Senin, Oktober 12, 2026

Edukasi Hukum Sejak Dini, Kasat Reskrim Polres Banjar Ajak Siswa SMPN 8 Bijak Bermedsos dan Tertib Lalu Lintas

BANJAR — ARTHA-NEWS.COM, 12 Oktober 2026 — Upacara bendera hari Senin di SMPN 8 Banjar kali ini terasa berbeda dan penuh makna. Momentum rutin mingguan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana strategis bagi para pelajar untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya kesadaran hukum serta keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.
 
Pada pelaksanaan upacara yang digelar hari Senin pagi, 12 Oktober 2026, para siswa berkesempatan menerima arahan langsung dari Kasat Reskrim Polres Banjar, IPTU Pramono Adi Sayang Buana, S.H., M.H., yang hadir dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.
 
Membangun Karakter Pelajar Sadar Hukum
 
Kegiatan edukatif ini dimulai tepat pukul 06.45 WIB bertempat di lapangan apel SMPN 8 Banjar. Agenda tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, jajaran dewan guru, seluruh siswa-siswi, serta didampingi oleh satu personel dari Satreskrim Polres Banjar.
 
Dalam penyampaian amanatnya, IPTU Pramono menggarisbawahi betapa pentingnya membentuk fondasi kesadaran hukum sejak di bangku sekolah. Hal ini bertujuan agar generasi muda mampu memilah mana perilaku yang benar secara norma dan memahami implikasi hukum dari setiap tindakan yang mereka lakukan.
 
Di depan ratusan peserta upacara, Kasat Reskrim mengingatkan seluruh pelajar bahwa mereka mengemban tanggung jawab besar untuk senantiasa menjaga perilaku. Kewajiban menjaga etika ini berlaku mutlak, baik di dalam area institusi pendidikan maupun saat berinteraksi di lingkungan luar sekolah.
 
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa memahami regulasi hukum bukan sekadar bekal ketika seseorang tersandung masalah. Sebaliknya, pemahaman tersebut berfungsi sebagai benteng preventif agar para siswa tidak terjerumus ke dalam lingkaran perbuatan negatif yang berpotensi merusak masa depan mereka.
 
Prioritas Keselamatan di Jalan Raya dan Pengenalan Call Center 110
 
Selain aspek hukum, perhatian serius juga dicurahkan pada isu keselamatan berlalu lintas di kalangan remaja. Para siswa SMPN 8 Banjar diimbau keras untuk memahami sekaligus menaati seluruh regulasi berkendara. Mereka diingatkan agar tidak pernah meremehkan faktor keamanan saat menggunakan jalan raya.
 
"Menanamkan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas harus dimulai sejak usia dini. Dengan begitu, proteksi terhadap keselamatan diri sendiri maupun hak pengguna jalan lain akan selalu menjadi prioritas utama," tegasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, IPTU Pramono turut mensosialisasikan fasilitas Call Center Polri 110. Layanan darurat ini diperkenalkan sebagai saluran resmi dan cepat bagi masyarakat—termasuk para pelajar—untuk memberikan laporan atau meminta atensi kepolisian apabila menyaksikan atau mengalami kejadian yang memerlukan tindakan aparat secara segera.
 
Menjauhi Tindak Pidana Demi Masa Depan
 
Poin krusial lain yang ditekankan oleh Kasat Reskrim adalah pengenalan terhadap ragam klasifikasi tindak pidana yang wajib dijauhi oleh para siswa. Melalui edukasi ini, remaja diharapkan memiliki indikator yang jelas dalam membedakan perbuatan yang legal dan tindakan yang melanggar hukum pidana. Mereka juga diingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil di usia muda akan sangat menentukan arah perjalanan hidup mereka ke depan.
 
Melalui program police goes to school ini, Polres Banjar berkomitmen agar diseminasi edukasi hukum tidak sekadar menjadi formalitas amanat upacara semata. Informasi ini ditargetkan menjadi pengetahuan aplikatif yang diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Sekolah diakui sebagai salah satu instrumen paling vital dalam menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta ketegasan untuk memilih jalan yang benar.
 
