Rabu, Oktober 21, 2026

Dinilai Tutup Mata terhadap Potensi Lokal, Proyek Revitalisasi SDN Girilintang Tasikmalaya Diprotes Warga

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Penunjukan pelaksana proyek dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN Girilintang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, memicu gejolak. Puluhan masyarakat dari lintas desa mendatangi pihak sekolah pada Senin (19/10/2026) lalu untuk mempertanyakan transparansi penunjukan pihak ketiga yang dianggap mengabaikan pengusaha daerah.
 
Massa menilai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta Kepala Sekolah SDN Girilintang tidak akuntabel dalam proses seleksi commanditaire vennootschap (CV) pelaksana.
 
Warga Desak Pemberdayaan Pengusaha dan Pekerja Cigalontang
 
Koordinator aksi masyarakat Cigalontang, Sendi Praja, menyayangkan kebijakan panitia yang menyisihkan pelaku usaha lokal. Menurutnya, proyek infrastruktur pendidikan yang dibiayai oleh uang negara seharusnya memberikan dampak ekonomi langsung terhadap ekosistem masyarakat terdekat.
 
"Sangat disayangkan potensi lokal justru dikesampingkan dalam proyek yang berjalan di tanah kami sendiri. Padahal, kontraktor dari putra daerah memiliki legalitas hukum yang sah serta kualitas material yang tidak kalah bersaing," ujar Sendi kepada awak media.
 
Ia menambahkan, keterlibatan vendor lokal dan penyerapan tenaga kerja dari desa setempat dapat memicu perputaran ekonomi yang sehat di tingkat akar rumput. Senada dengan Sendi, perwakilan warga lainnya, Bung Uay, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik wajib membawa dampak berganda bagi kesejahteraan warga Cigalontang.
 
Muncul Dugaan Adanya Konflik Kepentingan
 
Protes ini tidak hanya berpusat pada minimnya pelibatan warga, melainkan juga pada kejelasan prosedur pemilihan mitra kerja. Salah seorang perwakilan warga, Dindin, mengungkapkan indikasi ketidakwajaran di balik masuknya perusahaan dari luar wilayah Tasikmalaya.
 
"Kami mengindikasikan adanya benturan kepentingan atau kesepakatan sepihak antara manajemen sekolah dengan CV yang ditunjuk. Prosesnya berjalan sangat tertutup dan minim keterbukaan publik," tegas Dindin.
 
Ia menilai, pola penunjukan yang tidak partisipatif ini berpotensi mencederai asas profesionalisme serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana alokasi pemerintah.
 
Dianggap Tabrak Inpres Nomor 7 Tahun 2025
 
Langkah yang diambil P2SP SDN Girilintang dinilai bertolak belakang dengan regulasi yang berlaku. Jika merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, setiap realisasi anggaran wajib mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, serta mengutamakan sumber daya lokal. Hal tersebut dipertegas dalam Juknis Revitalisasi Satuan Pendidikan TA 2026 dari Kemendikdasmen RI.
 
Masyarakat menegaskan tidak berniat menghambat jalannya perbaikan fasilitas sekolah. Mereka mendukung penuh revitalisasi gedung demi kenyamanan belajar siswa. Namun, sistem manajerial yang tertutup wajib dievaluasi total.
 
Tuntut Inspektorat dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
 
Massa mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya serta Inspektorat Daerah segera mengaudit kinerja Kepala SDN Girilintang dan internal P2SP. Jika tidak ada respons konkret, warga mengancam akan meneruskan laporan resmi ke Layanan Terpadu Kemendikdasmen RI.
 
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi dan meminta keterangan resmi dari pihak Kepala SDN Girilintang maupun Ketua P2SP terkait tuntutan dan tudingan warga tersebut.
 
 
 
(Red/Jay)

Dongkrak Ekonomi Warga, Ketua DPRD Cimahi Dorong Pembentukan Bank Sampah di Tiap RW

CIMAHI — Pengelolaan limbah rumah tangga kini diarahkan agar mampu memberikan dampak finansial langsung bagi masyarakat. Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, secara resmi menginisiasi gerakan lingkungan bertajuk "Sampah Bisa Jadi Duit". Program ini dirancang untuk memotivasi warga agar lebih aktif memilah sampah anorganik langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
 
Melalui unggahan interaktif di media sosial, Wahyu menyampaikan pesannya: "Sampah bisa jadi duit!! Sahabat Aspirasi ada yang melakukannya juga?" Ajakan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan refleksi dari praktik nyata yang telah berjalan di lingkungan tempat tinggalnya.
 
