✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...

Register Bius dan Register Kampung: Jejak Sejarah Kuno sebagai Dasar Penataan Wilayah di Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Sejarah tidak pernah hanya berbicara tentang masa lalu. Di Kabupaten Samosir, jejak sejarah kuno seperti kampung, huta, bius, lumban, hingga sosor berpotensi menjadi instrumen krusial dalam memahami evolusi wilayah sekaligus mendukung penataan administrasi pemerintahan modern.
 
Gagasan ini mengemuka di tengah masih pekatnya persoalan batas wilayah desa, kampung, lingkungan permukiman, hingga penataan RT/RW di sejumlah kawasan Samosir. Sengketa batas wilayah di pulau ini jarang sekali bersifat sederhana. Karakteristik masyarakat Batak yang kental dengan hubungan adat, kekerabatan, dan struktur marga membuat sebuah wilayah selalu terikat dengan sejarah huta, tanah ulayat, silsilah keturunan, hingga histori pembukaan kampung itu sendiri. Karena kompleksitas kultural ini, penataan wilayah tidak akan pernah cukup jika hanya mengandalkan penarikan garis di atas peta administrasi modern.
 
Jejak Register Bius dan Register Kampung
 
Jauh sebelum sistem pemerintahan desa modern terbentuk, masyarakat Batak telah mengoperasikan struktur sosial dan tata kelola tradisional yang terwujud dalam huta, lumban, sosor, dan bius. Di antara struktur tersebut, bius memegang peran sentral dalam mengatur kehidupan bersama, menjaga hubungan antarkampung, menegakkan hukum adat, serta mengelola berbagai kepentingan komunitas.
 
Dalam perjalanannya, pranata sosial tradisional ini bertransformasi menjadi objek pencatatan penting dalam administrasi pemerintahan kolonial. Periode awal abad ke-20 menjadi salah satu lini masa yang paling menarik untuk dibedah. Berdasarkan catatan sejarah yang dicermati penulis, tahun 1904 menjadi tonggak penting pencatatan bius di wilayah Samosir, yang mencakup entitas wilayah seperti Bius Pangururan, Bius Hambing, Sipitu Tali, dan Siwalu Tali.
 
Tentu saja, catatan historis ini masih memerlukan penelitian arsip yang lebih mendalam untuk memvalidasi konteks, cakupan wilayah geografis, serta korelasi administratifnya. Namun, jika dokumen-dokumen tersebut terbukti valid memuat nama kampung, struktur kepemimpinan tradisional, dan batas wilayah purba, maka eksistensinya akan menjadi kompas sejarah yang sangat bernilai dalam menelusuri penataan ruang Samosir.
 
Dari Register Lama Menuju Peta Modern
 
Lini masa antara tahun 1907 hingga 1935 juga krusial untuk diteliti secara mendalam karena menandai masifnya perkembangan pencatatan kampung dan dinamika administrasi wilayah kolonial. Jejak rekam pada era inilah yang dapat dikomparasikan dengan realitas hari ini.
 
Melalui komparasi tersebut, sebuah kampung yang tercatat dalam register lama dapat ditelusuri secara runut: apakah eksistensinya masih ada, apakah namanya telah bergeser, apakah wilayahnya telah melebur ke dalam desa tertentu, mengalami pemekaran, atau justru mengalami pergeseran batas alam. Dari metode penelusuran ini, kita dapat menyusun sebuah kronologi wilayah yang utuh:
 
Register Bius → Register Kampung → Administrasi Desa → Peta Wilayah Modern.
 
Kendati demikian, register lama ini tidak boleh serta-merta dijadikan acuan mutlak penentu batas administratif atau legalitas kepemilikan tanah di era modern. Dokumen kolonial harus diposisikan secara proporsional sebagai sumber sejarah pendukung. Implementasinya di lapangan tetap wajib disandingkan dengan dokumen pemerintahan yang sah, hukum pertanahan positif, peta modern, penuturan lisan masyarakat (tradisi lisan), serta regulasi hukum yang berlaku saat ini.
 