Seluruh rangkaian upacara bendera berjalan dengan sangat aman, khidmat, dan kondusif. Pesan-pesan yang telah disampaikan diharapkan melekat menjadi bekal berharga bagi seluruh murid SMPN 8 Banjar agar tumbuh menjadi pribadi yang melek hukum, mengutamakan keselamatan lalu lintas, serta lihai memproteksi diri dari segala bentuk kenakalan remaja maupun tindakan pidana.
 
Jurnalis: Rena Yusnita — Artha-News Kabiro Banjar

Wabup Ariston Perkuat Sinergi dengan Kejari Samosir, Kawal Proyek Strategis Daerah

SAMOSIR — ARTHA-NEWS.COM, 13 Oktober 2026 — Keberhasilan pembangunan di daerah tidak hanya bergantung pada penyusunan program kerja yang baik. Pengelolaan aset daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, hingga pelaksanaan berbagai proyek strategis daerah memerlukan jaminan kepastian hukum. Langkah preventif ini penting agar seluruh agenda Pemerintah Kabupaten Samosir dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
Semangat kolaborasi penegakan hukum menjadi agenda utama dalam kunjungan kerja Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, ke Kantor Kejaksaan Negeri Samosir pada Senin, 13 Oktober 2026. Kunjungan ini sekaligus menjadi balasan atas kunjungan Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Akwan Annas, ke Kantor Bupati sebelumnya.
 
Wabup Ariston didampingi Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, dan Asisten III Arnod Sitorus. Rombongan disambut langsung oleh Kajari Samosir Akwan Annas bersama Kepala Seksi Intelijen, Juna Karo-karo. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
 
Dialog ini mempertegas komitmen bersama dalam menyukseskan visi pembangunan Kabupaten Samosir. Pihak Pemkab mendorong penguatan peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah agar seluruh elemen pemerintahan dan instansi vertikal dapat bergerak seirama memajukan daerah.
 
Wakil Bupati Ariston menegaskan bahwa kejaksaan memegang peranan sangat strategis dalam mendukung pemerintahan dan pembangunan, terutama melalui fungsi Jaksa Pengacara Negara. Pendampingan hukum dari kejaksaan sangat dibutuhkan pemerintah daerah, khususnya terkait proyek pembangunan.
 
"Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sangat penting, terutama dalam mengawal penataan aset daerah, meningkatkan PAD, serta mengawasi pelaksanaan proyek strategis daerah. Semoga seluruh program berjalan sesuai aturan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat," ujar Wabup Ariston.
 
Selain aspek pembangunan, Wabup juga mengharapkan dukungan Kejari Samosir dalam memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara agar semakin memahami hak, kewajiban, dan aturan hukum yang berlaku.
 
Kajari Samosir Akwan Annas menyambut baik kunjungan tersebut. Beliau menegaskan Kejari Samosir siap memberikan dukungan penuh dan asistensi hukum kepada pemerintah daerah, sepanjang tetap berpedoman pada hukum yang berlaku dan didukung transparansi. Pintu komunikasi terbuka lebar, baik secara langsung maupun berjenjang.
 
Akwan Annas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu membangun Samosir dengan landasan aturan hukum. Komunikasi terbuka sejak tahap perencanaan dinilai efektif mencegah potensi masalah hukum di kemudian hari.
 
Pertemuan ini juga memperkuat kesepakatan yang telah tertuang dalam nota kesepahaman antara Pemkab Samosir dan Kejari Samosir. Kemitraan ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan sarana nyata memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mengawal jalannya pembangunan daerah.
 
Langkah ini mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan seluruh pembangunan di Samosir berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, dan akuntabilitas yang tinggi.
 
Laporan: NR. Sitohang — Artha-News

Bapenda Samosir Bersama Polres dan Samsat Jemput Bola Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

SAMOSIR — ARTHA-NEWS.COM, 7 Oktober 2026 — Upaya proaktif untuk mendongkrak kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor terus digalakkan di Kabupaten Samosir. Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersinergi dengan Polres Samosir, Samsat Pangururan, serta Jasa Raharja menggelar Operasi Gabungan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di kawasan Simpang Empat HKBP Bolon Pangururan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, hingga 8 Oktober 2026.
 
Operasi ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang berfokus pada optimalisasi pemungutan pajak serta penguatan sinergi pemungutan opsen di daerah. Unsur kepolisian, Samsat, dan Jasa Raharja terlibat langsung untuk mendorong kepatuhan sekaligus memberikan layanan pembayaran pajak secara langsung di lokasi.
 