Implementasi Nyata di Tingkat Lingkungan
 
Wahyu mengungkapkan bahwa pemilahan barang bekas bernilai ekonomis telah menjadi kebiasaan rutin di sekitar tempat tinggalnya. Berbagai jenis material seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga besi tua dikumpulkan secara kolektif sebelum disalurkan ke pengepul maupun unit bank sampah terdekat.
 
Hasil penjualannya tidak dipergunakan untuk keuntungan perorangan, melainkan dikelola menjadi kas bersama. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan warga, mulai dari menambah kas RT, menyantuni anak yatim, memperbaiki fasilitas umum, hingga mendukung kegiatan keagamaan.
 
Solusi Strategis Reduksi Beban TPA Sarimukti
 
Selain memberikan nilai ekonomi, gerakan ini juga berdampak langsung pada pengurangan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Hal ini dinilai sangat penting untuk meringankan beban TPA Sarimukti yang kondisinya saat ini kian tertekan akibat kelebihan kapasitas. Pemilahan sejak dari rumah juga terbukti efektif mempererat kebersamaan antarwarga.
 
Bank Sampah di Setiap RW, Langkah Masif ke Depan
 
Agar program ini berjalan luas dan terstruktur, Wahyu mendorong para ketua RT, RW, Lurah, hingga Camat di seluruh wilayah Kota Cimahi untuk membentuk atau mengaktifkan kembali bank sampah di lingkungan masing-masing. Sistem ini diharapkan membuat pemilahan dan penyaluran sampah bernilai jual berjalan lebih terorganisir dan berkelanjutan.
 
Jika dilaksanakan secara konsisten, langkah sederhana ini menawarkan manfaat ganda: sampah berubah menjadi sumber pendapatan warga, lingkungan menjadi lebih bersih, dan kebersamaan antarwarga semakin kuat. Wahyu berharap warga Cimahi berani memulainya dari lingkungan terkecil, demi pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
 
Artha-News | Cimahi
 
 
 
(Ari.M)

DPRD Kota Cimahi Dorong Kejuaraan Karate Jadi Batu Loncatan Menuju Porprov Jabar

CIMAHI — Antusiasme generasi muda terhadap olahraga bela diri karate di Kota Cimahi terbukti tetap tinggi. Hal ini terlihat dari membeludaknya peserta Kejuaraan Karate Walikota Cup 2026 yang berlangsung di GOR Sangkuriang pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kompetisi yang digelar bersama FORKI ini sukses menarik partisipasi 453 karateka dari berbagai dojo di Cimahi dan kawasan sekitarnya.
 
Hadir dalam pembukaan, Wahyu Widyatmoko selaku Ketua DPRD Kota Cimahi menyampaikan kebanggaannya melihat semangat luar biasa para atlet muda. Baginya, angka keikutsertaan ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di tingkat akar rumput terus berjalan baik berkat dukungan pelatih, orang tua, dan pengurus organisasi.
 
Wadah Menjaring Bibit Atlet Karate Cimahi
 
Lebih dari sekadar ajang bertanding, kejuaraan ini dinilai sebagai wadah krusial untuk menambah jam terbang para atlet muda. Di sini mereka bisa mengasah teknik, melatih mentalitas bertanding, membangun rasa percaya diri, sekaligus mengukur kemampuan diri lawan-lawan dari luar lingkungan latihan rutin. Semua ini adalah bekal tak ternilai yang tidak bisa diperoleh hanya melalui latihan di dojo.
 
Wahyu menegaskan, atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan dari proses panjang yang konsisten. Oleh karena itu, ruang kompetisi yang berjenjang harus terus diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya sebagai sarana evaluasi yang objektif. Ajang Walikota Cup ini pun diproyeksikan menjadi instrumen penjaringan bakat yang akan membentuk skuad andalan Kota Cimahi untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
 
Komitmen DPRD dalam Pembinaan Olahraga Berkelanjutan
 
Guna memastikan keberlanjutan prestasi, DPRD Kota Cimahi menyatakan kesiapannya membangun sinergi erat dengan Pemerintah Kota Cimahi, KONI, FORKI, serta seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang terarah, program pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan sarana yang memadai, potensi-potensi unggul yang terjaring diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Cimahi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di panggung nasional.
 