Batas Desa Jangan Sampai Menjadi Sumber Konflik
 
Ketidakjelasan batas wilayah adalah bom waktu yang bisa memicu konflik sosial yang lebih besar. Sebidang tanah di Samosir sering kali memiliki klaim berlapis, mulai dari sejarah huta tertentu, relasi marga, hak tanah ulayat, warisan keturunan, surat keterangan desa, hingga sertifikat pertanahan modern. Jika seluruh instrumen data ini tidak pernah dikomparasikan secara sistematis dan ilmiah, perbedaan persepsi mengenai batas wilayah dapat dengan mudah menyulut perselisihan antarkelompok warga bahkan antardesa.
 
Oleh sebab itu, penataan RT/RW di Samosir ke depan tidak boleh sekadar berhenti pada formalitas pemberian nomor wilayah. Masyarakat akar rumput perlu mengetahui dengan presisi di mana sebuah RT dimulai, di mana garis batasnya berakhir, serta bagaimana pembatas alaminya dengan wilayah tetangga. Kejelasan batas ini tidak hanya krusial demi kedamaian sosial, tetapi juga berdampak langsung pada akurasi administrasi kependudukan, efektivitas pelayanan publik, ketepatan pendataan bansos, penataan infrastruktur, hingga keberhasilan berbagai program pembangunan pemerintah.
 
(NR. Sitohang)
Narasumber: Hatoguan Sitanggang
 
 
 

Kepsek SMAN 2 Tasikmalaya: Kami Bahagia & Bangga Atas Prestasi Ganda Tiga Siswa Luar Biasa

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Tiga siswa berprestasi dari kelas XI-B SMAN 2 Tasikmalaya mencatatkan pencapaian luar biasa secara bersamaan di dua ajang bergengsi yang berbeda. Mereka adalah:
 
- Dzaki Ceyda Tsalis H
- Aisya Dewi Humaira
- Bernadette Feodora Brigitta
 
Kepala Sekolah SMAN 2 Tasikmalaya, Reina Susanti, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas prestasi luar biasa dari ketiga siswa tersebut.
 
"Sebagai Kepala Sekolah, saya merasa sangat bahagia dan bangga atas prestasi yang diraih oleh 3 anak yang luar biasa atas nama: Dzaki Ceyda Tsalis H, Aisya Dewi Humaira, dan Bernadette Feodora Brigitta dari kelas XI-B, yaitu dalam waktu yang bersamaan meraih Peringkat 5 Nasional B-Brave BRIN, serta Juara Favorit Poster dan Juara 2 LKTI Kejaksaan se-Kota Tasikmalaya," ujar Ibu Reina Susanti.

 
Peran Guru Pembimbing dan Awal Mula Perjuangan
 
Semua ini berawal dari semangat seorang guru yang aktif membuka kesempatan bagi siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensinya. Beliau adalah Ibu Fariza Fauzia Purnama, S.Pd., M.Si., guru Kimia sekaligus pembina KIR. Beliau mampu melihat potensi anak-anak dan terus memotivasi mereka untuk berani mencoba berbagai ajang penelitian dan kompetisi.
 
Untuk ajang B-Brave BRIN, Ibu Fariza menemukan informasi lomba yang diselenggarakan oleh Bappenas RI bekerja sama dengan BRIN dan LPDP melalui media sosial, kemudian membagikannya kepada grup KIR. Dengan bimbingan Ibu Fariza, mereka menyusun proposal penelitian dan mengikuti proses seleksi.
 
Dari sekitar 800 tim atau proposal penelitian dari seluruh Indonesia, mereka berhasil masuk 7 besar Cluster Sains dan menjadi perwakilan Jawa Barat. Mereka kemudian mengikuti pembekalan hingga tahap penugasan proyek untuk melaksanakan penelitian.
 