Kepala Bapenda Kabupaten Samosir, Besron Sitanggang, menjelaskan bahwa operasi ini adalah wujud sinergitas lintas instansi untuk mengedukasi masyarakat agar semakin sadar memenuhi kewajiban perpajakannya.
 
"Melalui kegiatan ini, kami membangun kolaborasi yang solid antarlembaga — Bapenda, Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, Samsat Pangururan, dan Jasa Raharja — untuk mengimbau sekaligus mengedukasi masyarakat agar taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor," ujar Besron.
 
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diutamakan adalah edukasi dan persuasi, bukan penindakan semata. "Operasi ini bukan bertujuan menindak, melainkan operasi simpatik yang mengedepankan pelayanan. Ini bagian dari strategi jemput bola agar warga mendapat kemudahan saat menyelesaikan kewajiban pajaknya," jelasnya.
 
Kepatuhan warga dalam membayar pajak kendaraan bermotor berkontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah. Dana yang terkumpul akan dikembalikan untuk pembangunan dan peningkatan layanan publik di Kabupaten Samosir. "Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu," harap Besron.
 
Kasat Lantas Polres Samosir, AKP Robertus Gultom, menyambut baik pelaksanaan operasi gabungan ini. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong tertib administrasi kendaraan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak daerah.
 
Pemerintah Kabupaten Samosir berharap masyarakat tidak perlu menunggu ada operasi gabungan untuk membayar pajak. Kepatuhan membayar tepat waktu adalah bentuk partisipasi nyata warga dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
 
Laporan: NR. Sitohang — Artha-News

Peningkatan Kompetensi Guru SMK Se-Indonesia, Kolaborasi Industri dan Dunia Kerja Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi

TASIKMALAYA, 12 Oktober 2026 — ARTHA-NEWS.COM — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia terus digalakkan. Melalui program Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Dunia Kerja, puluhan guru SMK dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti pelatihan dan pemagangan yang akan digelar di beberapa lokasi strategis, antara lain Tanjung Mulya PS, RPA Sumber Rejeki Food, serta RPA Jabal Nur, pada 15–17 Oktober 2026 mendatang.
 
Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Panitia Magang Industri bekerja sama dengan PT. Jabal Nur. Pembukaan pelatihan direncanakan berlangsung di ruang pertemuan RPA Jabal Nur, yang akan dihadiri oleh para peserta dari berbagai provinsi serta narasumber dari industri dan dunia pendidikan. Fokus kegiatan ini adalah penguatan keterampilan praktis dan penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri. Para peserta tidak hanya akan mendapatkan teori di kelas, tetapi terlibat langsung dalam proses produksi, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta manajemen mutu yang diterapkan di perusahaan mitra.
 
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Magang Industri, H. Kustawa Suwarsan, M.Sc. menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat penting agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang siap pakai dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
 
"Jembatan antara sekolah dan dunia kerja harus semakin kuat. Guru perlu merasakan langsung bagaimana proses kerja di industri, sehingga materi yang disampaikan kepada siswa semakin relevan dan bermutu," ujarnya.
 
Sementara itu, pihak RPA Jabal Nur menyambut baik rencana kedatangan para peserta pelatihan. Pemagangan ini mencakup penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, hingga efisiensi produksi yang diharapkan dapat dibawa kembali oleh para guru ke lingkungan sekolah masing-masing setelah kegiatan selesai.
 
Sebanyak 12 guru SMK dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia telah terkonfirmasi mengikuti kegiatan ini, yaitu: Anis Mawardi, S.St, M.Tr.P dari SMK Negeri 1 Maesan (Sulawesi Tengah); Fuji Meilia Lestari, S.Pt., Gr dari SMK Negeri 2 Berau (Kalimantan Timur); Ika Prima Nanda, S.Pt dari SMK Negeri 2 Solok Selatan (Sumatera Barat); Rahmad Tika Ade Istyawan, S.P., Gr dari SMK Muhammadiyah 6 Modo (Jawa Timur); Dvi Hendra Damayanti, S.Pd dari SMK Negeri 2 Purbalingga (Jawa Tengah); Eni Dwi Karmiyantinisih, S.Pt, M.Sc dari SMK Negeri 1 Cangkringan (D.I. Yogyakarta); Ghea Meilia Fidighri, S.Pt., Gr dari SMK Negeri 1 Kuningan (Jawa Barat); Dwi Kusumalacsa Fidighri, S.Pt dari SMK Negeri 1 Cimerak (Jawa Barat); Nelly Andriani, S.Pt dari SMK Negeri 1 Talamau (Sumatera Barat); Rahmita Putri dari SMK Negeri Pertanian Pembangunan Padang Mengatas (Sumatera Barat); Wa Ode Asnina, S.Pt dari SMK Negeri 1 Muna Barat (Sulawesi Tenggara); serta Yumina Oktobrina Telnoni, S.Pt., Gr dari SMK Negeri 1 Amfoang Barat Laut (Nusa Tenggara Timur).
 