 
(Ari M)

Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar di Kujangsari: Hidupkan Satkamling Tekan Kriminalitas dan Kenakalan Remaja

BANJAR — Jajaran Polres Banjar mempererat kedekatan dengan warga Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, melalui kegiatan Ruang Riung Kamtibmas yang digelar pada Senin, 19 Oktober 2026 malam. Pertemuan berlangsung akrab di lingkungan RT 05 RW 02, di mana aparat dan masyarakat duduk bersama membahas keamanan lingkungan serta memperkuat hubungan yang telah terjalin.
 
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wadah komunikasi terbuka agar warga lebih dekat dengan pihak kepolisian dan merasa nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya. Sejumlah unsur masyarakat hadir, antara lain anggota DPRD, perwakilan Kecamatan Langensari, kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Diskusi berjalan hangat dengan fokus pada peran bersama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
 
Salah satu hal utama yang disepakati adalah pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau Satkamling. Ronda malam swadaya masyarakat dinilai tetap menjadi benteng paling efektif dalam menjaga permukiman, termasuk mencegah kasus pencurian di jam-jam rawan saat warga sedang beristirahat maupun berada di luar rumah.
 
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan kendala yang selama ini dirasakan, yakni masih ada keraguan untuk melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan. Pihak kepolisian mengingatkan bahwa warga dapat melapor kapan saja melalui Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing maupun layanan darurat kepolisian di nomor 110.
 
Selain keamanan lingkungan, pertemuan juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di kalangan remaja. Kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, balap liar, hingga penggunaan knalpot bising menjadi perhatian bersama yang perlu disikapi secara bersinergi oleh keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
 
Kasat Binmas Polres Banjar, IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR, menjelaskan bahwa Ruang Riung Kamtibmas ini merupakan cara konkret membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara kepolisian dengan masyarakat. Dengan pertemuan langsung seperti ini, setiap persoalan yang muncul di lingkungan dapat didengar, dibahas, dan dicarikan solusinya secara lebih tepat dan cepat.
 
Kegiatan ini menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat. Kepedulian setiap warga, komunikasi yang terbuka, serta Satkamling yang berjalan konsisten adalah kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Melalui Ruang Riung Kamtibmas di Kujangsari ini, Polres Banjar berkomitmen menjadikan ruang dialog seperti ini sebagai jembatan berkelanjutan antara masyarakat dan pihak berwenang.
 
Artha-News | Kabiro Banjar — Rena Yusnita
 
 

Selasa, Oktober 20, 2026

HUT Humas Polri ke-75: Polres Banjar dan PMI Gelar Aksi Donor Darah Kemanusiaan

BANJAR, 20 Oktober 2026 — Peringatan HUT Humas Polri ke-75 di lingkungan Polres Banjar diisi dengan aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar, jajaran kepolisian menggelar aksi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
 
Kegiatan berlangsung di kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar. Sebanyak 20 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah daerah.
 
Aksi ini diikuti oleh personel Polres Banjar, jajaran Polsek, Aparatur Sipil Negara, serta elemen masyarakat sipil. Sebanyak 23 orang mendaftarkan diri. Setelah pemeriksaan medis, 20 orang dinyatakan memenuhi syarat, sementara 3 orang lainnya ditunda karena alasan kesehatan.
 
Rincian Perolehan Darah
 
Berdasarkan profesi pendonor:
 
- Anggota Polri: 17 orang
- ASN: 2 orang
- Masyarakat sipil: 1 orang
 
Rincian golongan darah:
 
- Golongan A: 3 kantong
- Golongan B: 9 kantong
- Golongan AB: 1 kantong
- Golongan O: 7 kantong
 
Komitmen Kepedulian Polri
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Bripka Apep Maulana Sidik, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus dukungan nyata terhadap ketersediaan stok darah masyarakat.
 
"Setetes darah yang disumbangkan hari ini adalah harapan besar bagi pasien yang sedang berjuang untuk pulih," ujar Bripka Apep Maulana Sidik.
 
Kerja sama Polres Banjar dan PMI Kota Banjar diharapkan dapat memicu semangat berbagi di tengah masyarakat. Peringatan hari besar tidak harus seremonial, namun dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak luas bagi kemanusiaan.
 
