Minggu, November 01, 2026
Anggaran Rp1,58 Miliar, Rehab Puskesmas Ambarita Disorot: Diduga Tanpa APD, Progres Pekerjaan Dipertanyakan
“Kapolres Banjar Hadiri Minggu Kasih di GPdI Zaitun”
BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.Ik., S.H., M.AP., CPHR, memimpin langsung kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Zaitun, Kota Banjar, pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan berjalan khidmat dan penuh keakraban sejak pukul 09.30 hingga 10.15 WIB, dihadiri oleh kurang lebih 100 jemaat.
Mengangkat tema besar "Mempersiapkan Umat yang Layak bagi Tuhan", kegiatan ini menjadi momentum pertemuan spiritual sekaligus jembatan kedekatan antara jajaran kepolisian dan masyarakat Kota Banjar. Tema yang diusung merujuk pada pesan Alkitabiah dari Lukas 1:17, yakni mempersiapkan suatu umat yang siap sedia untuk Tuhan melalui pertobatan sejati, penyucian diri, dan hidup dalam kesetiaan kepada firman-Nya.
Pesan Alkitabiah dan Implementasi Rohani Jemaat
Dalam khotbah dan renungan yang disampaikan, ditegaskan bahwa menjadi umat yang layak bukan berarti manusia sempurna dengan kekuatan sendiri, melainkan sebuah perjalanan hidup yang dimulai dari pertobatan, hidup dalam kekudusan, dan berbuah nyata dalam kasih serta pelayanan.
Landasan Alkitabiah yang menjadi rujukan mencakup Lukas 1:17 tentang mempersiapkan umat bagi Tuhan, Maleakhi 3:1–4 mengenai pemurnian hati dan ibadah yang benar, serta Yohanes 15:5 tentang tinggal di dalam Kristus agar berbuah banyak.
Penerapan pesan tersebut dijabarkan dalam tiga langkah nyata:
- Membangun kedisiplinan rohani melalui doa dan pembacaan firman secara konsisten.
- Melakukan pertobatan kolektif dengan memperbaiki hubungan antar sesama dan meninggalkan pola hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan.
- Menjadikan setiap jemaat sebagai murid Kristus yang aktif memberitakan kebaikan Tuhan di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Wujud Program "Polisi Bersama Masyarakat" di Kota Banjar
Kegiatan Minggu Kasih ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program KAPOLRI "Polisi Bersama Masyarakat" serta Program KAPOLDA Jawa Barat "Jawa Barat Aman".
Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Banjar, Kabag Ren, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, Kapolsek Banjar Kota beserta jajaran, Kanit Paminal, dan Kasie Humas Polres Banjar. Dari pihak gereja, turut hadir Pendeta Moses Yudawijaya beserta keluarga dan seluruh sidang jemaat GPdI Zaitun Kota Banjar yang menyambut hangat kehadiran jajaran kepolisian.
Program Minggu Kasih digerakkan langsung oleh KAPOLRI Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang mengajak seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Mabes, Polda, hingga Polres dan Polsek untuk hadir di tengah masyarakat pada hari Minggu.
Tujuan utama program ini antara lain mendekatkan kehadiran polisi di tengah kehidupan warga, menyerap aspirasi, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini melalui kolaborasi lintas sektoral.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Banjar juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan antarwarga, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, senantiasa waspada terhadap berbagai modus kejahatan, bijak dalam bermedia sosial, serta memanfaatkan layanan darurat Call Center 110.
Diharapkan, kehadiran Kapolres Banjar dan jajaran dalam kegiatan Minggu Kasih ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pendekatan yang humanis, tulus, dan penuh kebersamaan lintas iman. Kehadiran kepolisian di rumah ibadah menjadi bukti bahwa keamanan, kerukunan, dan kedamaian masyarakat adalah tanggung jawab bersama.