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih baik di SMK se-Indonesia, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
 
Laporan: M. Mulyadi — Peliput Artha-News
 
 

Dapur Sanghyangrasa SPPG Sukaresik Salurkan Makan Bergizi Gratis ke SDN 2 Sawati

SUKARESIK, KABUPATEN TASIKMALAYA — ARTHA-NEWS.COM, Senin, 12 Oktober 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan lancar di Kabupaten Tasikmalaya. Senin, 12 Oktober 2026, Dapur Sanghyangrasa yang berada di bawah naungan SPPG Kabupaten Tasikmalaya, lokasi Sukaresik Sukaratu 2 yang dikelola oleh Yayasan Al-Iskandariyyah, secara rutin menyalurkan makanan bergizi kepada para siswa di SDN 2 Sawati, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Kegiatan penyaluran ini dilakukan secara konsisten setiap hari sekolah. Hal ini terlihat dari plang SPPG yang terpasang jelas di lokasi dapur pusat, serta dokumentasi penyerahan makanan yang diterima redaksi Artha-News. Dapur Sanghyangrasa menjadi salah satu pusat penyiapan makanan yang dipercaya melayani wilayah Sukaresik hingga Sukaratu, memastikan setiap siswa mendapatkan asupan makanan yang layak, higienis, dan bergizi seimbang setiap harinya.
 
Menu Lengkap Bergizi Senin, 12 Oktober 2026
 
Pada hari ini, menu yang disiapkan dan disalurkan ke SDN 2 Sawati sangat lengkap dan dirancang memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah:
 
- Nasi Putih
- Ayam Goreng
- Tempe Goreng
- Sayur Wortel dan Buncis
- Buah Pisang
 
Setiap porsi makanan disajikan menggunakan wadah ompreng berbahan stainless steel tipe SUS 304 dengan lima sekat terpisah, sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Penggunaan wadah berkualitas tinggi ini bukan tanpa alasan, selain menjaga kebersihan dan higienitas makanan saat proses pengantaran, juga mencegah tercampurnya aroma dan rasa antar jenis makanan, sehingga kualitas makanan tetap terjaga baik saat tiba di sekolah dan siap dikonsumsi oleh para siswa.
 
Apresiasi dari Pihak Sekolah
 
Kepala SDN 2 Sawati, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim Dapur Sanghyangrasa SPPG Sukaresik Sukaratu 2 dan pengurus Yayasan Al-Iskandariyyah.
 
"Kehadiran program ini sangat membantu kami maupun para orang tua dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup di tengah hari sekolah. Makan yang bergizi tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga terbukti meningkatkan semangat belajar mereka," ujar beliau.
 
Diharapkan, program Makan Bergizi Gratis ini dapat terus berjalan konsisten, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, demi mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
 
 
 
(Yana)

KBO Samapta Polres Banjar Jadi Pembina Upacara di SMPN 6, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Perundungan

IPDA Asep Suparlan, KBO Samapta Polres Banjar, saat menjadi pembina upacara bendera di SMPN 6 Banjar, menyampaikan pesan anti narkoba dan perundungan kepada para pelajar

BANJAR, 12 Oktober 2026 — ARTHA-NEWS.COM — Membangun generasi muda yang berkarakter kuat dan taat hukum membutuhkan pendekatan yang tidak terbatas pada ruang kelas saja. Kesadaran untuk menjauhi narkoba, menolak perundungan, serta mematuhi aturan kehidupan perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian pelajar.