 
Laporan: Rena Yusnita, Kabiro Banjar Artha-News
 
 

Alasan 20 Personel Polres Samosir Terima Penghargaan

Artha-News.com — SAMOSIR
 
Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., secara resmi menyerahkan penghargaan kepada 20 personel jajaran Polres Samosir dalam kegiatan apel jam pimpinan di Lapangan Mako Polres Samosir, Selasa (20/10/2026) pagi. Penghargaan ini bukan diberikan tanpa alasan; ada sejumlah kriteria utama yang membuat para personel tersebut layak mendapatkan apresiasi dari pimpinan.
 
Kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung sekitar pukul 08.10 WIB dan dihadiri Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, personel Polres Samosir dan jajaran Polsek, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Pegawai Harian Lepas (PHL).
 
Berikut adalah alasan utama mengapa 20 personel tersebut terpilih menerima penghargaan:
 
1. Prestasi, Dedikasi, dan Loyalitas Tinggi
 
Para personel ini dinilai memiliki kedisiplinan yang baik, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta loyalitas yang patut diapresiasi dalam menjalankan tugas harian kepolisian.
 
2. Keberhasilan Mengungkap Tindak Pidana
 
Penghargaan diberikan atas keberhasilan dalam pengungkapan berbagai kasus kriminal dan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Samosir.
 
3. Penyelesaian Laporan Polisi dan Identifikasi Kasus
 
Kinerja yang baik terlihat dari ketepatan waktu dalam proses identifikasi kasus serta penyelesaian laporan polisi yang masuk dari masyarakat.
 
4. Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Operasional
 
Para personel ini menunjukkan kepatuhan terhadap perintah pimpinan, kesiapsiagaan yang tinggi dalam setiap operasi, serta pelaksanaan patroli dan pengamanan wilayah secara optimal.
 
5. Ketepatan Pelaporan
 
Laporan-laporan kegiatan disampaikan secara lengkap dan tepat waktu, sehingga memudahkan pemantauan kinerja satuan kerja.
 
6. Pengelolaan Administrasi dan Keuangan Terbaik
 
Penghargaan juga diberikan kepada personel yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengelolaan administrasi serta keuangan satuan kerja selama tahun 2026.
 
Dalam arahannya, Kapolres Samosir menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap capaian tersebut tidak berhenti di sini.
 
“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah menerima penghargaan atas prestasi dan kinerja yang telah dicapai. Saya berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan karena mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya,” ujar AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan.
 
Kapolres juga menegaskan bahwa prestasi harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, penghormatan terhadap masyarakat, serta pemberian kepastian hukum yang nyata.
 
Apel jam pimpinan berakhir sekitar pukul 08.35 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
 
(NR.Sitohang)
 
 

Senin, Oktober 19, 2026

Peringati HUT Humas Polri ke-75, Polres Banjar Salurkan Bantuan Sembako ke Santri Ponpes Daarul Ikhlas

BANJAR — Memperingati HUT Humas Polri yang ke-75, Polres Banjar menggelar aksi bakti sosial yang menyentuh hati masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan. Pada Selasa, 19 Oktober 2026, jajaran kepolisian menyalurkan bantuan berupa 10 paket sembako kepada para santri di Pondok Pesantren Daarul Ikhlas, yang terletak di Dusun Randegan, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.
 
Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui program ini, Polres Banjar ingin menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan warga di sekitarnya.

 
Kolaborasi Humas dan Sat Binmas Polres Banjar
 
Penyaluran bantuan ini digerakkan oleh personel Bagian Hubungan Masyarakat yang bekerja sama dengan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Banjar. Mereka datang langsung ke lokasi untuk memastikan setiap paket diterima dengan layak dan tepat sasaran.
 
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., menyampaikan pesan kehangatan melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Bripka Apep Maulana Sidik. "Momen HUT Humas Polri ke-75 ini kami jadikan sarana berbagi. Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari para santri dan mendoakan mereka dapat belajar dengan tenang," ujar Bripka Apep di lokasi kegiatan.
 
Mempererat Kemitraan Antara Polri dan Masyarakat
 
Pihak kepolisian menekankan bahwa pesan terpenting dari kegiatan ini adalah mempererat ikatan emosional antara Polri dan masyarakat. Pesantren merupakan wadah penting yang mencetak generasi berakhlak mulia, sehingga dukungan yang diberikan diharapkan dapat memotivasi para santri untuk lebih giat menuntut ilmu.
 
