarakat. Di sini, jemaat diberi kesempatan luas untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan — mulai dari harapan, keluhan, saran, hingga kritik membangun terkait kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
 
Pendekatan yang bersahabat dan humanis ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dan saling percaya antara warga dan institusi Polri.
 
Pesan Kamtibmas: Jaga Keamanan dan Waspada Dunia Digital
 
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Selain itu, ada beberapa hal penting yang disampaikan kepada seluruh jemaat:

- Keamanan di Rumah: Selalu periksa dan pastikan pintu serta jendela terkunci rapat sebelum meninggalkan rumah.


- Waspada Penipuan: Jangan mudah tergiur tawaran keuntungan yang terlihat tidak masuk akal.


- Lindungi Barang Berharga: Hindari memamerkan benda berharga di tempat umum untuk mengurangi risiko kejahatan.


- Call Center 110: Simpan dan gunakan nomor bebas pulsa Polri 110 jika mengalami atau melihat kejadian darurat keamanan.


- Bijak di Dunia Digital: Orang tua diminta membimbing anak-anak agar terhindar dari bahaya judi online. Warga juga diimbau teliti sebelum membagikan informasi di media sosial.



"Kami hadir di sini bukan sekadar dalam rangka tugas kedinasan, melainkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung apa yang warga rasakan. Keamanan dan ketertiban bukan tanggung jawab polisi saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Jangan ragu menghubungi Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan," ujar AKBP Didi Dewantoro.

Komitmen Bersama untuk Kota Banjar yang Lebih Baik

Kegiatan Minggu Kasih menjadi bukti nyata bahwa Polres Banjar senantiasa hadir di tengah masyarakat, dari berbagai latar belakang keyakinan. Masukan yang disampaikan jemaat akan menjadi bahan penting bagi kepolisian untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Semakin erat kerja sama antara Polri dan masyarakat, semakin kuat pula benteng keamanan kita bersama. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat menjadikan Kota Banjar sebagai wilayah yang semakin aman, harmonis, dan nyaman untuk dihuni oleh siapa saja.

Jurnalis: Rena Yusnita
Editor: Redaksi Artha-News


Sabtu, Oktober 24, 2026

Pemkot Cimahi Perkuat TPST Sentiong & Lebaksaat, Target Olah 80 Ton Sampah Per Hari Mandiri dari TPA Sarimukti

Pemkot Cimahi optimalkan TPST Sentiong dan Lebaksaat, targetkan kapasitas 75–80 ton sampah per hari. Didukung Bank Dunia lewat program ISWMP, kurangi ketergantungan ke TPA Sarimukti. Edukasi pemilahan sampah dari rumah berjalan lewat gerakan Sapu Jagat RT
 
 
CIMAHI — Artha News — Dalam upaya membangun kemandirian penanganan lingkungan, Pemerintah Kota Cimahi secara serius memperkuat sistem pengelolaan sampah di dalam wilayah kota. Langkah konkret yang kini dijalankan adalah optimalisasi dua fasilitas utama, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan TPST Lebaksaat. Pengembangan kedua lokasi ini dirancang untuk memangkas secara signifikan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti yang kapasitasnya semakin terbatas, sekaligus meningkatkan daya olah sampah di Kota Cimahi.
 
Langkah strategis ini menjadi pembahasan utama dalam kunjungan dan audiensi Implementation Support Mission (ISM), bagian dari program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP). Tim yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia (World Bank) beserta tim pelaksana program pusat berdiskusi langsung dengan jajaran Pemkot Cimahi di ruang rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyambut hangat pendampingan yang diberikan melalui program ISWMP tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan lahan untuk penampungan akhir selama ini menjadi kendala mendasar yang belum tuntas di Kota Cimahi. Oleh karena itu, memperkuat fasilitas pengolahan sampah yang berada di dalam wilayah kota adalah prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.
 
Berdasarkan rencana pengembangan yang disusun, TPST Sentiong akan mendapatkan peningkatan sarana berupa mesin pengolah sampah berteknologi lebih mutakhir. Dengan penambahan fasilitas tersebut, target kapasitas pengolahan yang ingin dicapai berkisar antara 75 ton hingga maksimal 80 ton sampah setiap harinya.
 