(Rena Yusnita Kabiro Banjar)
(Redaksi Artha-News | Liputan Khusus Kegiatan Kemitraan Polri-Masyarakat)
Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Ciawi Tasikmalaya, Anggaran Rp141 Juta Resmi Dialokasikan
Modus Loker Fiktif di Bekasi, Wanita Ini Tertipu Rp1 Juta dan Gagal Berangkat Kerja
Sabtu, Oktober 31, 2026
PT Mandiri Tunas Finance Tasikmalaya Diduga Tolak Penawaran Pelunasan Khusus Konsumen
TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Jumat, 30 Oktober 2026 — Praktik industri pembiayaan atau leasing kembali menjadi sorotan di Kota Tasikmalaya. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Cabang Tasikmalaya diduga menolak menerima surat penawaran pelunasan khusus (Pelsus) serta pendampingan hukum dari kuasa konsumen yang diberi mandat oleh Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT DPP) Tasikmalaya.
Penolakan tersebut dinilai sepihak oleh pihak pendamping konsumen karena dilakukan tanpa adanya proses pengajuan maupun koordinasi terlebih dahulu ke kantor pusat PT Mandiri Tunas Finance. Padahal, program pelunasan khusus yang ditawarkan merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian yang lazimnya dikoordinasikan dengan kantor pusat perusahaan pembiayaan.
Wakil Ketua DPC AJGT Kota Tasikmalaya, Windiana, bersama Humas DPC AJGT Kota Tasikmalaya, Hendar, yang menerima kuasa pendampingan dari konsumen, menegaskan bahwa tindakan ini diduga mengabaikan iktikad baik dari debitur.
"Konsumen kami sudah beriktikad baik mengajukan penawaran pelunasan pada tanggal 30 Oktober 2026, namun ditolak di cabang Tasikmalaya tanpa ada pengajuan ke pusat. Kami menduga ini merupakan keputusan sepihak di tingkat cabang yang mengabaikan hak-hak konsumen," ujar Windiana kepada Artha-News, Jumat (30/10/2026).
Rincian Objek dan Nilai Penawaran Pelunasan
Objek jaminan fidusia yang dipermasalahkan dalam perkara ini adalah satu unit kendaraan bermotor Honda Brio tahun 2023 dengan jangka waktu kontrak pembiayaan selama lima tahun.
Realisasi pembayaran angsuran dilaporkan telah berjalan lancar selama dua tahun dengan kewajiban angsuran sebesar Rp3.707.000 per bulan, sehingga tersisa kewajiban pembayaran selama tiga tahun ke depan.
Melalui AJGT DPP Tasikmalaya sebagai pihak yang diberi kuasa resmi, konsumen mengajukan penawaran pelunasan sebesar Rp70 juta sebagai bentuk penyelesaian atas sisa pokok utang yang masih berjalan. Namun, pengajuan tersebut langsung dimentahkan di meja administrasi cabang.
Langkah Hukum dan Perlindungan Konsumen
Pihak AJGT DPP Tasikmalaya menilai, penolakan sepihak ini berpotensi melanggar ketentuan yang mengatur perlindungan konsumen dan pembiayaan, di antaranya:
- Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, yang mengatur mekanisme eksekusi dan perlindungan hak-hak debitur;
- Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan;
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terkait hak penyelesaian sengketa melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
"Jika perusahaan pembiayaan menolak iktikad baik penyelesaian dari konsumen tanpa alasan yang jelas dan sesuai prosedur regulasi, kami akan membawa masalah ini ke otoritas pengawas. Kami berencana melaporkan hal ini resmi ke OJK dengan tembusan ke BPSK serta Kantor Pusat MTF di Jakarta agar dilakukan audit internal," tambah Windiana.
Ruang Konfirmasi dan Hak Jawab Terbuka
Sesuai dengan amanat Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik mengenai keberimbangan berita dan asas praduga tak bersalah, redaksi Artha-News telah berupaya mendatangi Kantor PT Mandiri Tunas Finance Cabang Tasikmalaya untuk meminta klarifikasi resmi.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen cabang belum bersedia memberikan keterangan resmi maupun tanggapan tertulis terkait alasan penolakan berkas penawaran pelunasan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Mandiri Tunas Finance, baik tingkat cabang maupun pusat, untuk memberikan hak jawab dan penjelasan resmi pada pemberitaan selanjutnya.
(Arya Siloka-Korwilnas)