Pesan tersebut disampaikan oleh KBO Samapta Polres Banjar, IPDA Asep Suparlan, S.H., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera rutin di lingkungan SMP Negeri 6 Banjar pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Upacara yang berlangsung mulai pukul 06.30 WIB ini dihadiri oleh kepala sekolah, tenaga pendidik, staf tata usaha, serta seluruh siswa dan siswi SMPN 6 Banjar.

Dalam amanatnya, IPDA Asep mengingatkan para pelajar agar senantiasa menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan yang seharusnya cerah. Oleh karena itu, setiap pelajar diminta untuk berani berkata tidak terhadap segala ajakan yang mengarah pada penggunaan zat terlarang maupun pergaulan yang tidak membawa manfaat positif.

Selain bahaya narkoba, persoalan perundungan atau bullying juga menjadi sorotan utama. Para siswa diajak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai. Tidak boleh ada lagi tindakan mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, maupun kekerasan fisik dan verbal antar sesama warga sekolah. Kepedulian terhadap teman sangat penting agar setiap orang dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut.


Keselamatan Berlalu Lintas & Bijak Bermedia Sosial

Penyuluhan juga menyentuh aspek keselamatan di jalan raya. Para pelajar diingatkan untuk memahami dan mematuhi aturan berkendara sejak dini, selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta menjauhi aktivitas balap liar. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan keikutsertaan dalam kelompok yang mengganggu ketertiban umum juga diminta untuk dihindari.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, IPDA Asep juga mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain. Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian harus dihindari sepenuhnya. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun tetap harus dijaga, baik di dunia nyata maupun di ruang maya.

Pada kesempatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan layanan darurat Call Center 110 Polri, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meminta bantuan atau menyampaikan laporan saat menghadapi situasi darurat. Pengenalan ini diharapkan dapat membangun kedekatan pelajar dengan institusi kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kepada pelajar merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

"Pelajar adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh siswa untuk menjauhi narkoba, menolak segala bentuk perundungan, menaati aturan lalu lintas, serta bijak bermedia sosial. Jadilah generasi yang membawa pengaruh positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat," ujar AKBP Didi Dewantoro.

Kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh lingkungan yang kurang baik. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran hukum dan karakter yang kuat sejak dini.

Kegiatan ini turut didampingi oleh AIPDA Hariman Susanto dan BRIPDA M. Zakky Nur Rohman. Seluruh rangkaian upacara dan penyuluhan berlangsung dengan aman dan lancar hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, Polres Banjar berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab. Sebab, masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter yang dibangun dan setiap keputusan positif yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.

 

Laporan: Rena Yusnita — Kabiro Banjar, Artha-News.com

Minggu, Oktober 11, 2026

Wisata Citumang Pangandaran Bersiap Terapkan Body Gate dan 2 Area Camping Baru

PANGANDARAN — 11 Oktober 2026 — Artha-News.com
 
Destinasi wisata alam populer, Citumang Body Rafting yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terus melakukan inovasi guna mendongkrak kenyamanan sekaligus memikat lebih banyak pencinta alam. Langkah pembenahan ini bertepatan dengan lonjakan kunjungan yang menyentuh 1.201 wisatawan pada Minggu (11/10/2026). Saat ini, pihak pengelola tengah mematangkan instalasi sistem akses otomatis berupa Body Gate serta menyiapkan dua titik camping ground baru untuk memperkaya variasi aktivitas para pelancong.
 
Proyek pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menata kawasan wisata Citumang. Tujuannya agar destinasi ini tidak sekadar dikenal lewat keseruan aktivitas susur sungai (body rafting), melainkan juga unggul dalam hal penyediaan fasilitas penunjang yang modern, aman, dan terorganisasi dengan baik.
 
Otomatisasi Akses Pengunjung Melalui Sistem Body Gate
 
Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, menjelaskan bahwa implementasi teknologi Body Gate ini sengaja dirancang untuk mendeteksi setiap wisatawan yang melintasi pintu masuk area wisata secara otomatis.
 
"Jadi nanti pengunjung itu terdeteksi semua melalui sistem Body Gate," ungkap Edi pada Minggu (11/10/2026).
 
Lebih lanjut, Edi menerangkan bahwa gerbang digital tersebut akan mengadopsi mekanisme buka-tutup otomatis yang sinkron dengan alur keluar-masuknya pelancong. Lewat integrasi teknologi ini, manajemen objek wisata diharapkan bisa melakukan pencatatan data turis secara real-time, lebih rapi, sekaligus memperketat pengawasan keamanan di seluruh area masuk kawasan wisata.
 