Menghadapi Tantangan di Dua Ajang Sekaligus
 
Di tengah proses tersebut, mereka juga mengambil tantangan untuk mengikuti LKTI Kejaksaan Kota Tasikmalaya, lomba yang direkomendasikan oleh KCD XII. Mereka melakukan penelitian, mengumpulkan data, menyusun karya tulis, dan berhasil masuk 10 besar finalis.
 
Menariknya, jadwal presentasi LKTI bertepatan dengan kegiatan bootcamp B-Brave BRIN. Namun, hal tersebut tidak menjadi hambatan. Ibu Fariza berkoordinasi dengan panitia sehingga anak-anak dapat mempresentasikan karya mereka secara daring di babak Final LKTI Kejaksaan dan Alhamdulillah mereka berhasil meraih Juara 2 LKTI Kejaksaan se-Kota Tasikmalaya.
 
Apresiasi dan Harapan Besar Pihak Sekolah
 
"Bagi kami, prestasi ini bukan sekadar tentang piala atau peringkat. Yang paling membanggakan adalah keberanian anak-anak untuk mengambil tantangan, kemauan untuk belajar, kemampuan bekerja sama, dan kegigihan mereka menyelesaikan proses penelitian," ujar Reina Susanti.
 
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga siswa serta kepada Ibu Fariza Fauzia Purnama sebagai guru pembimbing yang telah mendampingi dan membuka ruang bagi anak-anak untuk berkembang.
 
"Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya. Bahwa kesempatan untuk berprestasi selalu ada ketika kita berani mencoba, mau belajar, dan tidak mudah menyerah. Selamat dan terima kasih. Prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar SMAN 2 Tasikmalaya," tutup Kepala Sekolah Reina Susanti.
 
(Red)
 
 

Bupati Vandiko Dukung Pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael di Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 26 September 2026 — Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar.
 
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Vandiko saat menerima audiensi Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, bersama rombongan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Sabtu (26/09/2026).
 
Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan pendidikan melalui pendirian SMA unggulan berasrama di Kabupaten Samosir, termasuk dukungan dan proses perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan pembangunan sekolah tersebut.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyambut baik rencana Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir terbuka terhadap berbagai upaya yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
 
"Kami tetap membuka diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya. Puji Tuhan, ada SMA unggulan yang akan hadir di Samosir. Ternyata doa dan cita-cita kita disambut baik Tuhan dengan kedatangan Pastor yang akan mendirikan sekolah SMA unggulan," ujar Vandiko.
 
Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung proses pendirian sekolah tersebut sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
 
"Intinya kami siap mendukung, Amang Pastor. Untuk perizinan seperti PBG, kita akan bantu sesuai ketentuan. Kalau ada kendala, kita siap berkoordinasi. Ini sudah menjadi sesuatu yang kita idam-idamkan dan cita-citakan. Pemerintah bersama DPRD tentu akan mendukung sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan," katanya.
 
Menurut Vandiko, kehadiran lembaga pendidikan unggulan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Samosir agar memiliki kompetensi, karakter dan daya saing yang lebih baik.
 
Dalam audiensi tersebut, Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph menyampaikan bahwa SMA Santo Mikael Pangururan yang selama ini berjalan sebagai sekolah reguler tetap dipertahankan. Sementara itu, SMA Plus Berasrama akan dikembangkan sebagai program pendidikan unggulan yang memiliki sistem dan fasilitas tersendiri.
 
Pastor Fridolinus Simanjorang mengatakan, pendirian SMA Plus Berasrama tersebut merupakan bentuk komitmen Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar untuk hadir dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
 
"SMA Santo Mikael tetap menjadi reguler, dan kita membuat sekolah unggulan khusus yang kita pisahkan. Intinya kami ingin hadir untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menciptakan sumber daya manusia yang unggul," jelas Pastor Fridolinus.
 
Ia menyampaikan, sekolah tersebut nantinya akan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir dengan komposisi tertentu, sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat daerah.
 