Semangat berbagi di usia ke-75 ini menjadi awal bagi Polres Banjar untuk konsisten menghadirkan program sosial yang berkelanjutan, agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri semakin kokoh dan harmonis.
 
Reporter: Rena Yusnita — Kabiro Banjar Artha-News
Editor: Tim Redaksi Artha-News
 


Berantas Knalpot Brong dan Narkoba, Polres Pangandaran Geledah Hiburan Malam

 
PANGANDARAN — Artha-News.com | Sabtu, 17 Oktober 2026
 
Polres Pangandaran terus berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung. Pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, kepolisian kembali menggelar operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik strategis Kabupaten Pangandaran. Patroli berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga berakhir dalam keadaan aman dan tertib.
 
Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan kejahatan jalanan C3 — pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor — penertiban kendaraan dengan knalpot bising atau yang dikenal sebagai "knalpot brong", serta pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di tempat-tempat umum.
 
Patroli dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Pangandaran bersama jajaran personel gabungan, sesuai Surat Perintah yang telah diterbitkan sebelumnya. Rute patroli dimulai dari Pos Lantas Tourism Information Center (TIC), menyisir sepanjang Jalan Bulak Laut yang menjadi pusat aktivitas dan keramaian malam, menuju kawasan tempat hiburan malam.
 
Petugas juga melakukan pemeriksaan preventif ke sejumlah tempat hiburan malam, antara lain Star Karaoke dan Akustik Karaoke. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan lingkungan tempat hiburan bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sehingga pengunjung dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Setelah menyisir kawasan pusat keramaian, rombongan patroli mengitari kawasan Pangandaran Sunset Park sebelum akhirnya kembali berkumpul di titik awal Pos Lantas TIC.
 
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat preventif sekaligus humanis — mengedepankan pendekatan persuasif namun tetap tegas terhadap pelanggaran.
 
"Patroli KRYD rutin kami laksanakan untuk menekan potensi gangguan keamanan. Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga menjaga kenyamanan warga dan wisatawan. Keluhan masyarakat mengenai kebisingan knalpot brong kami tanggapi serius, dan kami pastikan kawasan wisata serta tempat hiburan malam di Pangandaran bersih dari peredaran narkoba. Pangandaran harus tetap aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung ke sini." — AKBP Ikrar Potawari
 
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, tidak ditemukan gangguan keamanan yang berarti. Situasi di wilayah hukum Polres Pangandaran terpantau aman, tertib, dan kondusif.


(UG)

Milangkala Meriah tapi Cimerak Kekeringan, Anggota DPRD Pangandaran Elon Ruslan Kritik Kebijakan Bupati

PANGANDARAN, Artha News — Penanganan krisis air bersih di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menuai sorotan tajam dari pihak legislatif. Di tengah situasi kekeringan ekstrem yang mencekik warga, kebijakan alokasi anggaran dan pembatasan distribusi bantuan air dinilai tidak mencerminkan skala prioritas yang berpihak pada kebutuhan dasar rakyat. Kontras ini semakin terasa di tengah kemeriahan acara seremonial Milangkala Kabupaten Pangandaran yang digelar baru-baru ini.
 
Kondisi memprihatinkan tersebut memicu kritik pedas dari Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Daerah Pemilihan (Dapil) 4, H. Elon Ruslan. Ia menegaskan bahwa skema penanggulangan bencana kekeringan yang berjalan saat ini jauh dari kata memadai untuk menolong warga yang sedang kesulitan.
 
"Masalah krusial di lapangan adalah pengiriman air bersih yang dibatasi hanya tiga tangki per hari. Jika warga masih kekurangan dan membutuhkan pasokan tambahan, mereka terpaksa harus membeli mandiri dengan biaya minimal Rp150.000 per tangki," ujar Elon saat memberikan keterangan kepada media di Pangandaran, Minggu (18/10/2026).
 
Ironi Minimnya Anggaran Operasional Armada Air Bersih
 
Bukan hanya masalah kuota distribusi yang minim, Elon juga membongkar ketidakrealistisan anggaran operasional yang disediakan oleh Pemerintah Daerah. Berdasarkan hasil konfirmasi langsung ke jajaran eksekutif, Pemda hanya mengalokasikan dana operasional sebesar Rp250.000 per tangki setiap harinya.
 