Secara bertahap, pemasangan dan uji coba mesin baru dijadwalkan selesai dan mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027 mendatang. Sementara itu, peralatan yang masih berjalan di TPST Sentiong saat ini tidak akan dibuang, melainkan akan dipindahkan dan difungsikan kembali di kawasan Cigugur untuk membantu memperluas jangkauan pengolahan sampah di wilayah tersebut.
 
“Kota Cimahi mendapat perhatian khusus dari World Bank melalui sinergi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Harapan kami, pengelolaan sampah di kota ini dapat berjalan semakin efektif sehingga sampah yang dihasilkan warga bisa diolah maksimal di Cimahi, tidak perlu lagi semuanya dikirim ke luar daerah,” ujar Ngatiyana dalam pertemuan tersebut.
 
Perubahan pola pikir dan penanganan juga ditekankan Pemkot Cimahi. Sistem penanganan sampah tidak boleh lagi hanya berhenti pada pola lama: dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang begitu saja ke TPA Sarimukti. Perlu adanya transisi menuju ekosistem yang terencana dari hulu ke hilir. Langkah awal yang diwajibkan adalah pemilahan jenis sampah yang dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah masing-masing. Selanjutnya, pengangkutan harus dilakukan secara terjadwal dan terpisah, sebelum akhirnya diproses dan didaur ulang semaksimal mungkin di tingkat TPST.
 
Pendekatan terpadu ini dimaksudkan agar sampah dapat dikelola sedekat mungkin dengan sumber penghasilnya. Dengan begitu, volume sampah yang harus diangkut keluar kota dapat ditekan secara drastis, sekaligus menekan biaya logistik dan emisi perjalanan angkutan sampah.
 
Meski dukungan infrastruktur sangat penting, Ngatiyana mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan ini tidak ditentukan oleh mesin saja. Kesiapan sumber daya manusia yang mengelola, kejelasan kelembagaan yang bertanggung jawab, ketersediaan anggaran untuk operasional serta pemeliharaan jangka panjang, kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga jaminan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di sekitar fasilitas harus dipersiapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
 
Upaya di lapangan juga terus digencarkan. Pemkot Cimahi telah menetapkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat. Tim ini bertugas memverifikasi data jumlah sampah, menyebarkan informasi pentingnya memilah sejak awal, serta memantau aliran sampah terpilah menuju fasilitas pengolahan kota.
 
Gerakan ini selaras dengan program unggulan bernama Sapu Jagat RT — kepanjangan dari Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Sebanyak 1.728 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi turun langsung ke lingkungan warga, mendata kondisi pengelolaan sampah di setiap rumah, sekaligus mengajak warga untuk mulai memilah sampah sejak dari dapur keluarga masing-masing.
 
Selain memperbaiki sistem pengolahan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan penanganan terhadap sisa sampah yang tidak bisa diolah kembali atau residu. Perhatian juga diberikan pada kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas fasilitas, pengawasan mutu hasil olahan, serta pemanfaatan produk sampingan yang bernilai. Guna menjamin kelancaran pengangkutan residu ke TPA, Pemerintah Kota Cimahi berencana menambah armada berupa lima unit truk compactor baru.
 
Ngatiyana berharap pemantauan berkala dan pendampingan berkelanjutan dari tim ISWMP serta Bank Dunia mampu melahirkan peta jalan yang jelas dan terukur, sehingga kesiapan operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat dapat dipercepat. Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan agar kedua fasilitas ini tidak hanya berjalan saat awal, tetapi dapat beroperasi secara aman, tepat fungsi, dan berkelanjutan.
 
Optimalisasi kedua TPST ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi Kota Cimahi dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah, meringankan beban TPA Sarimukti, serta menghadirkan kualitas lingkungan hidup yang lebih bersih dan pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga Cimahi.
 