Selain mengedepankan prestasi akademik, SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan diarahkan untuk membentuk lulusan yang cerdas, beriman, rendah hati, berintegritas, mandiri serta memiliki semangat untuk melayani.
 
Yayasan juga akan menjadikan Samosir dan Danau Toba sebagai bagian kuat dari identitas sekolah. Secara bertahap, SMA Plus tersebut ditargetkan berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di Sumatera Utara dan selanjutnya diarahkan menjadi sekolah berasrama Katolik berstandar nasional.
 
Rencana tersebut menjadi bagian dari peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Samosir. Kehadiran sekolah unggulan dengan sistem berasrama diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Samosir yang memiliki kompetensi dan karakter kuat.
 
Audiensi tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara Yayasan Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mempersiapkan pendirian fasilitas pendidikan unggulan di Kabupaten Samosir.
 
Pemkab Samosir selanjutnya akan mendukung dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan dapat dipersiapkan dengan baik.
 
(NR. Sitohang / Artha-News)

Ngaji Kebangsaan Gus Baha, Polres Banjar Perkuat Persatuan

BANJAR — Jajaran Polres Banjar mengikuti kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) secara daring dari Masjid At Taubah Polres Banjar, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan semangat pengabdian personel kepolisian dalam melayani masyarakat.
 
Dihadiri Kapolri dan Jajaran Polres Banjar
 
Acara virtual ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dengan pusat kegiatan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah.
 
Sementara di tingkat kewilayahan, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., hadir didampingi oleh para Kabag, Kasat Fung, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Banjar. Acara diawali khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga sambutan dari Kapolri.
 
Pesan Gus Baha: Merawat Moderasi Beragama
 
Dalam tausiyahnya, Gus Baha menekankan pentingnya merawat persatuan bangsa dan mengedepankan moderasi beragama. Beliau juga mengajak seluruh instansi untuk membangun keikhlasan dalam menjalankan tugas pengabdian.
 
Pesan religius ini diharapkan menjadi penguatan bagi personel Polri agar nilai keagamaan dan kebangsaan senantiasa tercermin dalam sikap pelayanan sehari-hari kepada masyarakat.
 
Komitmen Polres Banjar Hadirkan Pelayanan Humanis
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menyatakan bahwa pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) merupakan bagian krusial dalam membentuk karakter personel. Menurutnya, polisi tidak hanya dituntut profesional, tetapi juga harus memiliki integritas serta kepedulian sosial yang tinggi.
 
"Pengabdian kepada masyarakat membutuhkan profesionalitas yang dibarengi ketulusan. Nilai-nilai dari Ngaji Kebangsaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga persatuan serta memberikan pelayanan dengan hati," ujar AKBP Didi Dewantoro.
 
Ia menambahkan, karena tugas kepolisian bersentuhan langsung dengan lini kehidupan masyarakat, setiap anggota wajib menjaga sikap, menghormati perbedaan, dan mengedepankan pendekatan humanis. Melalui kegiatan ini, Polres Banjar berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat lewat ketulusan dan tanggung jawab yang nyata.
 
(Artha-News/Rena Yusnita)

Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya Kawal Ketat Kunker Menhan RI di Yonif TP 335/Macan Sukapura

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Menjelang kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke Yonif TP 335/Macan Sukapura yang berkedudukan di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (26/09/2026), Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/2-2 Tasikmalaya melaksanakan apel kesiapan pengamanan dan pengawalan.
 
Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Dansubdenpom III/2-2 Tasikmalaya, Kapten CPM Budi Haryanto. Dalam arahannya, Kapten CPM Budi Haryanto menekankan kepada seluruh personel untuk melakukan pemantauan dan pengawalan secara maksimal agar seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI berjalan lancar, aman, dan tertib.
 
"Personel Subdenpom harus melakukan pemantauan menyeluruh di lapangan. Pengawalan VVIP Menteri Pertahanan RI harus berjalan lancar, mulai dari kedatangan, selama kegiatan pengarahan di Yonif TP 335, hingga saat kepulangan beliau. Jaga sikap, jaga profesionalisme Polisi Militer," tegas Kapten CPM Budi Haryanto di hadapan seluruh anggotanya.
 