Fasilitas Camping Ground Baru dengan Kapasitas Hingga 70 Orang
 
Selain memodernisasi sistem gerbang masuk, pengelola Citumang juga merespons tingginya minat rekreasi luar ruangan dengan mendirikan fasilitas berkemah. Kebijakan ini ditujukan bagi pelancong yang ingin merasakan sensasi menginap dan menyatu dengan keasrian alam Pangandaran dalam durasi yang lebih lama.
 
Pihak pengelola telah memetakan dua lokasi strategis yang diproyeksikan sebagai camping ground:
 
- Lokasi Pertama: Berada di sekitar kawasan Curug Dori. Area ini diestimasi memiliki daya tampung sekitar 20 sampai 30 peserta kemah.
​
- Lokasi Kedua: Terletak di bagian ujung destinasi wisata, berdekatan dengan fasilitas kolam renang. Area ini didesain dengan kapasitas yang lebih luas, yakni sanggup memuat sekitar 40 orang.
 
Apabila kedua zona perkemahan tersebut telah beroperasi penuh, Citumang dipastikan mampu memfasilitasi kegiatan berkemah bersama dengan total kapasitas gabungan mencapai 60 hingga 70 orang.
 
Edi mengonfirmasi bahwa proses pembersihan lahan dan penyiapan medan saat ini sudah mulai berjalan. Kehadiran fasilitas camping ground ini diharapkan dapat menjadi opsi liburan yang menyegarkan. Konsep ini membuat pelancong tidak hanya datang untuk bermain air di sungai, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru bermalam di bawah rindangnya pepohonan Citumang.
 
Optimalisasi Fasilitas Ibadah dan Sistem Keselamatan EWS
 
Guna menjamin kenyamanan beribadah dan proteksi maksimal bagi para pelancong, kawasan Citumang Body Rafting kini juga telah dilengkapi dengan fasilitas musala yang memadai serta perangkat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.
 
Instalasi EWS memegang peranan krusial sebagai instrumen mitigasi keselamatan satgas wisata. Alat ini berfungsi memantau sekaligus mengantisipasi fluktuasi kondisi alam yang berpotensi memengaruhi keamanan aktivitas di sepanjang aliran sungai. Bagi destinasi wisata berbasis ruang terbuka yang sangat bergantung pada faktor cuaca dan lingkungan, ketersediaan alat pelindung seperti EWS merupakan sebuah standar keamanan yang wajib dipenuhi.
 
Kendati demikian, pengelola menegaskan bahwa proyek pengerjaan Body Gate serta pembukaan dua zona camping ground ini statusnya masih dalam tahap pematangan. Sampai dengan Minggu (11/10/2026), manajemen Citumang belum merilis maklumat resmi mengenai tanggal pasti peluncuran dan pengoperasian kedua fasilitas baru tersebut.
 
Melalui agenda revitalisasi yang komprehensif ini, objek wisata Citumang Body Rafting diproyeksikan menjelma menjadi destinasi pelesiran yang makin variatif — memadukan petualangan air yang menantang adrenalin dengan kenyamanan menginap di alam terbuka — tanpa mengesampingkan aspek keselamatan bagi setiap pengunjung yang datang.
 
(UG - Artha-News)

Teknologi & Efisiensi: Kunci Pemkot Cimahi Naikkan PAD di 2027

Strategi PAD Pemkot Cimahi 2027 — digitalisasi pajak dan efisiensi anggaran

CIMAHI — 11 Oktober 2026 — Artha-News.com

Pemerintah Kota Cimahi menyusun langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027. Melalui kombinasi digitalisasi sistem perpajakan dan efisiensi belanja internal, Pemkot Cimahi berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah agar dana pembangunan lebih optimal dan langsung dirasakan masyarakat.

 

Digitalisasi Pajak: Lebih Akurat dan Transparan

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa optimalisasi PAD menjadi prioritas utama di tahun 2027.

"Dari sisi pendapatan, Pemkot Cimahi akan memperkuat optimalisasi PAD di tahun 2027 untuk mendorong kemampuan fiskal daerah," ungkap Ngatiyana.