(Ari.M)
 
 

Strategi Baru Pemkot Cimahi Gandeng Poltekesos Bandung Tekan Angka Pengangguran

CIMAHI, ARTHA-NEWS — Pemerintah Kota Cimahi meluncurkan inovasi pelayanan publik baru bernama program "Kampung Sosial" guna mempercepat pengentasan masalah kesejahteraan di akar rumput. Sebagai langkah awal, Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup resmi ditunjuk sebagai dua wilayah percontohan perkotaan untuk menguji efektivitas program tersebut.
 
Langkah taktis ini direalisasikan melalui kemitraan strategis jangka panjang bersama Politeknik Kesejahteraan Sosial, atau Poltekesos Bandung. Nota kesepahaman yang mengikat kedua belah pihak ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dan Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, di kawasan Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Akurasi Data Lapangan Jadi Penentu Kebijakan Publik
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa problem klasik perkotaan seperti tingginya angka pengangguran dan keterbatasan akses pendidikan tidak bisa diselesaikan dengan program yang hanya bersandar pada asumsi semata. Oleh karena itu, kolaborasi ini sengaja dibentuk untuk menghasilkan pemetaan data yang jauh lebih faktual, akurat, dan objektif di lapangan sebelum sebuah kebijakan benar-benar dijalankan.
 
Menurut Ngatiyana, ketepatan data yang dikumpulkan dari warga secara langsung menjadi kunci utama agar program jaminan sosial yang digulirkan pemerintah daerah benar-benar menjawab kebutuhan riil warga yang selama ini terdampak berbagai masalah kesejahteraan.
 
“Sinergi antara Pemkot Cimahi dengan akademisi Poltekesos dirancang khusus untuk membongkar akar masalah kesejahteraan masyarakat,” ujar Ngatiyana seusai acara penandatanganan. Ia menambahkan, kehadiran institusi pendidikan tinggi ini sekaligus memperkuat rantai koordinasi penanganan masalah sosial agar program yang berjalan di daerah bisa berjalan selaras dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
 
Adopsi Inovasi Teknologi Kesejahteraan dalam Tiga Aspek
 
Sementara itu, Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk mengawal rantai penanganan isu sosial ini dari hulu ke hilir, mulai dari pendataan hingga evaluasi program berjalan. Poltekesos siap mentransfer berbagai inovasi teknologi intervensi kesejahteraan sosial yang selama ini telah dikembangkan di lingkungan kampus agar dapat diadopsi langsung oleh birokrasi Pemkot Cimahi.
 
Kemitraan strategis ini nantinya akan berfokus pada tiga aspek intervensi utama yang saling berkaitan. Aspek pertama berkaitan dengan perlindungan dan jaminan sosial, di mana kedua pihak akan bekerja menyempurnakan standar pelayanan baku bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk penguatan perhatian terhadap anak-anak terlantar. Aspek kedua menyasar pemulihan sosial, yaitu upaya mengembalikan keberfungsian sosial warga yang terdampak berbagai masalah kesejahteraan agar mereka bisa kembali produktif dan berperan aktif di lingkungannya. Sementara aspek ketiga adalah penguatan kemandirian masyarakat, melalui pemberian stimulus ekonomi yang disusun berbasis kelompok agar mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan komunitas secara mandiri dan berkelanjutan.
 
Modernisasi Puskesos Kelurahan dan Pembekalan Petugas
 
Realisasi program Kampung Sosial di tingkat akar rumput ini juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi para Pekerja Sosial Masyarakat melalui serangkaian pelatihan yang diselenggarakan secara berkala. Langkah ini dianggap penting agar proses validasi data dan manajemen pendampingan kasus di tingkat kelurahan berjalan lebih profesional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Selain peningkatan kemampuan sumber daya manusia, kerja sama ini juga menargetkan penguatan keberadaan dan fungsi Pusat Kesejahteraan Sosial di setiap tingkat kelurahan. Pembentukan dan peran Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga juga akan didorong lebih cepat, sehingga warga yang membutuhkan bantuan sosial dapat mengaksesnya lebih dekat di lingkungan tempat tinggal mereka.
 