Berdasarkan pantauan Artha-News, personel Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya yang mengenakan seragam PDL lengkap dengan helm putih Polisi Militer telah disebarkan di beberapa titik strategis, mulai dari jalur masuk Purbaratu, pintu masuk kesatrian Yonif TP 335, hingga di dalam area tenda pengarahan untuk memastikan keamanan kegiatan berjalan sempurna.
 
Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya yang berada di bawah naungan Denpom III/2 Garut memiliki tugas pokok meliputi penegakan hukum, penegakan disiplin dan tata tertib militer, serta pelaksanaan pengawalan pejabat VVIP di wilayah Priangan Timur.
 
Berkat pengawalan ketat dari personel Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya, rangkaian kegiatan pengarahan Menteri Pertahanan RI kepada ratusan prajurit baret hijau Yonif TP 335/Macan Sukapura berjalan aman, lancar, dan kondusif.
 
Reporter: Jay Kuncir — Staf Redaksi Artha-News

HUT Lalu Lintas ke-71: Polres Banjar Teguhkan Komitmen Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — 26 September 2026 — Memasuki usia ke-71 tahun, jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Banjar meneguhkan kembali komitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik, aman, dan humanis kepada seluruh masyarakat. Semangat pengabdian tersebut dikukuhkan dalam kegiatan syukuran HUT Lalu Lintas ke-71 Tahun 2026 yang digelar di Aula Setia Polres Banjar, Sabtu (26/9/2026).
 
Mengusung tema "Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri", kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk merefleksikan perjalanan panjang Korps Lalu Lintas sekaligus memperkuat sinergi erat antara kepolisian, Pemerintah Kota Banjar, lembaga terkait, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen pendukung yang telah bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Banjar.
 
Acara berlangsung khidmat sejak pukul 08.30 hingga 11.59 WIB, dihadiri langsung oleh Kapolres Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjar, jajaran Pimpinan Utama Polres Banjar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan Bappelitbang, perwakilan Desa Raharja, Pokja Media Polres Banjar, serta seluruh personel Sat Lantas Polres Banjar.
 
Dalam momen bersejarah ini, Polres Banjar memberikan penghargaan kepada para mitra yang telah konsisten mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan lalu lintas, yaitu Kang Tanduy, Desa Raharja, dr. Dino, dan Pokja Media Polres Banjar. Selain itu, penghargaan dari Wali Kota Banjar juga diserahkan kepada Sat Lantas Polres Banjar melalui Kasat Lantas, sebagai bentuk apresiasi tulus atas dedikasi luar biasa dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di bidang lalu lintas.
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menegaskan bahwa angka 71 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan bukti nyata panjangnya jejak pengabdian Korps Lalu Lintas dalam melindungi, melayani, dan menghadirkan rasa aman bagi setiap warga.
 
"Peringatan HUT Lalu Lintas ini adalah momen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Polantas harus hadir bukan hanya saat terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi menjadi bagian dari solusi menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," ujar Kapolres Banjar.
 
Lebih lanjut ia menyampaikan, tantangan lalu lintas terus berkembang seiring dinamika wilayah, sehingga dibutuhkan pelayanan yang adaptif, modern, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, media, dan masyarakat luas menjadi fondasi utama membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
 
"Semangat Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri harus diwujudkan dalam kerja nyata. Setiap pelayanan yang diberikan harus memberi manfaat dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.
 