Beberapa langkah digitalisasi yang akan diterapkan:

- Pembaruan Data PBB-P2: Memutakhirkan data Nilai Jual Objek Pajak, luas tanah dan bangunan, serta mendata objek pajak yang belum tercatat selama ini.


- Pemasangan Tapping Box: Dipasang secara bertahap di sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu, khususnya pada usaha makanan dan minuman, untuk memantau transaksi secara akurat dan transparan.


- Kamera Pintar Pajak Air Tanah: Pemantauan pemakaian air tanah kini akan dipantau menggunakan kamera pintar yang terhubung langsung dengan meteran, sehingga pemungutan pajak lebih akuntabel.


- Layanan Daring Penuh: Pelayanan PBB-P2 dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sepenuhnya bermigrasi ke sistem dalam jaringan agar lebih cepat, mudah diakses, dan memotong birokrasi.



Selain peningkatan sistem, Pemkot Cimahi juga berencana membuka gerai layanan pajak di pusat keramaian dan tetap beroperasi pada akhir pekan, guna memudahkan wajib pajak memenuhi kewajibannya.

 

Pangkas Belanja Internal, Fokus ke Kebutuhan Masyarakat

Di sisi pengeluaran, Pemkot Cimahi melakukan efisiensi ketat terhadap anggaran operasional. Dana yang sebelumnya banyak digunakan untuk kegiatan seremonial dan rapat-rapat internal akan dialihkan ke program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pos belanja yang akan dipangkas meliputi:

- Biaya makan dan minum rapat


- Pengadaan alat tulis kantor yang berlebihan


- Biaya perawatan yang tidak mendesak


- Anggaran kegiatan seremonial dan festival yang minim dampak langsung ke publik



"Anggaran operasional diminimalisir secara optimal agar lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Setiap rupiah harus kita pilihkan untuk hal yang paling penting dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Ngatiyana.

 

(Ari.M - Artha-News)

 

Tak Perlu Debat Kusir, Langsung Saja Ajukan Praperadilan

Praperadilan — Jalur Hukum yang Tepat Ketika Proses Berlarut-Larut. Tak Perlu Debat Kusir, Langsung Saja Ajukan Praperadilan. CTT Lawyer Office.

OPINI — Catatan Hukum

Tak Perlu Debat Kusir, Langsung Saja Ajukan Praperadilan 

Minggu, 11 Oktober 2026 — Artha-News.com

Sebagai penasihat hukum, kami senantiasa menegaskan bahwa setiap proses hukum wajib dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum nasional. Penegasan dalam Catatan Penasihat Hukum ini kami sampaikan semata-mata sebagai bagian dari upaya edukasi hukum bagi masyarakat luas, tanpa bermaksud mengintervensi kewenangan pihak mana pun.

Mengapa Penanganan Perkara di Kepolisian Terasa Lambat?

Seringkali masyarakat bertanya, mengapa penasihat hukum terasa diam atau seolah tidak bekerja dalam mendampingi perkara. Padahal di balik itu, ada beban moral yang dipikul: hadir bersama pencari keadilan di tengah proses yang berliku, menegakkan hak-hak hukumnya, dan memastikan setiap langkah tidak melenceng dari jalur yang benar.

Secara analisis hukum, syarat-syarat terjadinya suatu peristiwa pidana kerap kali sudah lengkap dan memenuhi unsur-unsur sebagaimana diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Namun yang kerap dirasakan di lapangan, proses penanganan di tingkat kepolisian terkadang berjalan lambat — bisa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Meskipun terkadang hal ini dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas perkara dan beban kerja penyidik, ketidakpastian waktu tetap berpotensi mencederai asas kepastian hukum. Hukum seharusnya memberikan kejelasan, ketegasan, dan linimasa yang terukur bagi setiap warga negara. 

Oleh karena itu, kami menilai tidak perlu ada debat kusir yang berlarut-larut. Jika jalur penyelesaian damai dan koordinasi sudah tidak membuahkan hasil, maka langkah hukum konkrit untuk mengembalikan asas kepastian hukum tersebut adalah dengan mengajukan gugatan Praperadilan.

Apa Itu Praperadilan dan Bagaimana Aturannya di KUHAP?