Melalui dua kelurahan yang menjadi percontohan ini, Pemkot Cimahi berharap dapat menyusun pola penanganan masalah sosial yang efektif sebelum diterapkan secara menyeluruh ke seluruh wilayah kota. Artha-News mencatat bahwa pendekatan berbasis data dan pendampingan terpadu ini menjadi salah satu upaya terpadu pemerintah kota dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses pelayanan sosial yang layak.
 
 
 
(Ari.M)

Alasan SMAN 17 Bandung Tak Dapat Makan Bergizi Gratis Saat Bagi Rapor

BANDUNG — Tidak adanya pembagian program Makan Bergizi Gratis di SMAN 17 Bandung pada Jumat, 2 Oktober 2026 berkaitan langsung dengan kegiatan pembagian rapor tengah semester. Pihak sekolah membenarkan hal ini melalui surat balasan konfirmasi dan menyatakan jadwal kegiatan tersebut sudah diberitahukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebelumnya.
 
Wartawan menemui Kepala SPPG Kota Bandung Babakan Ciparay Margasuka, Rikal Sukma Ramadhan, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pertemuan itu juga dihadiri Heri, Asisten Lapangan yang bertugas melakukan koordinasi dengan sekolah dan kelompok penerima manfaat program.
 
Heri menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi terbaru Badan Gizi Nasional, sekolah yang tidak menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar tidak diwajibkan menerima porsi makanan bergizi pada hari yang bersangkutan. Aturan ini telah disosialisasikan kepada pihak sekolah serta kelompok penerima yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
 
Pihak Sekolah Membenarkan Kegiatan Belajar Mengajar Ditiadakan
 
Konfirmasi ke SMAN 17 Bandung dilakukan melalui kunjungan langsung. Kepala sekolah dan bagian humas tidak berada di tempat, namun petugas piket membenarkan bahwa pada tanggal 2 Oktober memang tidak ada penyaluran program.
 
Surat konfirmasi resmi kemudian dikirimkan. Dalam jawabannya, pihak sekolah menegaskan hal yang sama: pembagian rapor yang dihadiri orang tua menyebabkan kegiatan belajar ditiadakan, sehingga penyaluran porsi dihentikan sementara. Sekolah juga menyatakan sudah memberikan informasi jadwal kepada pihak pengelola program sebelum hari pelaksanaan.
 
Mekanisme Penyaluran dan Pengalihan Porsi
 
Heri menegaskan pendistribusian porsi berjalan mengikuti jadwal kegiatan sekolah. Jika sekolah libur atau tidak ada pembelajaran, porsi tidak akan dikirimkan demi efektivitas program.
 
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 500 porsi yang seharusnya dikirim ke SMAN 17 Bandung dialihkan kepada kelompok masyarakat luar sekolah. Rinciannya meliputi:
 
Balita: 326 porsi
Ibu Menyusui: 118 porsi
Ibu Hamil: 56 porsi
 
Sementara itu, penyaluran ke sekolah yang tetap beraktivitas berjalan normal. Pada hari yang sama pukul 07.00 WIB, sebanyak 827 porsi disalurkan ke SMP Negeri 39 Kota Bandung. Rinciannya terdiri dari:
 
Siswa Kelas 7: 272 porsi
Siswa Kelas 8: 257 porsi
Siswa Kelas 9: 247 porsi
Guru dan Tenaga Kependidikan: 51 porsi
 
Secara keseluruhan, pada tanggal 2 Oktober 2026, SPPG Babakan Ciparay Margasuka menyalurkan total 1.327 porsi Makan Bergizi Gratis. Secara rutin, sekitar 2.666 porsi disalurkan setiap harinya ke dua sekolah tersebut sekaligus kelompok penerima masyarakat. Koordinasi jadwal dilakukan secara berkala agar penyaluran tetap tepat sasaran.
 
Pelaksanaan program ini memerlukan kesinambungan informasi antar pihak. Keterbukaan pelaksanaannya merupakan bagian dari fungsi informasi publik sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
 
Artikel ini disusun berdasarkan konfirmasi tertulis pihak sekolah, keterangan langsung dari pengelola program, serta dokumen serah terima resmi yang diterima pada tanggal 2 Oktober 2026.
 