Di usia ke-71 tahun, pengabdian Polantas bukan sekadar mengatur arus kendaraan di jalan raya. Lebih dari itu, Polantas hadir untuk memastikan setiap orang dapat berangkat bekerja, belajar, beraktivitas, dan pulang ke rumah dengan selamat. Di balik setiap kendaraan yang melintas, ada keluarga yang menunggu dan harapan yang harus dijaga. Semangat inilah yang menjadi komitmen teguh Satuan Lalu Lintas Polres Banjar: terus hadir, melayani dengan hati, dan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai tujuan utama dalam setiap langkah pengabdian.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 

SICC 2026 Bergema di Tepian Danau Toba — Dorong Pariwisata dan UMKM Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 25 September 2026 — Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 berlangsung semarak pada hari pertama perlombaan di Hotel Marianna Resort Convention and Center, tepian Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (25/09/2026).
 
Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan peserta membahana di tengah suasana Danau Toba. SICC 2026 merupakan salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan mancanegara.
 
Hari pertama perlombaan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra 14 tim.
 
Setiap penampilan dinilai langsung oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta bersaing dalam babak penyisihan untuk meraih posisi terbaik dan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition.
 
Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis event dengan memanfaatkan kekuatan seni dan budaya sebagai daya tarik destinasi. Pemkab Samosir mendukung penyelenggaraan TCCF 2026 dengan menghadirkan Samosir sebagai ruang penyelenggaraan event internasional, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menyambut kedatangan peserta dan wisatawan.
 
Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kelancaran pelaksanaan kompetisi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendukung membuka peluang bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, akomodasi dan berbagai sektor jasa untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama berlangsungnya event.
 
Sejak pagi, Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan kapasitas Samosir sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan seni, budaya dan pariwisata dalam sebuah event bertaraf internasional.
 
Melalui TCCF 2026, Pemkab Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku pariwisata, masyarakat dan berbagai pihak untuk memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi event dan wisata budaya.
 
Kabupaten Samosir sebagai jantung Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik, pariwisata dan kolaborasi dari kawasan Danau Toba untuk dunia. Kehadiran peserta dari Indonesia dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada lebih banyak pengunjung.
 
Penyelenggaraan SICC 2026 merupakan ajang kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Kabupaten Samosir serta menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara. Pelaksanaan even berkelas internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bertaraf internasional yang memberikan ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.
 
Rangkaian kompetisi selanjutnya akan berlanjut hingga penentuan juara Samosir International Choir Competition 2026.
 
(NR. Sitohang)

Semangat Api Unggun di Diklatsar Saka Bhayangkara Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Semangat Bhayangkara menyala di malam hari. Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 Tingkat Polres Banjar resmi digelar di kawasan Situ Mustika, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
 
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2026) pukul 20.20 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Banjar, Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR. Rangkaian pembukaan ditandai dengan penyalaan api unggun yang menjadi simbol keberanian, kebersamaan, persaudaraan, dan pantang menyerah bagi anggota Pramuka Satuan Karya (Saka) Bhayangkara.
 
Pantauan Artha-News di lokasi, puluhan peserta tampak berbaris rapi mengelilingi kobaran api unggun. Cahaya api menerangi kawasan Situ Mustika dan menciptakan suasana khidmat selama kegiatan berlangsung.
 
Saka Bhayangkara merupakan Satuan Karya Pramuka binaan Polri yang bertujuan membina generasi muda agar memiliki jiwa kebhayangkaraan, disiplin, cinta tanah air, serta siap menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan sekolah dan masyarakat.
 
Dalam sambutannya, Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR menyampaikan bahwa Diklatsar ini merupakan wadah pembentukan karakter bagi para pelajar.
 
"Kegiatan ini bukan hanya melatih fisik dan keterampilan, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Adik-adik Saka Bhayangkara diharapkan menjadi contoh di sekolah dan mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tegasnya.
 
Data Peserta Diklatsar
 
Dari 27 sekolah yang diundang, sebanyak 20 sekolah mengirimkan perwakilannya. Total 222 siswa-siswi mengikuti pelaksanaan Diklatsar Angkatan ke-19 ini.
 