Angka tersebut dinilai sangat tidak masuk akal jika disandingkan dengan beban teknis di lapangan. Dengan harga BBM Dexlite Rp23.700 per liter, dana tersebut hanya setara sekitar 10,5 liter bahan bakar. Padahal jarak tempuh distribusi dari sumber air ke pemukiman warga rata-rata mencapai 15 kilometer. Nilai itu belum mencakup biaya perawatan kendaraan dan waktu kerja petugas.
 
"Penentuan anggaran operasional harus logis dan berbasis realitas di lapangan. Jangan sampai nominal yang dipatok justru menyulitkan proses distribusi. Ini menyangkut keselamatan jiwa dan pemenuhan hak mendasar masyarakat, bukan agenda seremonial tahunan biasa," kata legislator asal Dapil 4 tersebut.
 
Anggaran Milangkala Kontras dengan Nasib Petugas Tagana
 
Elon Ruslan juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para petugas Taruna Siaga Bencana yang bekerja siang dan menyalurkan bantuan air ke wilayah-wilayah terpencil. Namun ia menyayangkan dukungan anggaran yang belum memadai bagi mereka.
 
"Kita harus kasihan dan adil kepada rekan-rekan Tagana. Mereka bergerak atas dasar ketulusan demi kemanusiaan, namun dukungan anggaran dari pemerintah daerah sangat mengecewakan. Semangat kerja para relawan ini jangan sampai patah hanya karena keterbatasan fasilitas dan dana operasional yang mencekik," ujarnya.
 
Desakan Evaluasi Total terhadap 11 Desa Terdampak Kekeringan
 
Kecamatan Cimerak memiliki 11 desa, dan hampir seluruh wilayah tersebut kini mengalami kekeringan ekstrem. Situasi ini menuntut transparansi penuh dari pemerintah daerah mengenai tata kelola anggaran dan langkah konkret penanganan jangka panjang.
 
Krisis air bersih bukan sekadar masalah teknis, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut kelangsungan hidup masyarakat. DPRD Pangandaran mendesak Bupati beserta jajarannya segera merumuskan langkah taktis untuk melipatgandakan pasokan air gratis dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi tanpa harus membebani biaya tambahan.


(UG)
 
 

Minggu, Oktober 18, 2026

Hasil Rakor DPC AJGT Kabupaten Tasikmalaya: Sukarso Resmi Terpilih Jadi Ketua Periode 2026–2029

KABUPATEN TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT) Kabupaten Tasikmalaya telah berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Rapat yang dihadiri seluruh anggota dan pengurus ini menghasilkan keputusan penting terkait kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.
 
Melalui proses musyawarah mufakat yang berjalan lancar dan demokratis, seluruh peserta rakor secara bulat menetapkan Bapak Sukarso sebagai Ketua DPC AJGT Kabupaten Tasikmalaya untuk masa bakti periode 2026–2029. Penetapan ini menjadi langkah awal memperkuat barisan kepengurusan AJGT di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dalam menjaga kebebasan pers dan menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.
 
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP AJGT Galunggung Tasikmalaya dengan nomor 01/SK/Rakor-DPC/X/2026, tentang Penetapan Ketua DPC Kabupaten Tasikmalaya. Surat keputusan secara resmi menyebutkan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2026, Saudara Sukarso ditetapkan sebagai Ketua DPC definitif Kabupaten Tasikmalaya dan berhak menjalankan tugas serta wewenang sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
 
Dalam sambutannya setelah dilantik, Sukarso menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen memperkuat kebersamaan antar-anggota, meningkatkan kualitas jurnalisme yang etis dan bertanggung jawab, serta menjadikan AJGT sebagai organisasi yang semakin solid dan profesional. "Kita harus hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah daerah, sekaligus pelindung kepentingan masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang," ujar Sukarso.
 
Selanjutnya, berbagai program kerja yang telah direncanakan akan segera dimasifkan. Pengawalan terhadap isu-isu publik yang menyangkut kepentingan luas masyarakat, seperti transparansi pengelolaan Dana BOS di setiap satuan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai instansi pemerintah, serta pengawasan jalannya pembangunan daerah yang tepat sasaran dan akuntabel, akan menjadi fokus utama pengurus baru.
 
Keluarga Besar DPP AJGT Galunggung Tasikmalaya turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses yang tulus kepada Bapak Sukarso dalam memimpin DPC AJGT Kabupaten Tasikmalaya periode 2026–2029. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, membawa organisasi semakin jaya, dipercaya masyarakat, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.
 
(Red)