(Ari.M)
 
 

Jaga Kamtibmas, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro Gelar Subuh Keliling di Masjid Agung Baiturrohman

BANJAR — Pagi buta di Kota Banjar terasa berbeda pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Di saat sebagian orang masih terlelap, jamaah dari berbagai penjuru dan aparat kepolisian sudah berkumpul di Masjid Agung Baiturrohman, Jalan Kewadanaan, Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar. Usai salat Subuh berjamaah yang berlangsung pukul 04.04 hingga 05.00 WIB, suasana masjid berubah menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan kepolisian dan masyarakat luas.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, hadir langsung di tengah warga. Turut mendampingi beliau, Wakapolres Banjar beserta pejabat utama Polres Banjar, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid, dan jamaah yang hadir. Kegiatan yang akrab disapa Suling ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata mendekatkan kepolisian ke jantung masyarakat.


Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jamaah. "Masjid bukan sekadar tempat beribadah," ujar beliau. Lebih dari itu, masjid harus menjadi pusat silaturahmi yang mempererat kebersamaan antarwarga. Di sinilah kita saling mengenal, peduli, dan menjaga lingkungan bersama.

Pesan Kamtibmas untuk Kehidupan Sehari-hari

Imbauan yang disampaikan sangat praktis dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat:

- Jaga Kerukunan: Menjalin kedamaian antarwarga di tengah keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.

- Awasi Anak: Orang tua diminta aktif memantau pergaulan anak agar terhindar dari pengaruh buruk di luar rumah.

- Kunci Ganda Kendaraan: Selalu gunakan pengamanan tambahan saat kendaraan ditinggal untuk mencegah pencurian.

- Hati-hati Penawaran Kilat: Waspada terhadap tawaran keuntungan besar yang datang secara instan tanpa dasar yang jelas.

- Bijak Berbagi Informasi: Teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di media sosial agar tidak terjebak berita bohong.

Polisi Hadir untuk Masyarakat

Kegiatan Suling membuktikan bahwa kepolisian dan masyarakat adalah satu keluarga. Melalui pendekatan yang humanis ini, warga diajak tak segan menyampaikan keluhan maupun informasi. Jika ada yang mencurigakan atau butuh bantuan, layanan darurat Call Center Polri 110 siap melayani 24 jam secara gratis.

"Keamanan bukan tanggung jawab polisi saja, tapi milik kita semua," pesan Kapolres menutup pertemuan yang penuh kehangatan itu.

Artha-News — Kabiro Rena Yusnita

  

Jumat, Oktober 23, 2026

Meriahkan Hari Santri Nasional ke-12, SMAN 1 Jamanis Gelar 4 Lomba Edukatif dan Tradisional

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Semangat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 begitu terasa di lingkungan SMA Negeri 1 Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sukses melaksanakan upacara khidmat pada Kamis (22/10/2026) kemarin, pihak sekolah melanjutkan puncak kemeriahan dengan menggelar berbagai macam perlombaan edukatif dan kultural pada Jumat (23/10/2026).
 
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Jamanis, Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd., ini diinisiasi dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh Kepanitiaan Ekstrakurikuler Rohis SMAN 1 Jamanis. Seluruh rangkaian acara berpusat di area halaman sekolah dan diikuti dengan antusiasme yang luar biasa oleh para siswa.
 
"Peringatan Hari Santri dilaksanakan kemarin, dan untuk perlombaannya kita laksanakan hari ini Jumat, agar semua siswa bisa ikut merayakan dengan gembira," ujar Febriana Hidayati, S.Pd., M.Pd. sewaktu memantau jalannya kegiatan.
 