Daftar Sekolah Peserta Tingkat SMA/SMK:
 
SMAN 1 Banjar
 
SMAN 2 Banjar
 
SMAN 3 Banjar
 
SMA Al Azhar
 
SMKN 1 Banjar
 
SMKN 2 Banjar
 
SMKN 3 Banjar
 
SMKN 4 Banjar
 
SMK 1 Pasundan
 
SMK 2 Pasundan
 
SMK Hikmah
 
SMK Al Azhar
 
SMK Muhammadiyah
 
SMK Teknologi YAF
 
SMK Miftahul Ihsan
 
SMK Al Ma'arif
 
SMK Banjar Mandiri
 
SMK Bhakti Kencana
 
Daftar Sekolah Peserta Tingkat MAN/MA:
 
MAN Banjar
 
MA Darul Huda Putra
 
MA Darul Huda Putri
 
MA Darul Ulum
 
MA Al Azhar
 
MA Al Kautsar
 
MA Yabba PK Al Ma'arif
 
MA Fatur Rahman
 
MA Persis
 
(Catatan: Beberapa Madrasah Aliyah bergabung dalam kontingen sekolah masing-masing).
 
Selama satu hari satu malam, para peserta akan mengikuti berbagai materi penting. Mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, dasar-dasar kebhayangkaraan, peraturan baris berbaris (PBB), hingga praktik lapangan dan keterampilan kepramukaan.
 
Dengan berakhirnya upacara pembukaan dan penyalaan api unggun, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin, serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
 
Ringkasan Informasi Kegiatan:
 
Nama Kegiatan: Pendidikan dan Latihan Dasar Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 Tingkat Polres Banjar
 
Pimpinan Kegiatan: Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR (Kasat Binmas Polres Banjar)
 
Tempat Pelaksanaan: Wanawisata Situ Mustika, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat
 
Waktu Pembukaan: Jumat, 25 September 2026, Pukul 20.20 WIB
 
Jumlah Peserta: 222 siswa-siswi dari 20 sekolah undangan
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 

Ruang Riung Kamtibmas di Purwaharja, Warga Diajak Aktif Jaga Lingkungan dan Manfaatkan Layanan 110

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Pos Satkamling tidak hanya menjadi tempat menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang bertemu dan bertukar informasi antara masyarakat dengan jajaran Polres Banjar. Suasana tersebut terlihat saat kegiatan Ruang Riung Kamtibmas digelar di Satkamling Lingkungan Haurmukti, Perum GBR RT 41/RW 02, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, pada Kamis (24/9/2026) malam.
 
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 21.50 WIB itu dihadiri sekitar 45 orang, terdiri dari unsur Polres Banjar, Polsek Purwaharja, pemerintah kelurahan, Disdukcapil Kota Banjar, Linmas, perangkat lingkungan, mahasiswa KKL Universitas Siliwangi Tasikmalaya, serta warga setempat.
 
Mewakili Kapolres Banjar, Kabag SDM Polres Banjar AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H., selaku Pamatwil Satkamling menyampaikan bahwa Ruang Riung Kamtibmas merupakan bagian dari program "Sapa Warga" untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara personel Polri dengan masyarakat.
 
Menurutnya, komunikasi secara langsung menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan informasi, persoalan, maupun potensi gangguan keamanan yang ditemukan di lingkungan masing-masing. Dari komunikasi tersebut, diharapkan terbangun hubungan yang baik sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut, perhatian juga diberikan terhadap penggunaan telepon seluler oleh anak. Orang tua diingatkan agar tidak hanya memperhatikan aktivitas anak di dunia nyata, tetapi juga memahami dengan siapa anak berkomunikasi dan konten apa yang diakses melalui perangkat digital.
 
"Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan handphone oleh anak. Jangan sampai interaksi dengan orang yang baru dikenal melalui permainan atau media digital justru membawa anak ke situasi yang membahayakan," ujar AKP Hadi Winarso.
 
Warga kemudian diajak memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan, informasi, maupun ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Dalam sesi diskusi, warga dan mahasiswa KKL Universitas Siliwangi turut menggali lebih jauh mengenai mekanisme layanan tersebut, mulai dari cakupan layanan hingga waktu respons petugas.
 