Praperadilan bukan berarti menolak proses hukum yang berjalan. Ini adalah upaya hukum yang sah dan dijamin oleh undang-undang berdasarkan Pasal 77 KUHAP untuk meminta hakim memeriksa apakah tindakan penyidik sudah sesuai aturan hukum atau justru melampaui wewenangnya.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, objek gugatan Praperadilan meliputi:

- Sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan

- Sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan

- Sah atau tidaknya penetapan tersangka (sesuai perluasan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014)

Melalui mekanisme ini, pemenuhan hak-hak para pihak diuji secara objektif demi tegaknya keadilan. Oloan Sahat Bangun Tamba, S.H., selaku penasihat hukum pada CTT Lawyer Office, menyampaikan dengan tegas:

"Tidak perlu debat kusir, karena hukum itu pasti — menuju mendapatkan keadilan demi keadilan."

Menegakkan Asas Kepastian Hukum dan Hak Setara

Penyelesaian perkara yang berlarut-larut dikhawatirkan membuat korban semakin tidak percaya terhadap penegakan hukum. Tanpa adanya kepastian hukum, keadilan substantif tidak akan pernah tercapai.

Keadilan sejati adalah keadilan yang memberikan hak secara proporsional — baik bagi pihak yang merasa menjadi korban maupun bagi pihak yang diduga sebagai pelaku. Keduanya berhak diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law).

Semoga catatan hukum ini bermanfaat. Mari terus belajar hukum, karena hukum adalah milik kita semua.


— Penasihat Hukum

CTT Lawyer Office

Cepat — Tepat — Tuntas

Demo Nelayan di Pendopo Pangandaran Memanas, Kapolres Turun Tangan Redam Massa

PANGANDARAN — ARTHA-NEWS.COM | 11 Oktober 2026 (Pembaruan dari rilis 24 Juli 2025)
 
Aksi unjuk rasa ratusan nelayan di depan Pendopo Bupati Pangandaran pada Kamis, 24 Juli 2025, sempat berlangsung sangat memanas. Massa yang emosional menjebol gerbang Pendopo Bupati. Mereka juga merusak satu unit mobil pemadam kebakaran yang sedang parkir di halaman kantor tersebut.
 
Situasi yang nyaris berujung pada kericuhan luas tersebut akhirnya berhasil diredam. Langkah cepat dan keberanian ini diambil langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H.
 
Tanpa berlindung di balik barikade petugas keamanan, Kapolres Andri Kurniawan justru maju sendirian. Ia turun langsung ke tengah kerumunan massa yang sedang dalam kondisi emosi tinggi. Melalui pengeras suara, ia berbicara kepada para nelayan dengan nada tegas namun tetap humanis.
 
Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian sangat memahami aspirasi yang disampaikan. Polisi juga siap memfasilitasi penyelesaian permasalahan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa segala bentuk tuntutan harus disampaikan dengan cara damai, terhormat, serta tanpa kekerasan maupun perusakan fasilitas umum.
 
“Saya titip, semoga Pangandaran tetap kondusif. Kami di kepolisian siap mengawal proses ini sampai benar-benar ada solusi yang adil dan memuaskan semua pihak. Mari kita selesaikan dengan cara yang terhormat dan bermartabat, bukan dengan perusakan yang justru merugikan kita semua,” ujar Kapolres Andri kepada para nelayan di lokasi kejadian.
 
Pendekatan langsung yang dilakukan Kapolres Andri terbukti efektif menenangkan emosi massa. Setelah berdialog secara terbuka dengan koordinator lapangan aksi, para nelayan akhirnya bersedia membubarkan diri secara tertib. Tindakan cepat dan bijaksana ini dinilai berhasil mencegah potensi kericuhan yang lebih besar. Selain itu, aksi damai ini juga menghindari kerugian yang lebih luas bagi masyarakat umum maupun fasilitas negara.
 
Polres Pangandaran berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat secara profesional, proporsional, dan akuntabel dalam menangani setiap permasalahan sosial di wilayah hukumnya. Pihak kepolisian juga mendorong pemerintah daerah untuk segera merespons tuntutan para nelayan. Diharapkan ada solusi nyata, berkeadilan, serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.
 
Catatan Redaksi: Artikel ini diperbarui pada 11 Oktober 2026 untuk penyempurnaan struktur penulisan, keterbacaan, dan optimasi mesin pencari. Fakta dan isi pokok berita tetap dipertahankan sesuai peristiwa aslinya.
 
(UG — Redaksi Artha-News)