4 Lomba Khas Hari Santri di SMAN 1 Jamanis
 
Untuk menumbuhkan nilai spiritual, kreativitas, sekaligus melestarikan kearifan lokal, panitia merumuskan empat kategori perlombaan unik yang merefleksikan karakter santri di era modern:
 
1. Lomba Ngaliwet (Tradisi Kebersamaan ala Santri)
Khas dengan kultur pesantren, lomba memasak nasi liwet ini berhasil membangun kekompakan antar siswa. Tidak hanya dinilai dari segi cita rasa kuliner tradisionalnya, lomba ini menjadi media nyata dalam mengajarkan esensi gotong royong dan kesederhanaan hidup ala santri kepada generasi muda.
 
2. Lomba Presentasi Islam (Edukasi Sejarah Resolusi Jihad)
Aspek intelektual dan literasi sejarah tidak luput dari perhatian. Lewat lomba presentasi ini, para siswa ditantang untuk memaparkan materi sejarah mengenai Resolusi Jihad. Perlombaan ini krusial untuk mengingatkan kembali andil besar para ulama dan santri dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
 
3. Fashion Show Busana Muslim (Kreasi Santri Milenial)
Halaman sekolah seketika berubah menjadi panggung catwalk kreatif. Perlombaan fashion show busana muslim ini menjadi ajang bagi para pelajar SMAN 1 Jamanis untuk mengekspresikan tren pakaian muslimah dan muslim yang sopan, rapi, namun tetap modis dan relevan dengan perkembangan zaman.
 
4. Lomba Sajak Sunda (Cinta Budaya Lokal)
Sebagai sekolah yang berakar di tanah Pasundan, SMAN 1 Jamanis berkomitmen penuh menjaga kelestarian bahasa ibu. Melalui lantunan bait-bait Sajak Sunda yang penuh penghayatan, lomba ini sukses membawa suasana haru sekaligus menegaskan kebanggaan siswa terhadap identitas budaya lokal.
 
Mewujudkan Iklim Sekolah yang Gembira dan Berkarakter
 
Pelaksanaan puncak perayaan HSN ke-12 di halaman SMAN 1 Jamanis ini berlangsung sangat semarak. Gelak tawa kebersamaan saat prosesi makan bersama, gemuruh tepuk tangan apresiasi saat sesi fashion show, hingga keheningan penuh haru saat pembacaan Sajak Sunda melebur menjadi satu.
 
Melalui perpaduan kegiatan spiritual, edukasi sejarah, ekspresi seni, dan tradisi lokal ini, SMAN 1 Jamanis berharap dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kedalaman akhlak dan budi pekerti yang kokoh layaknya seorang santri.
 
(Yana)
 
 

Kawal Aksi Mahasiswa PSDKU Unpad, Kapolres Pangandaran Siap Melayani

Artha-News.Com | Pangandaran
 
Aksi unjuk rasa dan audiensi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran berlangsung aman, damai, dan tertib. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi sekaligus evaluasi kritis terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
 
Kedatangan para demonstran disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran. Suasana yang hangat dan humanis terasa saat Kapolres menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang hadir.
 
"Selamat datang pejuang aspirasi, kami siap melayani dan menjaga. Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang bermartabat secara intelektual," ujar AKBP Ikrar Potawari saat menyapa massa aksi.
 
Saat proses penyampaian aspirasi berlangsung, sempat muncul niat sebagian mahasiswa untuk membakar ban bekas menggunakan bensin. Langkah ini segera dicegah secara persuasif oleh Kapolres, sehingga suasana kembali kondusif dan proses dilanjutkan dengan audiensi bersama Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Bapak Asep Nurdin, di Ruang Paripurna.
 
Jajaran Kepolisian Resor Pangandaran tetap memberikan pengawalan ketat sepanjang kegiatan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif terhadap seluruh peserta aksi.
 
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini berakhir dengan tertib tanpa insiden yang mengganggu ketertiban umum. Pada penutup acara, pihak kepolisian dan penyelenggara menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan cara yang bijak, santun, dan bertanggung jawab.
 
Kehadiran aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat. Pendekatan preventif dan komunikasi terbukti efektif menjaga ketertiban. Evaluasi kritis dari mahasiswa menjadi catatan penting bagi pihak legislatif. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan aparat dapat terus terjaga demi keamanan dan kemajuan Pangandaran.
 
(UG)