Dijelaskan bahwa 110 merupakan layanan kepolisian yang berlaku secara nasional. Untuk wilayah Kota Banjar, petugas diupayakan memberikan respons dan tiba di lokasi tidak lebih dari 30 menit dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan.
 
Layanan tersebut juga tidak terbatas pada laporan tindak kriminal. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang masih dapat ditangani kepolisian sehingga petugas dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memberikan bantuan sesuai kewenangannya.
 
Selain persoalan keamanan, dialog turut membahas administrasi kependudukan. Sekretaris Dinas Disdukcapil Kota Banjar mengimbau masyarakat melakukan pemutakhiran data Kartu Keluarga serta berhati-hati dalam memberikan NIK kepada pihak lain. Warga juga diminta melakukan pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital secara langsung melalui petugas resmi.
 
Sementara itu, Kapolsek Purwaharja IPTU Maman Ruswandi yang baru menjabat memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
 
"Saya mohon dukungan dan kerja sama seluruh warga serta unsur terkait. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita bersama-sama dapat menjaga wilayah Purwaharja tetap aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya.
 
Berbagai pertanyaan yang disampaikan warga menunjukkan bahwa Satkamling dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka, bukan hanya untuk membahas keamanan lingkungan, tetapi juga persoalan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
 
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah. Ruang Riung Kamtibmas menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat, sehingga informasi dari lingkungan dapat tersampaikan lebih cepat dan persoalan dapat ditangani sejak dini.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 
 

Polantas Karib Sambangi SMKN 4 Banjar, Pelajar Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Edukasi keselamatan berlalu lintas terus menyasar kalangan pelajar. Unit Lalu Lintas Polsek Pataruman bersama jajaran Satlantas Polres Banjar menggelar kegiatan Dikmas Lantas dan Polantas Karib melalui program Police Goes to School di SMKN 4 Banjar, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Kamis (24/9/2026) pagi.
 
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah sejak pukul 07.30 WIB tersebut menjadi ruang dialog bagi polisi dan para pelajar untuk membahas berbagai persoalan yang kerap ditemui di jalan raya. Edukasi tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
 
Edukasi Bahaya Knalpot Bising dan Aksi Balap Liar
 
Sejumlah materi disampaikan, mulai dari penggunaan helm yang benar, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, hingga pentingnya menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi. Para pelajar juga diingatkan mengenai risiko penggunaan knalpot dengan suara berlebihan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain dan mendorong perilaku berkendara yang tidak aman.
 
Polisi turut mengingatkan para siswa untuk mematuhi rambu dan marka jalan, termasuk tidak menjadikan hitungan angka pada traffic light sebagai aba-aba untuk melakukan aksi balap liar. Perilaku tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
 
Selain aturan dasar berlalu lintas, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai etika berkendara, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta fungsi sarana dan prasarana lalu lintas. Penjelasan mengenai Automatic Traffic Control System (ATCS) yang beroperasi di Kota Banjar juga diberikan agar siswa memahami bahwa aktivitas lalu lintas saat ini turut didukung teknologi.
 
Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
 
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I. mengatakan, edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
 
"Pelajar merupakan bagian dari pengguna jalan sekaligus generasi yang akan menentukan budaya berlalu lintas ke depan. Karena itu, kami ingin membangun kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena takut ditilang, tetapi karena memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain," ujarnya.
 
Menurutnya, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah diharapkan mampu mendorong para siswa menjadi contoh positif, baik bagi teman sebaya maupun lingkungan keluarga.
 
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan mendapat respons dari para pelajar. Melalui kegiatan Polantas Karib, Polres Banjar terus mendorong terbentuknya budaya keselamatan berlalu lintas yang dimulai dari lingkungan sekolah dan kemudian tumbuh menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.
 
Dengan pemahaman yang diberikan sejak bangku sekolah, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga ikut mengingatkan lingkungan sekitarnya untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)